PROGRAM HAMIL
28 Oktober 2019

Tanpa Gejala, Azoospermia Bisa Menjadi Penyebab Kesulitan Hamil

Cairan semen yang terlihat normal, belum tentu mengandung sperma yang memadai untuk pembuahan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Keberhasilan untuk mencapai kehamilan, tentu tidak lepas dari telur wanita dan sperma pria.

Namun bagaimana jika cairan semen yang terlihat normal dan dikeluarkan pria saat ejakulasi, rupanya tidak mengandung sel-sel sperma yang dibutuhkan untuk pembuahan?

Itulah kondisi yang disebut dengan azoospermia. Meski terdengar seperti tanpa harapan untuk memiliki keturunan, namun azoospermia dapat disembuhkan dan memberi peluang kehamilan.

1. Sekilas Tentang Azoospermia

1 Sekilas Tentang Azoospermia.jpg

Foto: kingsfertility.co.uk

Ada dua jenis azoospermia, yaitu obstruktif dan nonobstuktif. “Saat seseorang mengidap tipe obstruktif, itu berarti sperma diproduksi dalam testis, namun terhambat dan tidak dapat keluar,” ungkap Kepala Ahli Bedah di Departemen Kedokteran Reproduksi Pria di Rumah Sakit New York Presbyterian, Weill Cornell Medical Center, New York City, Marc Goldstein, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Sedangkan jenis azoospermia nonobstruktif terletak pada bagian produksi, di mana sperma tidak dibuat. Penyebab azoospermia tidak diketahui pasti, namun ada kemungkinan hubungan genetik langka yang dapat mengganggu produksi dan pergerakan sperma.

Baca Juga: Benarkah Terlalu Kurus Jadi Sulit Hamil?

Contohnya pada azoospermia obstrukstif, beberapa kasus pria lahir tanpa saluran yang mengarahkan sperma dari testis ke penis atau disebut dengan vas deferens. Kebanyakan pria dengan kondisi ini juga membawa gen kistik fibrosis.

Sedangkan azoospermia nonobstruktif biasanya terjadi karena kromosom abnormal akibat dari kondisi lainnya, seperti sindrom Klinefelter, disfungsi pituari yang menyebabkan produksi hormon rendah, dan operasi tertentu (misalnya prostat dan perbaikan hernia).

“Kondisi medis seperti diabetes juga dapat menyebabkan aliran semen berjalan balik atau ejakulasi mundur,” ungkap endokrinologi reproduksi dan Direktur Medis di HRC Fertility, Michael Feinman, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Pasien kanker yang perlu menjalani radiasi dan kemoterapi juga dapat mengidap azoospermia karena kedua perawatan ini menghancurkan sel penghasil sperma.

Tidak hanya itu, penggunaan testosteron berlebihan juga dapat mengakibatkan azoospermia sementara hingga permanen.

2. Gejala dan Diagnosis Azoospermia

2 Gejala dan Diagnosis Azoospermia.jpg

Foto: verywellfamily.com

Secara garis besar, tidak ada gejala khusus yang menandakan Dads mengidap azoospermia. Namun pada beberapa kasus, pria yang mengidap azoospermia memiliki testis kecil atau struktur pembengkakan pada testis.

“Azoospermia biasanya terdiagnosa saat pasangan mulai mengetahui bahwa mereka tidak dapat memiliki keturunan,” ungkap Direktur Kedokterteran dan Operasi Reproduksi Pria serta asisten profesor di Departemen Urologi, Stanford University School of Medicine, Michael Eisenberg, M.D., seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: Ternyata 3 Kelainan Rahim Ini Bikin Sulit Hamil

Cara mendiagnosis azoospermia dapat dilakukan dengan analisis sperma dan cairan semen. Dads akan diminta untuk memberikan sample sperma dan Dokter akan menganalisis jumlah, bentuk, pergerakan dan variabel sperma.

“Secara general, jumlah sperma dengan bentuk normal yang tinggi menunjukkan tingginya fertilitas,” ungkap ahli urologi dengan spesialisasi pengobatan reproduksi pria dan mikrobedah di Raleigh, North Carolina, Stephen Shaban, MD, seperti dikutip dari webmd.com.

Jika hasilnya menunjukkan tidak adanya sperma dalam cairan semen, itu menunjukkan Dads mengidap azoospermia.

3. Perawatan dan Pencegahan Azoospermia

3 Perawatan dan Pencegahan Azoospermia.jpg

Foto: throughlinegroup.com

Perawatan akan azoospermia tergantung pada penyebab utama dari kondisi yang mendasari.

Misalnya jika azoospermia terjadi karena infeksi menular seksual (seperti epididimitis) atau karena perbaikan hernia yang ternyata melukai vas deferens, maka dapat diperbaiki dengan mikrobedah.

Baca Juga: Apa Benar Ibu Hamil Obesitas Akan Sulit Melahirkan?

Tindakan operasi juga biasa akan diberlakukan jika azoospermia disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pembawa cairan semen dan sperma.

Pencegahan terhadap azoospermia juga dapat dilakukan dengan menjaga diri dari penyakit menular seksual dan mendapatkan perawatan sesegera mungkin jika mengalami penyakit infeksi kelamin.

Dads juga direkomendasikan untuk menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, testosteron dan steroid anabolik.

Artikel Terkait