KESEHATAN
24 Juli 2019

Ternyata Handphone Dapat Merusak Kulit Kita, Kok Bisa?

Berbagai masalah kulit mengintai
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms mengira bahwa benda paling kotor di rumah adalah pegangan pintu? Mungkin itu tidak salah, tapi benda yang paling kotor itu ternyata adalah ponsel kita sendiri. Ya, benda yang paling sering kita pegang setiap hari itu ternyata akan menjadi ancaman, terutama untuk kulit kita.

Setiap kali kita mendekatkan ponsel ke telinga kita, banyak bakteri yang menempel bersamaan dengan keringat, minyak, dan kemungkinan sisa makeup yang langsung bersentuhan dengan kulit.

Selain itu, cahaya biru yang dipancarkan dari layar ponsel dikabarkan juga akan menyebabkan penuaan pada kulit lebih cepat. Apakah benar handphone merusak kulit?

Jika sebelumnya efek negatif ponsel hanya datang dari penelitian tentang cahaya biru dari layar, kini beberapa penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa handphone merusak kulit. Mari simak ulasannya!

Baca Juga: Bukan Hanya Handphone, Benda Ini Juga Simpan Banyak Kuman

Handphone Memicu Jerawat di Kulit

handphone merusak kulit

Sebuah studi oleh University of Arizona mengungkapkan bahwa ponsel memiliki sekitar tujuh hingga sepuluh kali jumlah bakteri dari sebagai toilet umum.

Ini bukan studi pertama yang menemukan bahwa ponsel cukup terkontaminasi, jadi tidak mengherankan jika handphone merusak kulit kita.

Handphone bisa menjadi pemicu utama munculnya jerawat, mengingat kecenderungan bakteri untuk menyumbat pori-pori kita.

Estee Williams, ahli dermatologi medis, kosmetik, dan bedah bersertifikat di New York, mengatakan bahwa walaupun bakteri tidak akan menyebabkan jerawat, semua kotoran lain yang ikut menempel di ponsel dapat membahayakan kulit.

"Jika ada banyak penumpukan kotoran di handphone, secara teori itu dapat menyumbat pori-pori dan penyumbatan pori-pori dapat memicu jerawat," katanya.

Untuk menghindarinya, gunakanlah earphone atau headphone jika memungkinkan. Jangan lupa untuk membersihkan ponsel dan case secara rutin dengan tisu beralkohol untuk menghilangkan bakteri sebelum digunakan.

Baca Juga: Inilah Bahayanya Kalau Meletakkan Handphone di Samping Kepala Saat Tidur

Handphone Membuat Leher Keriput

handphone merusak kulit

Ponsel juga bertanggung jawab atas banyaknya kerutan atau lipatan leher. Hal itu karena kebiasaan kita yang terus-menerus melihat ke bawah saat menggunakan ponsel. Oleh sebab itu, terbukti bahwa handphone merusak kulit kita.

"Kerutan horizontal pada leher banyak terkait dengan posisi saat memegang handphone," ujar Dr. Jeanette Graf, dokter kulit yang berbasis di New York City, seperti dilansir dari ELLE US.

Graff menambahkan, semakin banyak gerakan menunduk maka kerutan akan semakin banyak atau mencolok lipatan-lipatan kulit akibat gravitasi yang akan merusak penampilan.

Menurutnya, selain melakukan perawatan klinis seperti laser dan botox, perbaikannya adalah rutin melakukan perawatan kulit dan memperbaiki postur tubuh.

"Kamu harus mulai dari dada bagian atas, naik ke garis rahang dengan dua tangan dengan gerakan ke atas yang kokoh, terus ke belakang leher. Leher membentang 360 derajat, jangan bungkukkan punggung dan leher,” Dr. Graf menjelaskan.

Baca Juga: Stop Bawa Handphone ke Toilet! Ini Bahayanya untuk Kesehatan Kita

Handphone Menimbulkan Pigmentasi Kulit

handphone merusak kulit

Sebuah studi tahun 2013 mengklaim bahwa high-energy visible light (HEV) atau cahaya dengan konsentrasi tinggi seperti cahaya biru pada ponsel, dapat berkontribusi pada munculnya bintik-bintik penuaan dan pigmentasi. Sama seperti yang dapat ditimbulkan oleh sinar UVA dan UVB yang diinduksi oleh sinar matahari.

Penelitian lain dilakukan oleh Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis dalam Dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York, Dr. Joshua Zeichner.

“Anda dapat menggunakan produk topikal seperti antioksidan, yang bertindak sebagai pelindung kulit. Mereka membantu menetralisir kerusakan akibat radikal bebas yang mungkin disebabkan oleh berbagai sumber, termasuk cahaya dari ponsel," jelas Dr. Zeichner seperti dikutip dari Huffington Post Australia.

Meski begitu, hingga kini belum cukup penelitian untuk secara konkret mengatakan bahwa cahaya HEV merusak kulit.

Faktanya, cahaya HEV juga hadir di siang hari dan dipancarkan oleh hal-hal seperti lampu neon, layar TV dan komputer, yang membuatnya sulit untuk menentukan bahwa handphone merusak kulit.

Meski begitu, Dr. Zeichner tetap meminta pengguna ponsel untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia mengatakan bahwa teknologi pasti memiliki manfaat, tetapi pihaknya juga melihat bahwa teknologi saat ini memiliki beberapa kelemahan, yang akan berpotensi membuat jerawat menjadi lebih buruk dan meningkatkan penuaan. "Dan kita hanya harus menyadari hal ini dan mengimbangi dengan rutinitas perawatan kulit kita,” tuturnya.

Ternyata begitulah cara handphone merusak kulit kita. Bila Moms adalah orang yang tidak bisa lepas dari handphone, selalu ingat untuk membersihkannya dan menyeimbangkannya dengan melakukan perawatan kulit ya! Tidak mau kan handphone merusak kulit kita?

(FAR)

Artikel Terkait