KEHAMILAN
15 Agustus 2019

Terlambat Ditangani, Ini Bahaya Plasenta Previa bagi Ibu dan Janin

Plasenta previa yang terlambat diketahui, dapat membahayakan ibu dan janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Orami

Plasenta adalah organ yang memasok nutrisi serta oksigen untuk pertumbuhan bayi. Plasenta juga membantu membuang kotoran dari bayi selama kehamilan.

Plasenta berada di dekat sisi rahim dan keluar melalui jalan lahir bersama dengan bayi.

Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada plasenta adalah plasenta previa. Plasenta previa yaitu suatu kondisi di mana plasenta terletak sangat rendah di dalam rahim, menutupi sebagian atau seluruhnya serviks ibu dan dapat menghalangi keluarnya bayi dari rahim karena jalan lahir yang tertutup.

Ketika didiagnosis sedari awal kehamilan, plasenta previa biasanya bukan masalah yang serius. Namun, jika hal ini baru terdeteksi pada trimester ketiga, plasenta previa dapat menyebabkan beberapa hal yang cukup serius pada ibu dan janin.

Berikut ini merupakan bahaya plasenta previa bagi ibu dan janin.

Baca Juga: Mengenal Plasenta Previa yang Menutupi Jalan Lahir Bayi, Bagaimana Mengatasinya?

1. Pendarahan

pendarahan.jpg

Foto: .everydayfamily.com

Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan vagina baik sebelum maupun selama proses melahirkan. Pada tahap atau trisemester akhir kehamilan, bagian bawah rahim menipis dan melebar untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh.

Jika plasenta berlabuh ke bagian bawah rahim (seperti yang terjadi dengan plasenta previa), penipisan dan penyebaran ini akan menyobek plasenta dan menyebabkan perdarahan.

2. Syok

Shock pregnancy.jpg

Foto: thecollegefix.com

Ibu hamil yang mengalami pendarahan tentu saja juga akan mengalami anemia dan memicu syok hipovolemik.

Syok hipovolemik adalah kondisi darurat di mana jantung tidak mampu memasok darah yang cukup ke seluruh tubuh akibat volume darah yang kurang.

3. Ketuban Pecah Dini

premature.png

Foto: tommys.org

Ketika pendarahan terjadi, maka resiko Premature Rupture of Membranes (PPRoM) juga ikut meningkat. Itu artinya, persalin darurat sangat dibutuhkan untuk mengurangi resiko kematian.

Baca Juga: Melahirkan Normal Setelah Caesar (VBAC)? Bisa!

4. Operasi Caesar

Sesar opr.jpg

Foto: babycenter.com

Dikutip dari abclawcenters.com, dengan kondisi pendarahan dan ketuban yang pecah sebelum waktunya, maka persalinan darurat dengan operasi caesar atau sebelum bayi cukup bulan adalah jalan tercepat yang harus diambil untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

Sekitar 75 persen perempuan dengan plasenta previa pada trisemester ketiga akan melahirkan secara caesar.

Perempuan dengan plasenta previa marginal dapat melahirkan secara normal dengan pemantauan ketat, tetapi hampir semua perempuan dengan plasenta previa membutuhkan persalinan caesar.

5. Histerektomi atau Pengangkatan Rahim

Histerektomi.jpeg

Foto: chsbuffalo.org

Terkadang, plasenta previa menyebabkan plasenta akreta atau kondisi di mana plasenta melekat pada dinding rahim dan memiliki kesulitan lepas selama kelahiran.

Mengeluarkan plasenta dapat menyebabkan perdarahan dan untuk mengendalikan perdarahan ini, pasien mungkin perlu beberapa transfusi dan dilakukan proses histerektomi atau pengangkatan rahim.

Bahaya Plasenta Previa bagi Bayi

1. Permasalahan paru-paru

asfiksia.png

Foto: askepku.com

Dilansir dari website Birth Injury Guide, karena lahir prematur, maka plasenta previa menyebabkan bayi berisiko komplikasi seperti masalah pernapasan atau paru-paru yang belum berkembang sesuai usianya.

Baca Juga: 7 Fakta Mengenai Cerebral Palsy Pada Bayi

2. Cedera Otak

cedera otak.jpg.jpg

Foto: Hallosehat.com

Plasenta previa bisa tidak berbahaya bagi bayi jika terdeteksi dan diobati tepat waktu. Akan tetapi jika dokter gagal memantau dan plasenta previa tidak diobati, bayi berisiko mengalami kerusakan otak, yang dapat menyebabkan cerebral palsy.

Cerebral palsy atau yang disebut dengan lumpuh otak adalah kelainan yang mempengaruhi otot, saraf, gerakan, dan kemampuan motorik seseorang untuk bergerak secara terkoordinasi dan terarah.

Cedera otak lainnya yang memungkinkan adalah penyakit ensefalopati atau perubahan kondisi mental, meliputi kehilangan konsentrasi, gangguan koordinasi gerak, serta kehilangan kemampuan dalam mengatasi masalah atau mengambil keputusan.

Itulah beberapa bahaya plasenta previa jika tidak cepat ditangani. Nah Moms, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter kandungan jika Moms berisiko mengalami plasenta previa ya.

(RIE/ERN)

Artikel Terkait