ORAMI MAGAZINE
23 Agustus 2019

Ternyata, Ini Bagian Gigi yang Sering Terkena Karies pada Anak

Gigi depan pada rahang atas paling rentan terkena karies lho Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat menyerang anak, mengingat daya tahan tubuhnya yang masih rendah dan belum mampu menjaga kesehatannya dengan baik.

Untuk itu, dibutuhkan peran orang tua agar menjaga anak terhindar dari berbagai gangguan penyakit, termasuk penyakit yang menyerang area mulut dan gigi. Karies pada anak menjadi salah satu masalah gigi dan mulut yang paling sering terjadi.

Karies gigi adalah permasalahan gigi yang sering menyerang anak-anak. Masalah karies pada anak ini dapat terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan gigi, seringnya memakai botol susu, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan manis.

Faktor-faktor penyebab tersebut pastinya dekat dengan Si Kecil, ya, Moms?

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Karies Hitam di Gigi Anak

Penting untuk mengetahui cara mengatasi karies gigi dan mencegah anak terkena penyakit ini. Faktanya, karies pada anak yang tidak segera ditangani dapat membahayakan kondisi pengidapnya, lho!

Karies gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur jaringan keras gigi, ditandai dengan kondisi gigi berlubang. Segera tangani penyakit ini karena kalau tidak dapat menyebabkan rasa nyeri, kematian saraf gigi (nekrosis), serta infeksi periapikal dan infeksi sistemik.

"Kondisi ini sangat berbahaya dan bahkan bisa mengakibatkan kematian,” ujar drg Nydia Hanan saat berbincang-bincang melalui Kulwap Orami Community, pada Selasa (9/4) lalu.

Bagian Gigi Rentan Terkena Karies pada Anak

Bagian Gigi yang Sering Terkena Karies pada Anak-2.jpg

Foto: metroparent

Menurut drg Nydia, yang saat ini praktik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, ada beberapa bagian gigi yang rentan terkena karies terlebih dulu, terutama karies botol susu. Karies pada anak karena botol susu ditemukan pada gigi susu anak.

“Gigi yang sering terkena karies adalah gigi depan di rahang atas, namun ke semua giginya dapat terkena juga. Hindari penggunaan botol susu karena dapat menyebabkan ketergantungan pada anak dan menyebabkan karies pada 4-6 gigi atasnya,” ujar drg Nydia.

Jika karies pada anak sampai terjadi pada gigi depan dan belakang, maka hal ini sangat disayangkan. Untuk itu, lebih baik mencegah terjadi karies pada anak. Cara utamanya adalah menjaga kebersihan gigi dengan rutin menyikat gigi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Karies Pada Gigi Balita?

Namun, apabila anak tidak mau disikatkan, maka beri kesempatan anak untuk memegang sikat gigi, lalu lihat apakah anak mencoba untuk menyikat giginya atau tidak.

Menurut drg Nydia juga, ada ukuran yang tepat untuk pasta gigi yang dipakai anak berdasarkan usianya dan kemampuannya berkumur sendiri atau tidak.

Pada anak yang berusia di bawah 2 tahun atau belum bisa berkumur sendiri, pastikan ukuran pasta gigi sebesar biji beras.

"Sedangkan untuk anak 2 tahun ke atas, yang sekiranya bisa diajarkan untuk berkumur, pakai pasta gigi mengandung fluoride sebesar kacang polong,” ungkap drg Nydia, yang juga tergabung sebagai anggota IDGAI (Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia) Jawa Timur ini.

Baca Juga: Moms, Waspada Karies Gigi yang Rentan Terjadi pada Anak

Trik saat Anak Susah Diajak Sikat Gigi

Bagian Gigi yang Sering Terkena Karies pada Anak-3.jpg

Foto: sciencenews

Pada dasarnya, mengajarkan kebiasaan baru pada anak memang tidak mudah. Moms membutuhkan kesabaran ekstra tanpa harus memaksa apalagi memarahi anak ketika ia tidak mau menyikat gigi. Moms juga harus melakukan berbagai trik cerdas untuk mengajak anak sikat gigi tanpa perlu terlihat menyuruhnya.

“Moms bisa mencontohkan sikat gigi bersama-sama di depan cermin. Moms bisa melakukannya sambil bernyanyi dan lakukan kebiasaan tersebut dengan menyenangkan. Dengan begitu, anak bisa mencontoh kebiasaan orang tuanya,” ujar drg. Nydia.

Selain mengajarkan anak untuk rutin menyikat gigi, hal yang tidak boleh Moms lewatkan pula adalah kontrol rutin ke dokter gigi anak. Hal ini sebagai tindakan preventif untuk mencegah berbagai gangguan mulut dan gigi anak sehingga kesehatan tubuhnya terjaga dan pertumbuhannya tidak terganggu.

(DG)

Artikel Terkait