KESEHATAN
18 November 2020

Jangan Jijik Dulu, Kenali Manfaat dan Efek Samping Terapi Lintah

Pernah berpikir untuk melakukan terapi lintah? Ketahui manfaat dan efek sampingnya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Lintah sering dianggap sebagai hewan parasit karena meminum darah mamalia lain, termasuk manusia. Namun kemampuannya ini ternyata telah dijadikan terapi sejak berabad-abad lalu untuk mengatasi berbagai penyakit.

Manfaat Terapi Lintah

Tidak banyak orang yang mau dekat-dekat dengan lintah. Bentuknya yang mirip cacing, menggeliat dan berlendir, sukses membuat orang bergidik geli. Namun, hewan kecil ini telah banyak berjasa mengatasi berbagai penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh penggumpalan darah di dalam tubuh.

Umumnya terapi lintah digunakan sebagai pelengkap atau kombinasi dengan jenis terapi lainnya untuk mengatasi masalah kesehatan. Lintah yang digunakan untuk terapi bukanlah sembarang lintah, melainkan spesies tertentu yang telah diuji dan aman digunakan, salah satu spesies yang paling banyak digunakan untuk terapi adalah hirudo medicinalis.

Baca Juga: 6 Gejala Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikenali

Berikut ini adalah beberapa manfaat terapi lintah:

1. Membantu Terapi Diabetes

Terapi lintah dapat membantu mengatasi gejala diabetes

Foto: Freepik.com

Dalam salah satu kandungan air liur lintah, terdapat zat penting yang disebut Hirudin. Fungsinya adalah untuk menekan pembekuan darah. Pada pasien diabetes, darahnya mengental sehingga memiliki risiko penggumpalan darah yang lebih tinggi.

Manfaat terapi lintah bagi penderita diabetes yaitu dapat membantu mencegah penggumpalan darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang baik berarti meringankan kerja jantung dan menurunkan tekanan pada pembuluh darah.

Hasil penelitian manfaat terapi lintah untuk perawatan diabetes juga cukup mengagumkan. Beberapa praktisi telah menggunakan terapi lintah dengan kombinasi obat-obatan modern maupun tradisional untuk mengobati gejala dan efek samping diabetes.

Salah satunya dalam jurnal Traditional Medicine Research, penelitian menggunakan terapi lintah untuk menyembuhkan luka kaki tingkat dua akibat diabetes (diabetic foot ulcers) dikombinasikan dengan pengolesan madu dan kurkumin serta obat oral selama 10 hari pada pasien 77 tahun. Hasilnya, pada minggu ke-3 setelah terapi lintah dilakukan, luka telah sembuh. Pada minggu ke-12, bekas lukanya telah hilang tak berbekas.

2. Masalah Telinga & Pendengaran

Dalam Leech Therapeutic Applications, juga ditulis manfaat terapi lintah sebagai pengobatan untuk masalah pendengaran dan telinga seperti tinnitus (telinga berdenging) dan otitis (infeksi telinga) yang akut maupun kronis.

Lintah akan diletakkan di belakang telinga dan di rahang dekat bagian depan telinga. Terapi ini dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan jarak waktu 3 atau 4 hari. Terapi lintah terbukti efektif mengatasi tinnitus yang saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Air liur lintah mengeluarkan zat analgesik (penangkal rasa sakit), enzim-enzim yang menguntungkan, dan zat pengencer darah. Zat-zat ini membuka penggumpalan darah, melebarkan pembuluh darah, dan meningkatkan sirkulasi darah di sekitar telinga. Zat anti-mikroba dalam air liur lintah juga membantu membunuh bakteri dan patogen yang menyebabkan sakit telinga.

3. Meringankan Gejala Osteoarthritis

Terapi lintah dapat meringankan sakit

Foto: stockvault.net

Efek analgesik atau penangkal rasa sakit dari terapi lintah ternyata bermanfaat bagi penderita penyakit tertentu, misalnya pengidap osteoarthritis (OA). Para pasien OA biasanya mengeluhkan rasa sakit, kaku, dan bengkak di persendian. Hal ini tentunya mengganggu kegiatan sehari-hari.

Beberapa laporan manfaat terapi lintah dirasakan oleh para pasien OA. Efek terapi lintah dianggap lebih ampuh meringankan rasa sakit, mengurangi pembengkakan sendi, serta meningkatkan mobilitas. Efek terapi dirasakan selama kurang lebih 2 bulan.

Untuk efek yang lebih panjang, beberapa praktisi menyarankan untuk melakukan terapi sebanyak dua kali dengan interval 4 minggu dan dilakukan selama 6 hingga 8 bulan. Di beberapa daerah, pengobatan tradisional juga dikombinasikan dengan terapi lintah untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.

Baca Juga: Osteoartritis, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Mengatasi Penyakit Kulit

Karena kemampuannya memperlancar sirkulasi darah, manfaat terapi lintah juga dapat membantu mengatasi penyakit kulit. Terapi lintah dapat meringankan hingga mengatasi gejala penyakit kulit dengan cara meningkatkan sirkulasi darah di dua lapisan teratas kulit.

Penderita cacar ular (cacar api) atau Shingles yang disebabkan oleh virus, juga dapat mengambil manfaat terapi lintah ini. Rasa sakit yang ditimbulkan penyakit ini dapat berkurang dengan efek analgesik dari air liur lintah. Pada beberapa pasien, efek analgesik dapat bertahan hingga 6 bulan atau lebih.

5. Meningkatkan Sirkulasi Darah

Terapi lintah baik untuk sirkulasi darah

Foto: Freepik.com

Dalam air liur lintah terdapat sekitar 100 zat bioaktif yang bermanfaat untuk membantu menyembuhkan dan menyehatkan bagi manusia. Salah satu komponennya, hirudin, berperan sebagai zat anti pembekuan darah. Bekerja sama dengan zat calin, hirudin mampu menjadi pencegah penggumpalan darah darah dalam tubuh manusia yang efektif.

Komponen zat lainnya secara umum juga bermanfaat bagi kelancaran peredaran darah. Darah yang memiliki konsistensi yang kental mudah menggumpal dan berdampak pada naiknya tekanan darah. Ditambah lagi, darah yang menggumpal dapat masuk ke dalam organ-organ dan bagian tubuh yang berbeda, kemudian menjadi salah satu penyebab stroke dan serangan jantung.

6. Untuk Kulit

Salah satu manfaat terapi lintah adalah enzim dalam air liur lintah dapat merangsang kinerja sistem kekebalan tubuh, sekaligus meningkatkan sirkulasi darah dan menstimulasi sel-sel tubuh untuk bekerja lebih efisien. Hal ini membuat lintah bermanfaat dalam dunia bedah plastik untuk membantu memulihkan kulit setelah operasi.

Manfaat terapi lintah untuk kulit didapat dari beberapa enzim dan zat bioaktif di dalam liur lintah, misalnya:

  • Anti-elastase, untuk memperlambat proses penuaan kulit dan menghambat enzim yang merusak elastin. Elastin adalah protein pada kulit dan jaringan tubuh yang membantu untuk menjaga kulit supaya fleksibel dan kencang.
  • Hyaluronic acid, sebagai efek pencegah kerut yang ampuh.
  • Steroid, membantu kulit terlihat lebih muda.
  • Lipids dan phosphatidic acids, meningkatkan proteksi lapisan kulit.
  • Elastin dan kolagen, mengurangi tegangan jaringan kulit.

Di beberapa klinik, terapi lintah mulai digunakan untuk perawatan kecantikan. Meskipun terdengar sedikit ekstrim, ternyata salah seorang artis terkenal di Hollywood, Miranda Kerr, mengungkapkan bahwa facial dengan lintah adalah kesukaannya dan menjadi rahasianya untuk tetap awet muda. Namun, manfaat terapi lintah untuk kecantikan ini masih memerlukan berbagai penelitian yang lebih lanjut.

Baca Juga: Studi Tunjukkan Virus Corona Sebabkan Penggumpalan Darah yang Mematikan

Efek Samping Terapi Lintah

Layaknya pengobatan lain, terapi lintah juga memiliki efek samping. Pada dasarnya efek samping terapi lintah termasuk kecil jika dibandingkan dengan terapi lainnya. Beberapa contoh risiko yang muncul dari efek samping terapi lintah, yaitu:

1. Infeksi Bakteri

Terapi lintah memiliki risiko infeksi bakteri

Foto: Pixabay.com

Salah satu efek samping terapi lintah yang cukup menjadi perhatian adalah infeksi bakteri yang biasanya disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap obat.

Untuk meminimalisir efek samping ini, sebaiknya hindari melakukan terapi lintah di tempat selain fasilitas kesehatan yang telah memiliki izin. Pasien dengan masalah imun seperti penyakit autoimun, juga tidak disarankan untuk melakukan terapi lintah.

2. Pendarahan

Seekor lintah dewasa mengambil sekitar 15 ml darah, namun bekas gigitan lintah dapat terus mengeluarkan darah hingga kurang lebih 10 jam sebagai efek dari enzim anti pembekuan darah yang dikeluarkan oleh lintah.

Pendarahan yang lebih banyak jarang terjadi, namun efek samping terapi lintah ini kemungkinan karena kondisi pasien yang sedang menderita masalah pembekuan darah atau kondisi kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, penderita anemia tidak direkomendasikan untuk menggunakan terapi lintah.

3. Alergi

Walau jarang, sebagian orang dapat alergi terhadap lintah

Foto: Pixabay.com

Alergi dan reaksi lain dari efek samping terapi lintah juga mungkin terjadi, sehingga terapi lintah sebaiknya diberikan oleh tenaga ahli yang memiliki perlengkapan untuk menangani reaksi yang merugikan.

Sebagian orang mungkin alergi dengan air liur lintah yang mengandung hirudin. Jika ini terjadi, terapi akan dihentikan dan tidak direkomendasikan bagi pasien tersebut.

4. Gatal

Pada kebanyakan pasien, efek samping terapi lintah yang normal terjadi adalah rasa gatal di bekas gigitan pada hari kedua setelah terapi dan akan berlanjut hingga dua atau tiga hari.

Walau terasa mengganggu, rasa gatal ini adalah tanda bahwa luka sedang menyembuhkan diri. Pada bekas gigitan juga mungkin akan muncul tanda inflamasi seperti bengkak dan kemerahan. Bersama dengan rasa gatal, tanda inflamasi ini akan hilang dengan sendirinya.

5. Mengantuk

Mengantuk setelah terapi lintah adalah efek samping yang normal

Foto: Freepik.com

Sebagian pasien juga akan merasa mengantuk selama beberapa jam sebagai efek samping terapi lintah. Hal ini disebabkan zat analgesik alami dan zat bioaktif lainnya yang cukup kuat, seperti serotonin dan endorphin, yang dikeluarkan oleh lintah. Efek ini juga akan membuat beberapa pasien merasa rileks dan mengurangi rasa sakit.

Baca Juga: 12 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Sudah Coba?

Manfaat Terapi Lintah di Kepala

Terapi lintah di kepala dapat mengatasi beberapa masalah pada kulit kepala

Foto: Pixabay.com

Dikutip dari The Leech Clinic, manfaat terapi lintah di kepala berhubungan dengan kemampuannya untuk meningkatkan sirkulasi darah dan efek antimikroba yang terdapat pada air liur lintah. Manfaat terapi lintah di kepala ini biasanya untuk membantu mengatasi kebotakan atau rambut yang menipis.

Ketika lintah ditempelkan di area yang botak atau menipis di kulit kepala, peningkatan sirkulasi darah diharapkan membantu mengantarkan dan memusatkan nutrisi yang membantu memperkuat folikel rambut. Terapi lintah dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut yang melemah yang disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, seperti halnya terapi lain, hasilnya juga akan berbeda pada tiap individu.

Orang-orang yang menderita kebotakan akibat infeksi jamur atau ketombe juga dapat merasakan manfaat terapi lintah di kepala dari sifat antimikroba yang ada pada air liur lintah. Terapi lintah dapat membantu mencegah infeksi lokal dan membantu melawan infeksi yang sudah ada.

Baca Juga: Analgesik, Dekongestan, Antihistamin, Ini Arti Istilah Obat Untuk Anak

Di Indonesia, praktik terapi lintah tidak terlalu sulit ditemukan dan termasuk pengobatan alternatif yang dipercaya masyarakat. Moms dan Dads berani mencoba?

Artikel Terkait