3-12 BULAN
8 Juli 2019

Telur Setengah Matang untuk Bayi, Amankah?

Sebabkan keracunan makanan pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Telur direkomendasikan sebagai salah satu makanan pertama yang sangat baik untuk bayi, meskipun telur termasuk sebagai 8 makanan penyebab alergi paling umum pada bayi dan anak-anak. Lalu bagaimana cara terbaik untuk menyajikannya? Bolehkah memberikan telur setengah matang untuk bayi? Amankah?

Baca Juga: Unik! 10 Negara Ini Punya 10 Olahan Telur yang Berbeda

Telur Setengah Matang untuk Bayi Berpotensi Mengandung Bakteri Salmonella

telur setengah matang untuk bayi

Mengutip Babycenter, Dr. Pankaj Vohra, Ahli gastroenterologi pediatrik di Baby Center India, mengungkapkan bahwa tidak boleh memberikan telur setengah matang untuk bayi.

Pasalnya, telur mentah dan setengah matang terkadang mengandung bakteri salmonella dan dapat menyebabkan keracunan makanan jika dikonsumsi oleh bayi dan balita.

Bakteri salmonella dalam telur dapat menyebabkan infeksi pada bayi. Salmonella Enteritidis hilang ketika telur telah benar-benar matang. Proses merebus yang hanya setengah matang tidak cukup untuk membunuh bakteri Salmonella Enteritidis.

Kebanyakan orang dewasa sembuh tanpa perawatan. Tetapi, bayi, lansia, dan mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah berisiko mengalami penyakit serius akibat infeksi dari bakteri ini.

Telur yang kurang matang dan sejumlah makanan yang mengandung telur setengah matang juga dapat menjadi sumber bakteri salmonella. Jadi, telur setengah matang untuk bayi atau anak-anak tidak dianjurkan.

Baca Juga: 6 Manfaat Telur untuk MPASI Bayi dan Resepnya

Bagaimana Cara Aman Memberikan Telur untuk Bayi?

telur setengah matang untuk bayi

Sebagaimana dikutip dari Healthline, cara yang aman dalam menyajikan telur untuk bayi adalah dengan terlebih dahulu mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan telur mentah. Selain itu, bagian putih dan kuning telur juga harus dimasak sampai benar-benar matang.

Simpan telur dalam kulkas segera setelah dibeli dan gunakan dalam waktu maksimal 3 minggu setelah pembelian. Setiap hidangan yang mengandung telur juga harus dimasak dengan suhu 160 derajat Fahrenheit atau dibuat menggunakan telur yang dipasteurisasi.

Baca Juga: Berapa Banyak Telur yang Boleh Dikonsumsi Anak Setiap Harinya?

Pemberian Telur dan Reaksi Alergi Pada Bayi

telur setengah matang untuk bayi

Dokter anak merekomendasikan agar orang tua menunggu memberikan putih telur pada bayi sampai setelah mereka berusia 12 bulan. Hal tersebut dikarenakan sekitar 2% bayi di bawah 1 tahun cenderung memiliki alergi terhadap telur.

Kuning telur tidak mengandung protein yang terkait dengan reaksi alergi. Namun, putih telur mengandung protein yang berpotensi menghasilkan reaksi alergi, mulai dari ringan hingga parah. Jika bayi alergi terhadap protein ini, mereka mungkin menunjukkan berbagai gejala khas.

Dahulu para peneliti percaya bahwa memberikan telur untuk bayi terlalu dini dapat memicu reaksi alergi. Tetapi, sebuah penelitian pada 2010 yang dilakukan terhadap hampir 2.600 bayi menemukan bahwa yang terjadi adalah sebaliknya.

Bayi yang mengonsumsi telur setelah berusia 1 tahun sebenarnya lebih mungkin mengembangkan alergi telur dibandingkan dengan bayi-bayi yang diperkenalkan dengan telur pada usia 4-6 bulan.

Telur memang bagus dimasak sebagai MPASI bayi ya, Moms. Tetapi para ahli dan dokter anak menganjurkan agar Moms tidak memberikan telur setengah matang untuk bayi karena tidak aman dan dapat menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri salmonella. Apakah Moms punya resep rahasia dalam menyajikan MPASI telur?

(RGW)

Artikel Terkait