PERNIKAHAN & SEKS
25 Juni 2018

Ternyata Ini Pentingnya Tetap Rutin Berkencan Setelah Menikah

Agar getaran cinta kembali muncul
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla


Banyak pasangan berpikir tidak perlu lagi berkencan setelah menikah. Untuk apa? Toh cinta mereka sudah terikat dalam sakralnya pernikahan.

Banyak juga yang berpikir berkencan hanya membuang-buang waktu dan uang. Belum lagi harus meninggalkan anak-anak. Berada di rumah bersama anak-anak sudah jadi quality time paling bagus.

Tapi tunggu dulu, berkencan ternyata penting loh untuk pasangan yang telah menikah. Psikolog dan pakar hubungan Melanie Schilling bahkan menilai bahwa berkencan bukan hanya penting. Melainkan sangat mendesak untuk dilakukan.

“Jika Anda bisa mengatur kencan seminggu sekali, itu akan sangat baik. Dua minggu sekali pun sudah baik,” kata Melanie kepada The Huffington Post Australia.

Baca Juga : Sudah Menikah Tapi Masih Sering Masturbasi, Wajarkah?

Tidak Harus Mewah dan Meninggalkan Anak

shutterstock 515615713

Berkencan, lanjut Melanie, tidak mesti meninggalkan anak dengan pengasuh dan pergi nonton di bioskop. Berkencan juga bisa dilakukan di rumah, seperti misalnya quality time berdua pasangan tanpa ada gangguan televisi atau ponsel. intinya, saling fokus satu sama lain.

Matt Garrett dari Relationship Australia mengatakan bahwa kebanyakan pasangan berpikir kencan itu harus mewah. “Tidak harus seperti itu. Makan dengan tiga hidangan, alunan musik dari biola, dan selusin Bungan mawar,” katanya.

Menurut Matt, yang paling penting dari kencan tersebut adalah masing-masing pasangan punya ruang untuk satu sama lain. Tidak melulu sibuk dengan urusan sendiri.

“Orang mungkin akan sangat terkejut bahwa betapa kecilnya gerakan itu bisa memberikan makna yang mendalam,” terang dia.

Bisa Menumbuhkan Getaran-Getaran Cinta

shutterstock 573172159 (1)

Relationship Coach & Marriage Consellor Indra Noveldy membenarkan hal tersebut. Dia sangat mendukung kegiatan pacaran untuk para pasangan yang sudah lama menikah.

Menurutnya, banyak pasangan yang sudah lama menikah melupakan pentingnya menjaga keharmonisan dengan pasangan. Padahal, hal itu harus terus dilakukan.

Dia menambahkan, banyak sekali pasangan yang sudah menikah lama menjadikan anak sebagai orientasi dan justru melupakan pasangannya. Ke mana-mana membawa anak. Jarang sekali dari mereka yang menyisihkan waktu untuk berduaan saja dengan pasangan. Tidak heran, tidak sedikit juga yang lupa bagaimana caranya pacaran.

”Padahal, untuk bisa tetap harmonis, pasangan harus bisa menumbuhkan getaran-getaran cinta. Salah satunya adalah dengan pacaran itu,” tutur dia.

Harus Jadi Rutinitas

shutterstock 509724559

Indra mengatakan, inti dari berkencan adalah menjalin komunikasi. Dengan berkencan hanya berdua saja, komunikasi yang intens antarpasangan bisa tercipta.

Saat itulah masing-masing pasangan bisa mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya. Mereka kemudian akan menganggap pasangannya sebagai seseorang. Seseorang yang menjadi bagian penting dalam hidup. Bukan sebatas rutinitas.

Menurut Indra, kebanyakan pasangan yang sudah lama menikah menjadikan pasangannya hanya sebatas rutinitas yang tidak lagi dirasakan.

Karena itu, tidak lagi ada rasa berdebar layaknya orang pacaran jika berduaan saja dengan pasangan. Bahkan, banyak juga pasangan yang agak takut jika pasangannya mengajak mereka berbicara berdua saja.

”Mind set-nya itu kalau pasangan ngajak ngobrol pasti ada masalah. Padahal tidak seperti itu. Ngobrol itu harusnya jadi rutinitas. Bukan hanya ketika ada masalah,” jelas Indra.

Kegiatan pacaran dengan agenda mengobrol atau yang lainnya haruslah dijadikan rutinitas oleh para pasangan yang sudah lama menikah untuk tetap menjaga keharmonisan hubungan.

Indra menyarankan untuk memulainya dari hal yang kecil untuk kemudian dijadikan rutinitas. Karena menurutnya, getaran cinta itu tidak akan pernah tercipta jika tidak diupayakan.

Yuks tumbuhkan kembali getaran-getaran cinta dengan pasangan, Moms!

(AND)

Artikel Terkait