KESEHATAN
24 Februari 2020

Terapi untuk Pneumonia, Ini Penjelasannya

Setelah sembuh dari penyakit pneumonia, kita harus memastikan bahwa penyakit ini tidak akan kambuh kembali
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak penjelasan tentang terapi untuk pneumonia.

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Biasanya jenis penyakit ini dikenal juga dengan nama paru-paru basah.

Ketika kita didiagnosis dengan penyakit pneumonia, dokter tentu akan langsung membuat rencana terapi untuk kita. Berdasarkan jurnal artikel Lung Health and Disease, terapi untuk pneumonia ini tergantung pada jenis pneumonia yang diderita, seberapa sakit yang rasakan, usia, dan apakah ada masalah kesehatan lainnya.

Tujuan terapi yang diberikan biasanya untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah komplikasi. Penting untuk mengikuti rencana terapi dengan hati-hati hingga kita sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Pelatih Juventus Menderita Pneumonia, Bagaimana Cara Menanganinya?

Ini dia penjelasan tentang terapi untuk pneumonia

Terapi untuk Pneumonia

penyakit pneumonia

Foto: webmd.com

Minumlah obat yang telah diresepkan oleh dokter. Dilansir dari American Lung Association, jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, maka dokter biasanya akan memberikan antibiotik.

Penting untuk meminum semua antibiotik hingga sembuh, walaupun mungkin akan mulai terasa lebih baik setelah beberapa hari.

Jika berhenti meminumnya, Moms berisiko terinfeksi kembali, dan infeksi ini akan meningkatkan kemungkinan kuman yang kebal terhadap pengobatan di masa mendatang.

Antibiotik tidak bekerja melawan virus. Jika Moms menderita pneumonia virus, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus untuk mengobatinya.

Namun, kadang-kadang, mengendalikan dan istirahat adalah semua yang tubuh perlukan.

Sebagian besar orang dapat mengatasi gejala seperti demam dan batuk di rumah dengan mengikuti langkah-langkah ini:

Baca Juga: Demam Scarlet Pada Balita: Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya

  • Kontrol demam dengan mengonsumsi aspirin, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID, seperti ibuprofen atau naproxen), atau asetaminofen. Tapi ingat jangan memberikan aspirin kepada anak-anak.
  • Minum banyak cairan untuk membantu melonggarkan sekresi dan mengeluarkan dahak.
  • Batuk adalah salah satu cara tubuh Anda bekerja untuk menghilangkan infeksi. Jika batuk menghalangi kita untuk mendapatkan istirahat yang dibutuhkan, tanyakan kepada dokter tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperoleh bantuan.
  • Minumlah minuman hangat, mandi uap, dan gunakan pelembab udara untuk membantu membuka saluran udara dan memudahkan pernapasan.
  • Jauhi asap untuk membiarkan ruang agar paru-paru sembuh. Ini termasuk hindari merokok, asap bekas, atau asap kayu.

Pemulihan untuk Pneumonia

penyakit pneumonia

Foto: verywellhealth.com

American Lung Association mengatakan bahwa mungkin perlu waktu untuk pulih dari pneumonia. Beberapa orang merasa lebih baik dan dapat kembali ke rutinitas normal mereka dalam seminggu. Sedangkan pada orang lain, bisa memakan waktu hingga sebulan atau lebih.

Kebanyakan orang akan terus merasa lelah selama sekitar satu bulan. Istirahat yang cukup penting untuk mempertahankan kemajuan agar bisa sepenuhnya pulih dan menghindari kekambuhan.

Baca Juga: Info Buat yang Hobi Begadang, Ini Manfaat Tidur Cukup dan Berkualitas

Coba bicarakan dengan dokter tentang kapan waktu yang tepat untuk kita dapat kembali ke rutinitas normal seperti biasanya.

Ketika sedang berada dalam masa terapi untuk pneumonia ini, cobalah untuk membatasi kontak dengan keluarga dan teman. Hal ini berguna untuk membantu mencegah kuman menyebar ke orang lain.

Tutupi mulut dan hidung ketika batuk, segera buang tisu dalam wadah limbah tertutup dan sering-seringlah mencuci tangan.

Jika sudah menggunakan antibiotik, dokter akan memastikan bahwa rontgen dada Moms normal lagi setelah menghabiskan semua resep obat.

Itulah penjelasan tentang terapi untuk pneumonia agar penderita dan penyintasnya cepat pulih seperti sedia kala. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit ini, ya, Moms.

(AWD)

Artikel Terkait