PROGRAM HAMIL
10 Juni 2020

Ini Terapi Kesuburan untuk Program Hamil, Catat!

Coba kita cari tahu yuk, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Infertilitas, atau ketidakmampuan untuk memiliki anak, seringkali menyakitkan untuk para pasangan secara emosional. Pada beberapa orang, ketidaksuburan dapat menyebabkan kesedihan yang bisa sama besarnya seperti kesedihan karena kehilangan anak yang masih hidup.

Berbagai faktor dapat menyebabkan masalah kesuburan ini, dan dokter umumnya akan memeriksa kedua pasangan.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

Beberapa penyebab paling umum termasuk masalah dengan ovulasi, saluran tuba yang tersumbat, telur atau sperma yang tidak sehat, jumlah sperma yang rendah, ketidakseimbangan hormon, dan efek usia pada tubuh, dan sistem reproduksi.

Meski begitu, saat ini para pasangan yang mengalami masalah kesuburan mungkin sudah lebih terbuka dan tidak ragu untuk berbicara dengan terapis. Dengan begini, mereka bisa mendapatkan terapi kesuburan yang tepat untuk melakukan program hamil.

Terapi Kesuburan untuk Program Hamil

terapi kesuburan

Foto: Orami Photo Stock

“Sebenarnya ada banyak sekali pilihan terapi kesuburan yang dapat dilakukan saat menjalani program hamil bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas,” jelas dr. Shanty Olivia Jasirwan, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Menurut dr. Shanty, penentuan teknik yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab ketidaksuburan yang diderita oleh kedua pasangan atau salah satunya.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Memulai Program Hamil

Secara garis besar terapi kesuburan dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Terapi medikamentosa (obat-obatan)
  • Operatif
  • Teknologi reproduksi berbantu

Obat-obatan untuk terapi kesuburan yang sering diberikan dapat berupa obat hormon baik untuk pasangan perempuan dan laki-laki, antioksidan, dan vitamin.

Mengutip jurnal Infertility, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk terapi kesuburan dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, sakit kepala, dan muka memerah.

Sementara pembedahan dapat berupa pembedahan invasif minimal seperti laparoskopi dan histeroskopi, atau pembedahan berupa laparotomi (operasi besar), tergantung dengan penyebab ketidaksuburan.

Selain itu, teknologi reproduksi berbantu yang sering ditawarkan pada pasangan infertilitas dapat berupa inseminasi intrauterin, bayi tabung, ataupun pembedahan mikro untuk mendapatkan sperma pada laki-laki yang mengalami gangguan produksi sperma.

Baca Juga: Selain Makan Sehat, 5 Hal Ini Memaksimalkan Kualitas Sperma

"Terapi-terapi kesuburan tersebut dapat dilakukan secara terpisah atau kombinasi dan bersifat individual disesuaikan dengan penyebab gangguan kesuburan yang dialami setiap pasangan,” ungkap dr. Shanty.

Terpenting, jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter yang berspesialisasi dalam kehamilan dan/atau infertilitas untuk mengetahui perawatan mana yang terbaik untuk Moms dan pasangan.

Artikel Terkait