GAYA HIDUP
26 Mei 2020

Berikut Ini Makna, Niat, dan Tata Cara Melakukan Puasa Syawal

Ketahui makna dari puasa Syawal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Setelah berpuasa di bulan Ramadan selama 30 hari lamanya, umat Muslim memiliki sunnah untuk melakukan ibadah puasa Syawal. Di bulan ini, Moms dan Dads dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal.

Lalu, seperti apa tata cara, niat, serta makna dari melakukan puasa Syawal ini? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Mengantuk Saat Puasa, Kenali Penyebab dan Cara Menghindarinya

Makna Melakukan Puasa Syawal

tata cara puasa Syawal2.jpg

Foto: lancasteronline.com

Mengutip Muslim.or.id, bagi umat Muslim yang berpuasa di bulan Ramadan dengan sempurna dan dilanjutkan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal, maka akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh.

Menurut sabda Nabi Muhammad SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164).

Karena itu bila Moms ingin melakukan ibadah puasa Syawal, berikut ini tata cara melakukan ibadah puasa Syawal, beserta niat dan juga aturan-aturannya.

Baca Juga: Makanan untuk Pengidap Diabetes saat Puasa, ini yang Perlu Dihindari dan Harus Dikonsumsi

Niat untuk Puasa Syawal

tata cara puasa Syawal.jpg

Foto: nus.edu.sg

Mengutip NU Online, berikut ini lafal niat dari puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Bila Moms secara mendadak di pagi hari ingin mengamalkan puasa Syawal, maka boleh melafalkan niatnya saat itu juga.

Tetapi, Moms juga bisa melafalkan niat puasa Syawal di siang hari, selama belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Berikut ini lafal sunnah puasa Syawal di siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

Baca Juga: Kenali Pengaruh Puasa untuk Ibu Menyusui

Tata Cara Melakukan Puasa Syawal

tata cara puasa Syawal3.jpg

Foto: oakland.edu

Jika hendak melaksanakan ibadah puasa Syawal, berikut ini beberapa aturan dan tata cara dalam melakukan puasa Syawal:

1. Dilakukan Selama Enam Hari

Seperti dalam hadist yang disebutkan sebelumnya, puasa Syawal dilakukan selama enam hari dan mendapatkan pahala layaknya puasa selama setahun penuh.

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim).

2. Boleh Berniat Setelah Terbit Fajar

Berbeda dengan puasa wajib yang melafalkan niat di malam hari, tata cara puasa Syawal bisa mengucapakan niat setelah terbit fajar, dan bahkan bisa di siang hari. Imam An-Nawawi mengatakan:

"Hadist ini merupakan dalil bagi jumhur ulama bahwa dalam puasa sunah boleh menghadirkan niat di siang hari sebelum zawal (matahari mulai bergeser dari tegak lurus)."

3. Dianjurkan Melakukannya Sehari Setelah Idul Fitri

Bagi Moms yang ingin melakukan ibadah puasa Syawal, maka dianjurkan untuk melaksanakan tata cara puasa Syawal sehari setelah Idul Fitri. Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin Rahimahullah berkata:

"Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fitri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan."

Tetapi ingat, sebelum beribadah puasa Syawal, pastikan puasa Ramadan telah dilakukan secara sempurna tanpa ada yang kurang. Jika Moms masih ada 'hutang' puasa Ramadan, lebih baik dilunasi terlebih dahulu.

Baca Juga: 7 Cara Mendidik Anak Perempuan dalam Islam, Yuk Amalkan!

4. Tidak Harus Dilakukan Secara Berurutan

Berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadan, tata cara puasa Syawal tidak disyaratkan harus dilakukan secara berurutan. Moms bisa melakukannya secara terpisah-pisah harinya. Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan,

"Puasa enam hari di bulan Syawal telah sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan boleh mengerjakannya secara mutatabi'ah (berurutan) atau mutafarriqah (terpisah-pisah)."

5. Usahakan Menunaikan Qodho Puasa Lebih Dulu

Terlepas dari pahala yang didapat, lebih penting untuk melakukan qodho puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan tata cara ibadah puasa Syawal. Seperti Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah yang berkata:

"Siapa yang mempunyai kewajiban qodho' puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho'nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho' itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal."

Moms harus melakukan qodho puasa terlebih dahulu sebelum melakukan puasa Syawal. Ini karena pahala yang didapat dari puasa Syawal tidak bisa digapai jika menunaikan qodho' puasanya di bulan Syawal.

Itu dia Moms, makna, niat, dan tata cara melakukan ibadah puasa Syawal.

Baca Juga: Ini Hukum Menggunakan Makeup dalam Islam, Wajib Tahu!

Artikel Terkait