KESEHATAN
23 September 2020

Tekanan Darah Normal Ibu Hamil, Ini Penjelasan dan Cara Menjaganya

Berapa tekanan darah normal ibu hamil tiap trimesternya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Dina Vionetta

Apakah Moms termasuk orang yang rutin memeriksa tekanan darah?

Moms yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil mungkin merasa harus waspada dengan tekanan darah tinggi yang katanya dapat menyebabkan berbagai masalah untuk ibu dan janin.

Namun, berapa sebetulnya tekanan darah normal ibu hamil?

Tekanan Darah Normal secara Umum

Tekanan Darah Normal secara Umum.jpg

Foto: freepik.com

Jika Moms memiliki alat pengukur tekanan darah atau tensimeter di rumah, Moms akan menemukan dua angka yang menunjukkan tekanan darah sistolik (atas) dan diastolik (bawah).

Tekanan darah sistolik adalah tekanan tertinggi ketika jantung berdetak dan mendorong darah ke seluruh tubuh. Angka yang di bawahnya adalah tekanan darah diastolik, yaitu tekanan terendah ketika jantung beristirahat di antara setiap detak.

Tekanan darah normal yang dianggap ideal berada di antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Ketika salah satu dari kedua angka ini lebih tinggi atau lebih rendah dari angka tekanan darah yang dianggap normal, dapat menjadi pertimbangan diagnosa apakah Moms mengalami darah tinggi (hipertensi) atau darah rendah (hipotensi).

Menurut hasil penelitian American Journal of Hypertension, selama hamil 10-15% ibu hamil akan menunjukkan satu atau lebih angka tekanan darah yang tinggi.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah faktor risiko yang besar untuk ibu dan janin. Tekanan darah juga biasanya dapat berkurang pada awal kehamilan. Maka, referensi tekanan darah pada wanita hamil dengan wanita tidak hamil tak dapat dibandingkan.

Tekanan darah yang sedikit berubah-ubah saat hamil adalah kondisi yang normal yang dialami oleh para ibu hamil. Akibat hormon progesteron yang tinggi saat mengandung, pembuluh darah menjadi lebih lebar dan membuat tekanan darah dapat turun pada trimester pertama dan kedua.

Tekanan darah paling rendah akan terjadi di tengah kehamilan dan perlahan naik kembali normal pada trimester terakhir. Saat trimester akhir ini, ibu hamil telah membuat darah lebih banyak, cukup untuk dipompa ke seluruh tubuh.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

1. Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 1

Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 1.jpg

Foto: freepik.com

Umumnya, wanita di awal kehamilan akan melakukan kunjungan pertama ke dokter pada umur kehamilan 12 minggu. Pemeriksaan tekanan darah saat pertama kali mengunjungi dokter kandungan bertujuan untuk mengidentifikasi gejala pada ibu hamil dengan hipertensi kronis (tekanan darah tinggi).

Tekanan darah normal ibu hamil saat trimester 1 menurut jurnal American Journal of Hypertension adalah kurang lebih 118/73 mmHg. Angka ini diambil dari nilai rata-rata responden penelitian mereka.

Tekanan darah di awal kehamilan dapat lebih tinggi dari sebelum hamil karena tubuh memproduksi ekstra darah untuk menutrisi bayi dalam kandungan. Akibatnya, jantung akan berusaha lebih keras memompa darah yang lebih banyak, membuat tekanan darah sedikit lebih tinggi. Setelah 20 minggu, jika tekanan darah masih tinggi dan/atau terdapat proteinuria (urin mengandung protein), gejala-gejala ini dapat mengindikasikan preeklampsia.

2. Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 2

Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 2 .jpg

Foto: freepik.com

Tidak berbeda dengan sebelumnya, tekanan darah normal ibu hamil saat trimester 2 rata-rata masih berada di sekitar 117/73 mmHg. Saat bulan-bulan awal kehamilan, tekanan darah ibu hamil umumnya turun, seiring dengan naiknya volume darah dan tubuh mempersiapkan diri untuk bayi.

American Heart Association (AHA) mengidentifikasi pada 24 minggu pertama di awal kehamilan, ibu hamil dapat menunjukkan gejala tekanan darah rendah, misalnya pusing, pingsan, pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, kulit terasa dingin saat disentuh, bernapas cepat, kelelahan, dan dehidrasi.

Apabila sebelumnya Moms tidak pernah mengukur tekanan darah kemudian ditemukan tekanan darah Moms cukup tinggi (sebelum minggu ke-20), Moms kemungkinan telah memiliki kondisi hipertensi dari sebelum hamil.

Dokter kandungan akan menganggap Moms masuk dalam kategori hipertensi kronis dan akan memantau tekanan darah Moms lebih sering. Alasannya, terdapat risiko lebih tinggi pada ibu hamil yang memiliki kondisi tekanan darah tinggi, seperti kelahiran preterm, preeklampsia, bayi lahir dengan berat yang kurang, dan beberapa risiko lainnya.

Baca Juga: Tekanan Darah Rendah Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

3. Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 3

Tekanan Darah Normal Ibu Hamil Saat Trimester 3.jpg

Foto: freepik.com

Tekanan darah normal ibu hamil semakin mendekati referensi tekanan darah normal sebelum hamil, yaitu pada angka rata-rata 121/80 mmHg.

Dalam penelitian Blood Pressure Variation Throughout Pregnancy According to Early Gestational BMI, ditemukan data terkait pola naik turunnya tekanan darah selama kehamilan.

Penelitian ini menemukan tekanan darah sistolik dan diastolik menurun pada awal dan tengah kehamilan, kemudian naik kembali 30-45 hari setelah melahirkan.

Hasil penelitian ini juga menemukan peran indeks massa tubuh (IMT) pada tekanan darah sistolik dan diastolik, menyoroti pentingnya variabel ini sebagai pertimbangan pada penelitian mengenai tekanan darah saat kehamilan serta saat pengawasan pemeriksaan prenatal.

Tips Menjaga Tekanan Darah Normal Ibu Hamil

Tips Menjaga Tekanan Darah Normal Ibu Hamil.jpg

Foto: freepik.com

Menjaga tekanan darah tidak selalu mudah atau memungkinkan bagi sebagian orang. Tekanan darah yang tinggi pada ibu hamil juga dapat dipengaruhi beberapa faktor, misalnya saja white coat effect.

White coat atau jas putih merujuk pada seragam dokter yang biasanya mengenakan jas berwarna putih.

Bagi sebagian orang, memeriksakan diri dan menghadapi dokter dapat memicu kegugupan atau kecemasan, sehingga detak jantung dapat naik dan tekanan darah menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Namun, mencegah tekanan darah tinggi sebelum kehamilan bukanlah hal yang tidak mungkin. Untuk mencegah tekanan darah tinggi, hal-hal yang dapat Moms lakukan adalah:

  • Konsultasi dengan dokter saat merencanakan kehamilan, agar dapat mengelola atau mengetahui kondisi kesehatan yang menjadi masalah dan dapat segera diambil langkah penanganan.
  • Rutin kontrol ke dokter kandungan sesuai jadwal yang direkomendasikan.
  • Jika sedang dalam proses pengobatan, pastikan semua obat-obatan aman dilanjutkan saat hamil.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat.
  • Berolahraga rutin.
  • Bagi Moms yang merasakan kecemasan white coat effect, dapat mencoba berlatih relaksasi sebelum ke dokter atau di ruang tunggu agar mengurangi kecemasan berlebih.

Baca Juga: 7 Makanan Ini Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Cepat

Lain halnya dengan Moms yang mengalami kondisi tekanan darah rendah. Moms dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang terbaik. Tetapi pada umumnya, perawatan bagi ibu hamil yang memiliki tekanan darah rendah adalah:

  • Mengurangi jumlah garam dalam menu makanan sehari-hari (sebelum hamil).
  • Lebih banyak minum air.
  • Berolahraga dengan intensitas ringan atau sedang.
  • Bangun perlahan dari posisi duduk atau tidur.
  • Menghindari minuman beralkohol.

Tekanan darah yang naik dan turun pada masa kehamilan mungkin membuat Moms khawatir, apalagi jika sebelumnya Moms tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi atau rendah. Walaupun begitu, kebanyakan tekanan darah ibu hamil akan kembali normal setelah melahirkan dan bayi pun juga lahir dengan sehat.

Apabila Moms merasakan gejala-gejala yang tidak biasa pada masa kehamilan, selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa yang normal dan yang tidak, ya!

Artikel Terkait