PERNIKAHAN & SEKS
21 Januari 2019

Suami Mengalami Depresi? Kenali Tanda-tandanya!

Tetap setia mendampingi menjadi salah satu cara untuk membantunya melalui masa-masa depresi
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak ada yang ingin melihat pasangannya menderita. Namun, cukup banyak faktor yang membuat pasangan mengalami penderitaan, termasuk depresi.

Urusan pekerjaan atau urusan bisnis yang sedang dijalani bisa jadi membuat pasangan merasa sangat depresi.

Jika sudah seperti itu, sebagai istri, Moms harus bisa memahaminya. Jika tidak, hal buruk bisa saja terjadi pada pasangan.

Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya Moms kenali tanda-tanda pasangan mengalami depresi dan mencari cara untuk membantunya melalui masa kelam tersebut. 

Tanda-tanda Suami Depresi

dsds (1)

- Mengalami perubahan nafsu makan (menjadi gemuk atau kurus)

- Mengalami gangguan tidur 

- Kehilangan gairah melakukan aktivitas sehari-hari

- Mudah lelah

- Gampang merasa cemas

- Mudah marah

- Merasa tidak berguna dan tak berdaya

- Sulit membuat keputusan

- Berpikir untuk mati

Jika sudah mengalami tanda-tanda seperti itu, sebaiknya Moms mengambil tindakan. Ada lima hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu pasangan melalui masa-masa depresi. Apa saja? Berikut daftarnya!

Baca Juga: 3 Tingkatan Depresi dan Cara Mendeteksinya

Membantu Pasangan yang Mengalami Depresi

dsds (3)

1. Selalu Mendampingi

Banyak yang berpikir bahwa pengobatan menjadi cara terbaik untuk menyembuhkan depresi.

Padahal, keberadaan Moms justru menjadi cara terbaik untuk membuat pasangan bisa melalui masa depresinya.

Berikan perhatian, pelukan hangat, atau hadiah untuk membuatnya merasakan kehadiran Moms.

Moms juga bisa menawarkan bantuan, ungkapkan juga betapa pentingnya pasangan bagi hidup Moms. Jangan lupa untuk terus menyemangatinya.

2. Menganjurkan untuk Perawatan

Depresi yang sudah parah akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Jika sudah seperti itu, Moms harus membujuknya untuk melakukan perawatan pada bantuan profesional. 

Tunjukkan perhatian dan dukungan pada pasangan. Bujukan Moms bisa sangat mempengaruhi masa depannya.

Baca Juga: Waspada Depresi! Kenali 5 Gejalanya Sejak Dini

3. Menciptakan Lingkungan Rumah yang Mendukung

Moms bisa membantu pasangan melalui masa depresi dengan menciptakan lingkungan rumah yang mendukung.

Buatlah kondisi rumah sedemikian rupa sehingga tidak membuatnya terbebani.

Sediakan makanan sehat, berolahraga bersama, menemani pengobatan, dan yang lainnya.

Buat dia senyaman mungkin berada di rumah.

4. Fokus pada Tujuan Kecil

Depresi akan membuat seseorang jadi sangat terbebani.

Ketika seseorang mengalami depresi, bangun dari tempat tidur saja seolah menjadi sebuah beban.

Jangan tambah bebannya dengan tujuan-tujuan besar.

Buatlah tujuan-tujuan kecil yang bisa dengan mudah dicapai.

Misalnya tujuan besarnya adalah mendapatkan pekerjaan baru.

Bagi menjadi tujuan-tujuan kecil, seperti membuat resume, menulis surat lamaran, atau yang lainnya.

Baca Juga: Waspadai Gangguan Mental Jika Balita Sering Melakukan 5 Kebiasaan Ini Saat Tantrum

Ketahui Tanda-tanda Bunuh Diri

dsds (2)

Orang yang mengalami depresi mungkin saja berpikir untuk bunuh diri.

Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya Moms mengenali dan mewaspadai tanda-tanda seseorang akan bunuh diri.

- Suami mulai berbicara tentang bunuh diri

- Membeli alat-alat untuk bunuh diri seperti pistol atau obat-obatan

- Sangat moody

- Menarik diri dari kehidupan sosial

- Terus berpikir tentang kematian

- Perubahan kebiasaan rutin

- Tidak punya harapan

- Melakukan hal-hal berbahaya

- Memberikan barang-barang miliknya

- Mengucapkan selamat tinggal.

Itulah beberapa tanda suami depresi dan  hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu pasangan melewati masa-masa depresi. Jangan ragu untuk meminta bantuan ahli, seperti psikolog, untuk membantu kondisi mental suami. 

(AND)

Artikel Terkait