NEWBORN
10 Juli 2017

Ternyata Bayi Bisa Stres Juga Lho

Kenali ciri, penyebab, dan cara mengatasi stres pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Tumbuh kembang bayi dan balita, baik secara fisik, emosional, maupun kognitif tentu menjadi momen yang sangat menarik dan spesial bagi Mama. Berbagai macam perubahan yang terjadi pada tubuh kecil mereka, termasuk juga pikiran si kecil, terkadang menjadikan mereka menjadi lebih sensitif terhadap sekitar hingga menjadikan mereka stres.

Di bawah ini merupakan beberapa tanda-tanda umum yang dapat Mama lihat ketika si kecil mengalami stres, termasuk juga penyebab dan cara mengatasi stres yang mereka alami:

Ciri-ciri Stres pada Bayi dan Balita

Pada dasarnya tanda-tanda stres pada bayi maupun balita memang sangat bervariasi. Bayi dan balita memiliki keunikan tersendiri, sehingga tanda-tanda stres yang mereka tunjukkan juga berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, Elizabeth Pantley, penulis buku ‘The No-Cry Separation Anxiety Solution mengungkapkan bahwa orang tua harus sangat memperhatikan perkembangan anak sekaligus menerapkan gaya parenting yang tepat.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Dr. Rene Hackney, Ph.D., psikolog perkembangan anak dan pendiri Parenting Playgroups and Parenting by Dr. Rene. Dr. Rene juga menambahkan bahwa di usianya, balita masih dalam tahap perkembangan bahasa. Dengan begitu, menanyakan stres yang balita rasakan mungkin bukan hal realistik. Oleh karena itu, melihat perilaku bayi dan balita merupakan petunjuk penting bagi Mama untuk mengetahui kondisi stres pada si kecil. Dr. Rene menjelaskan bahwa perubahan perilaku merupakan indikator signifikan. Di antaranya seperti yang disebutkan di bawah ini:

  1. Perubahan kebiasaan tidur dan makan
  2. Perubahan emosi (menunjukkan tanda-tanda mudah sedih, marah, hingga pendiam)
  3. Lebih sering menangis atau tantrum
  4. Mimpi buruk hingga berteriak saat tidur
  5. Sakit secara fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut
  6. Gangguan kecemasan, batuk, atau gerakan tubuh
  7. Melakukan kebiasaan seperti mengulum rambut atau menghisap ibu jari
  8. Perubahan kebiasaan buang air besar

Meskipun tanda-tanda seperti di atas tidak selalu menunjukkan bahwa si kecil sedang stres, tetap gejala tersebut berhubungan dengan gangguan perilaku, kebiasaan, atau pertumbuhan si kecil. Jika perilaku si kecil semakin memburuk, itu dapat menjadi tanda gangguan yang jauh lebih serius. Bila Mama khawatir perubahan perilaku mereka menjadi lebih ekstrem, segera konsultasikan pada pakar di bidangnya.

Penyebab Stres pada Bayi dan Balita

Beberapa hal di bawah ini merupakan penyebab paling umum dari terjadinya stres pada bayi dan balita:

  1. Kecemasan akan perpisahan
  2. Perubahan anggota keluarga
  3. Pelatihan toilet (potty training)
  4. Jadwal yang terlalu padat
  5. Adanya kejadian-kejadian tidak terduga
  6. Bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif bahkan bisa stres karena mendapatkan ASI yang tidak mencukupi (ASI terlalu sedikit atau kesulitan menyusu)

Solusi untuk Menangani Stres pada Bayi dan Balita

Hal-hal yang dapat Mama lakukan ketika si kecil mengalami stres di antaranya:

  1. Jika si kecil stres karena sedang menjalani toilet training, misalnya, Mama harus tetap tenang dan lanjutkan latihan yang diberikan untuk si kecil
  2. Cobalah mengatur jadwal sewajarnya yang dapat memberikan waktu istirahat cukup pada si kecil
  3. Pastikan Mama selalu menyisipkan lebih banyak waktu bersantai dan beristirahat di sela jadwal latihan atau aktivitas lainnya yang dijalani oleh si kecil
  4. Atur pencahayaan TV, misalnya, saat mengajak si kecil menonton acara khusus anak yang membantu proses latihannya
  5. Berikan ekstra pelukan dan ciuman

(RGW)

Artikel Terkait