KESEHATAN
2 Agustus 2019

Terapi Bekam, Menyembuhkan atau Tidak?

Sayangnya, masih belum banyak penelitian yang membuktikan efektivitas bekam untuk kesehatan
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada banyak praktik tradisional yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan, salah satunya adalah terapi bekam.

Terapi bekam merupakan praktik tradisional Tiongkok dan Timur Tengah yang dilakukan dengan menempatkan cangkir pada titik-titik tertentu pada kulit seseorang. Cangkir-cangkir tersebut kemudian mengisap kulit seseorang.

Bekam biasanya meninggalkan memar bundar pada kulit, di mana pembuluh darah mereka pecah setelah terpapar dengan efek sedot dari prosedur ini.

Bekam dianggap dapat meningkatkan sirkulasi darah ke area tempat cangkir diletakkan. Hal ini dapat meredakan ketegangan otot, meningkatkan aliran darah secara keseluruhan dan mendorong perbaikan sel.

Selain itu, bekam juga dapat membantu membentuk jaringan ikat baru dan membuat pembuluh darah baru di jaringan.

Jenis-jenis Bekam

bekam-1.jpg

Bekam pada awalnya dilakukan dengan menggunakan tanduk binatang. Kemudian, orang mulai menciptakan "cangkir" yang terbuat dari bambu dan kemudian keramik.

Daya isap pada bekam diciptakan melalui penggunaan panas. Cangkir awalnya dipanaskan dengan api dan kemudian dioleskan ke kulit. Saat mendingin, cangkir-cangkir itu menarik kulit di dalamnya.

Di zaman modern, bekam sering dilakukan menggunakan cangkir kaca yang bulat seperti bola dan terbuka di satu ujungnya.

Ada dua jenis bekam yang dilakukan:

  • Bekam kering, yang hanya mengisap
  • Bekam basah, dapat melibatkan isapan dan kontrol terhadap perdarahan

Baca Juga: Terapi Hormon untuk Hamil, Efektifkah?

Apakah Bekam Efektif Menyembuhkan Kondisi Kesehatan?

Mengutip Healthline, menurut sebuah makalah studi dalam jurnal PLoS One, praktisi bekam mengklaim bahwa bekam bekerja dengan menciptakan hiperemia atau hemostasis di sekitar kulit seseorang.

Ini berarti, bekam bekerja dengan meningkatkan atau mengurangi aliran darah seseorang di bawah cangkir yang dipanaskan tersebut.

Banyak dokter menganggap terapi bekam sebagai terapi komplementer, yang berarti banyak yang tidak mengenalinya sebagai bagian dari pengobatan Barat. Tetapi bukan berarti bahwa bekam tidak efektif.

Sayangnya, belum ada penelitian yang cukup berkualitas untuk membuktikan apakah bekam efektif mengatasi kondisi kesehatan tertentu.

Para ilmuwan telah mengaitkan terapi bekam dengan berbagai manfaat kesehatan, meskipun perlu ada penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah bekam efektif sebagai pengobatan.

Kondisi yang Dapat Diobati dengan Bekam

bekam-2.jpg

Bekam telah digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan. Ini mungkin sangat efektif untuk meredakan kondisi yang membuat nyeri, dan nyeri otot.

Praktik bekam mungkin efektif untuk mengobati masalah pencernaan, masalah kulit, dan kondisi lain yang biasanya diobati dengan akupresur.

Sebuah tinjauan studi 2012 oleh PLoS One menunjukkan kelebihan penyembuhan terapi bekam mungkin lebih dari sekadar efek plasebo.

Para peneliti menemukan bahwa terapi bekam dapat membantu dengan kondisi berikut, antara lain:

  • Herpes zoster
  • Kelumpuhan wajah
  • Batuk dan dispnea (short of breath)
  • Jerawat
  • Herniasi lumbal
  • Spondylosis serviks

Namun, diakui oleh penulis penelitan tersebut bahwa sebagian besar dari 135 studi diulas mengandung tingkat bias yang tinggi. Butuh lebih banyak penelitian untuk menilai efektivitas bekam yang sebenarnya.

Baca Juga: Terapi Pijat Untuk Meningkatkan Kesuburan

Risiko Terapi Bekam

Mengutip Medical News Today, orang yang menjalani terapi bekam melihat dari dekat bahwa kulitnya tersebut disedot dalam cangkir. Efek kemerahan pada kulit membuat bekam dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada kulit.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), efek samping dari bekam dapat meliputi:

  • Perubahan warna kulit yang permanen
  • Jaringan parut
  • Terbakar
  • Infeksi

Jika seseorang memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis, bekam dapat memperburuk area tempat praktisi menggunakan cangkir.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami perdarahan internal atau anemia, jika praktisi mengambil terlalu banyak darah selama bekam basah.

Menurut sebuah makalah studi dalam Journal of Acupuncture and Meridian Studies, bekam juga dapat menyebabkan:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Pingsan
  • Mual
  • Insomnia

Karena rendahnya kualitas penelitian yang mengkaji terapi bekam, sulit untuk mengetahui seberapa umum efek samping ini.

Jika seseorang mengalami efek samping di atas setelah melakukan terapi bekam, disarankan untuk berbicara dengan profesional medis.

Beberapa orang mungkin memiliki kondisi kesehatan, seperti masalah pembekuan darah, yang membuat bekam terapi yang kurang ideal untuk dilakukan.

Jadi, apakah Moms sudah pernah mencoba terapi bekam atau belum?

Artikel Terkait