KESEHATAN
7 November 2019

Terlihat Sama, Flu Perut dan Keracunan Makanan Ternyata Berbeda!

Ternyata flu perut mudah menular sementara keracunan makanan tidak
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ketika perut terasa tidak nyaman, biasanya kita langsung berpikir kalau makanan yang baru dimakan adalah penyebabnya. Saat rasa tidak enaknya makin menjadi, kita sering mendiagnosa diri sendiri bahwa kita mengalami keracunan makanan.

Namun, tidak selamanya perut yang terasa tidak enak berkaitan dengan keracunan makanan lho Moms. Ada juga yang disebut flu perut. Gejala-gejala keracunan makanan dan flu perut memang mirip, namun ternyata keduanya berbeda. Yuk, kita bahas satu persatu perbedaannya.

Keracunan makanan biasanya disebabkan oleh makan beberapa jenis makanan yang terkontaminasi. Menurut Centers For Disease Control and Prevention (CDC), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat(AS), setidaknya lebih dari 48 juta orang Amerika mengalami penyakit bawaan makanan setiap tahun.

Baca Juga: Hati-hati, Keracunan Makanan Bisa Disebabkan Bakteri yang Menempel Lap Dapur

"Ini bisa disebabkan oleh makan makanan mentah atau ayam, daging, buah-buahan dan sayuran yang tidak higienis atau terkontaminasi dengan sejumlah bakteri, virus dan parasit,"papar pakar gastroenterologi Dr. Saurabh Sethi dari Harvard Medical School, AS seperti dikutip dari medicalnewstoday.com

Sementara flu perut disebabkan oleh kontak dengan virus seperti adenovirus atau norovirus. Orang-orang kadang-kadang menyebut penyakit ini flu perut , meskipun nama ini menyesatkan, karena influenza menyerang sistem pernapasan.

Seperti keracunan makanan, virus ini dapat menyebabkan muntah dan diare. Moms dapat mudah tertular "flu perut" dengan melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terkena flu atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti gagang pintu atau telepon.

Transmisi atau Proses Penularan

Keracunan makanan dan flu perut menular dengan cara yang berbeda:

Keracunan Makanan

Kontaminasi silang sering menjadi penyebab keracunan makanan, dimana organisme berbahaya berpindah dari satu permukaan ke permukaan lainnya.

Makanan mentah dan siap makan, seperti salad, sangat berisiko terkontaminasi. Bakteri dapat tumbuh dengan cepat ketika sejumlah makanan, termasuk daging, produk susu, dan saus, tidak disimpan pada suhu yang tepat.

Bakteri dan organisme berbahaya lainnya menghasilkan zat beracun yang dapat menyebabkan radang usus ketika dimakan.

Kontaminasi juga dapat terjadi di rumah jika daging mentah tidak ditangani atau dimasak dengan benar. Dan dua jenis bakteri yang sering dikaitkan dengan keracunan makanan adalah bakteri Salmonella dan E. coli.

Flu Perut

Diare.jpg

Sedangkan flu perut sangat mudah menular dan dapat menyebar dengan cepat. Orang yang terinfeksi virus perut menular dari saat mereka mulai merasa sakit dan juga untuk beberapa hari pertama setelah sembuh. Virus perut dapat menyebar dalam beberapa cara berbeda, diantaranya,

  • Makan makanan atau minum cairan yang sudah terkontaminasi virus
  • emiliki kontak mulut langsung atau tidak langsung dengan orang yang terinfeksi atau permukaan dengan virus di atasnya
  • Virus flu perut ini juga ada dalam muntahan dan kotoran orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Jika Balita Alami Keracunan Makanan

Gejala-gejala yang Timbul

Ada sedikit perbedaan antara keracunan makanan dan flu perut:

Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan bisa terjadi dalam 6 jam setelah makan. Biasanya oang yang keracunan akan mengalami, antara lain, diare, mual, muntah, sakit perut, kram dan demam.

Penyakit akibat keracunan makanan dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari, tetapi sebagian besar kasus hilang dalam sehari.

Salad, unggas mentah atau kurang matang, telur, makanan laut, dan produk berbasis susu lainnya adalah makanan berisiko tinggi menjadi sumber penyebab keracunan makanan.

Flu Perut

Muntah.jpg

Gejala-gejala virus perut biasanya lebih berat dibanding keracunan makanan. Gejala-gejalanya meliputi :

  • Diare yang berair atau berdarah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Kram perut, nyeri otot, atau kelemahan
  • Demam ringan
  • Sakit kepala atau pusing

Flu perut biasanya tidak menyebabkan tinja berdarah. Namun, jika kotoran moms mengandung darah, bisa menandakan infeksi yang lebih serius. "Gejala-gejala flu perut ini juga berlangsung lebih lama dibanding keracunan makanan, yakni hingga 10 hari," kata Dr. Sethi.

Baca Juga: Keracunan Makanan? Redakan dengan 5 Bahan Alami Berikut Ini

Diagnosa

Mendiagnosis keracunan makanan bisa cukup sulit, terutama jika moms tidak dapat mengidentifikasi penyebab tertentu. Dokter mungkin dapat menguji feses untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit.

Begitu juga dengan flu perut, tidak ada metode tunggal untuk mendiagnosis virus perut. Dokter kemungkinan akan mendasarkan diagnosis pada gejala yang muncul saja.

Tes tinja cepat dapat digunakan untuk mendeteksi rotavirus atau norovirus, tetapi tidak ada tes cepat untuk virus lain. Sampel tinja juga dapat digunakan untuk menyingkirkan infeksi bakteri atau parasit.

Pengobatan

Sakit kepala.jpg

Tidak ada pengobatan yang pasti untuk flu perut maupun keracunan makanan. Virus sering kali harus menyelesaikan siklus hidupnya sebelum berhenti mempengaruhi jaringan dan sistem, dan sistem kekebalan biasanya menangani patogen yang menyebabkan keracunan makanan tanpa bantuan medis.

Namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Moms di rumah untuk membantu pemulihan dari flu perut atau keracunan makanan.

-Biarkan perut tenang. Cobalah untuk tidak makan makanan padat selama beberapa jam.

-Sedot balok es atau ambil sedikit air. Kita harus minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi . Hindari jus atau minuman lain yang dapat memperburuk diare.

Baca Juga: Cara Mengolah Makanan yang Benar Agar Tidak Keracunan Makanan

- Dorong diri sendiri untuk kembali makan. Mulailah dengan makanan hambar, mudah dicerna, seperti roti panggang, dan nasi. Berhenti makan jika perasaan mual kembali.

- Hindari zat tertentu sampai merasa lebih baik. Ini termasuk susu, kafein, alkohol, gula, dan makanan berlemak atau makanan dengan bumbu yang kuat.

Orang-orang harus berhati-hati terhadap obat-obatan yang dijual bebas (OTC), karena beberapa obat tersebut justru dapat memperburuk infeksi. Bahkan obat anti-diare dapat memperburuk keadaan jika bakteri-bakteri tertentu yang menjadi penyebabnya.

Jangan khawatir Moms, perut biasanya akan sembuh tanpa perawatan dalam 24 hingga 28 jam. Namun, perawatan di rumah sangat penting untuk pemulihan yang cepat.

stomach-pain.jpg

Jika kemudian timbul gejala-gejala seperti tinja atau muntah mengandung darah, dehidrasi sampai demam tinggi, maka Moms harus segera mengunjungi dokter, karena bisa jadi Moms menderita flu perut.

Artikel Terkait