NEWBORN
25 Februari 2019

Bukan Daging yang Jadi Sumber Protein Terbaik, Tapi Telur, Kok Bisa?

Sejak usia 6 bulan, Si Kecil sudah bisa dikenalkan dengan telur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur
Disunting oleh Andra Nur

Siapa yang suka mengonsumsi telur? Jika iya, selamat karena Moms telah mengonsumsi sumber makanan paling baik di dunia. Lho kok bisa?

Telur merupakan bahan makanan yang sangat bernutrisi. Bahkan banyak orang menyebut telur sebagai multivitamin alami.

Telur juga mengandung antioksidan yang unik dan nutrisi kuat untuk otak yang banyak orang kekurangan.

Alasan Mengapa Telur Disebut Makanan Paling Sehat di Dunia

sunny side up eggs hero

Foto: myrecipes.com

Berikut ini ada beberapa alasan mengapa telur disebut-sebut sebagai bahan makanan paling menyehatkan di dunia. Disimak ya Moms!

1. Telur Utuh Merupakan Makanan Paling Bernutrisi di Dunia

Satu telur utuh mengandung berbagai nutrisi yang menakjubkan. Telur mengandung vitamin, mineral, protein berkualitas tinggi, lemak baik dan berbagai nutrisi lain.

Telur juga mengandung sejumlah kecil hampir setiap vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, termasuk kalsium, zat besi, kalium, seng, mangan, vitamin E, folat, dan banyak lagi.

Telur besar mengandung 77 kalori, dengan 6 gram protein berkualitas, 5 gram lemak, dan sejumlah karbohidrat. Nutrisi ditemukan pada kuning telur, sedangkan putih sebagian besarnya adalah protein.

Baca Juga: Ketahui 4 Fakta Ini Sebelum Mengenalkan MPASI Telur untuk Bayi

2. Telur Bisa Meningkatkan Kolesterol Tapi Tidak Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Banyak orang menilai bahwa konsumsi telur harus dijaga karena bisa meningkatkan kolesterol. Satu telur besar mengandung 212 mg kolesterol. Angka ini sangat besar dibandingkan dengan kebanyakan makanan lainnya.

Namun, sumber makanan kolesterol memiliki efek minimal pada kadar kolesterol dalam darah. Hati sebenarnya menghasilkan kolesterol setiap harinya. Jumlah yang dihasilkan tergantung pada seberapa banyak kita makan.

Jika mendapatkan banyak kolesterol dari makanan, hati akan menghasilkan lebih sedikit kolesterol. Sebaliknya, jika tidak makan kolesterol, hati akan menghasilkan lebih banyak.

Telur meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan mereka cenderung mengubah kolesterol LDL (jahat) menjadi subtipe besar yang tidak terkait kuat dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Satu studi menemukan bahwa makan 3 telur utuh per hari mengurangi resistensi insulin, meningkatkan HDL, dan meningkatkan ukuran partikel LDL pada orang dengan sindrom metabolik.

3. Telur Kaya Akan Kolin, Nutrisi Penting untuk Otak

Kolin adalah nutrisi yang kurang dikenal yang sering dikelompokkan dengan vitamin B-kompleks. Kolin adalah nutrisi penting untuk kesehatan manusia dan diperlukan untuk berbagai proses dalam tubuh.

Kolin diperlukan untuk mensintesis neurotransmitter asetilkolin dan juga merupakan komponen membran sel.

Asupan kolin yang rendah berdampak pada meningkatnya risiko penyakit hati, penyakit jantung, dan gangguan neurologis.

Nutrisi ini mungkin sangat penting bagi ibu hamil. Studi menunjukkan bahwa asupan kolin yang rendah dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf dan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada bayi.

Sumber kolin terbaik dalam makanan adalah kuning telur dan hati sapi. Satu telur besar mengandung 113 mg kolin.

Baca Juga: Unik! 10 Negara Ini Punya 10 Olahan Telur yang Berbeda

4. Telur Mengandung Asam Amino Terbaik

Protein adalah blok bangunan utama tubuh dan melayani tujuan struktural dan fungsional. Mereka terdiri dari asam amino yang dihubungkan bersama kemudian dilipat menjadi bentuk kompleks.

Ada sekitar 21 asam amino yang digunakan tubuh untuk membangun proteinnya. Sembilan di antaranya tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Mereka dikenal sebagai asam amino esensial.

Kualitas sumber protein ditentukan oleh jumlah relatif asam amino esensial ini. Sumber protein yang mengandung semuanya dalam rasio yang tepat adalah sumber protein berkualitas tinggi.

Telur adalah salah satu sumber protein terbaik dalam makanan. Bahkan, nilai biologis (ukuran kualitas protein) sering dievaluasi dengan membandingkannya dengan telur, yang diberi skor sempurna 100.

5. Telur Mengandung Lutein dan Zeaxanthin yang Melindungi Mata

Ada dua antioksidan dalam telur yang dapat memiliki efek perlindungan yang kuat pada mata, yakni lutein dan zeaxanthin. Keduanya ditemukan di kuning telur.

Lutein dan zeaxanthin cenderung menumpuk di retina, bagian sensoris mata, tempat mereka melindungi mata dari sinar matahari yang berbahaya.

Antioksidan ini secara signifikan mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak, yang merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan pada orang tua.

Dalam satu studi, makan 1,3 kuning telur per hari selama 4,5 minggu meningkatkan kadar zeaxanthin dalam darah sebesar 114-142 persen dan lutein sebesar 28-50 persen (21).

6. Sarapan Telur Bisa Membantu Menurunkan Lemak Tubuh

Telur mengandung sedikit karbohidrat, tapi banyak protein dan lemak. Dalam indeks kekenyangan, telur mendapatkan nilai tinggi.

Karena alasan itu juga, menyantap telur sebagai sarapan bisa membantu menurunkan lemak tubuh.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang makan telur untuk sarapan merasa kenyang lebih lama dan lebih sedikit mengonsumsi telur di sisa hari.

Baca Juga: 5 Manfaat Makan Sebutir Telur Untuk Sarapan Anak Setiap Hari

Kenalkan Sejak Dini pada Anak

hard boiled eggs

Foto: momjunction.com

Dengan segala kelebihannya, telur harus dikenalkan sedini mungkin pada Si Kecil Moms. Menurut Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, pakar nutrisi, telur sudah bisa dikenalkan pada Si Kecil sejak usia 6 bulan atau ketika mulai MPASI.

“Anak makan telur itu harus dibiasakan. Kuningnya dicoba sedikit-sedikit. Lalu lihat reaksinya,” tutur Profesor Tati.

Profesor Tati mengatakan, banyak orang tua yang ragu memberikan telur pada anak mereka di awal MPASI. Takut alergi menjadi alasannya. Padahal, tidak semua bagian telur merupakan pemicu alergi.

“Kuning telur itu tidak menyebabkan alergi. Yang menyebabkan alergi itu justru putihnya. Jadi, perkenalkan kuningnya dulu sedikit-sedikit,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kuning telur mengandung banyak kolesterol. Anak membutuhkan kolesterol tersebut untuk tumbuh. Kuning telur juga mengandung vitamin D dan banyak kalsium. Sementara putihnya mengandung protein yang terkadang menimbulkan reaksi alergi.

Lantas, berapa banyak Si Kecil boleh mengonsumsi telur setiap harinya? Menurut Profesor Tati, satu butir telur sehari untuk Si Kecil sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisinya.

“Tidak masalah mau negeri atau kampung. Sebetulnya sama saja,” terangnya.

Ternyata, untuk mendapatkan makanan bernutrisi baik tidak perlu keluar uang banyak ya Moms. Telur yang harganya murah pun ternyata malah paling menyehatkan. Apakah Moms sudah memberikan asupan telur untuk buah hati?

(AND)

Artikel Terkait