TREN
13 Juni 2019

Jangan Terkejut! Ternyata Tote Bag Sama Buruknya dengan Kantong Plastik

Tote bag tidak sepenuhnya ramah lingkungan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan

Jika Moms mencoba untuk berkontribusi menyelamatkan alam dari plastik dan sampah yang memenuhi lautan kita, ada tips yang berguna untuk diingat: gunakan lebih sedikit barang, gunakan berkali-kali, dan jangan membeli yang baru.

Saat ini banyak kampanye tentang diet kantong plastik. Banyak yang menyarankan untuk beralih kepada tas kanvas atau tote bag yang dianggap lebih ramah lingkungan. Tapi apakah itu benar?

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Makanan Denmark mengatakan, kantong plastik lebih baik bagi lingkungan daripada tote bag katun.

Faktanya, dari semua tas belanja dijadikan sampel saat penelitian (dari kertas hingga plastik daur ulang), tote bag adalah pilihan yang paling buruk.

Menurut laporan tersebut, mereka harus digunakan kembali ribuan kali sebelum dibuang, karena kemampuan pembuatan dan penguraiannya lebih lama dari kantong plastik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh Badan Lingkungan Inggris memiliki kesimpulan yang sama.

Baca Juga: 7 Tips Memilih Mainan Bayi Ramah Lingkungan

Apakah Tetap Menggunakan Kantong Plastik atau Tote Bag?

tote bag

Foto: govtech.com

Jawabannya tidak semudah itu. Pertama-tama, penelitian berjudul Life Cycle Assessment of Grocery Carrier Bags ini melihat berbagai jenis tas belanja melalui semua siklus.

Dari ekstraksi bahan baku yang diperlukan untuk membuat tas dengan cara tas digunakan dan kemudian dibuang.

Hal ini menentukan bagaimana sebuah kantong akan dilabeli dengan nama ‘ramah lingkungan’ didasarkan pada beberapa kategori, seperti perubahan iklim, toksisitas, dan penggunaan air.

Untuk memahami dampak tas yang dapat digunakan kembali terhadap lingkungan, kita harus mengingat dua hal yang sangat berbeda.

Pertama, kantong plastik tidak terurai dan mengisi lautan. Kehidupan laut dan persediaan makanan kita akan terisi dengan potongan-potongan plastik.

Kedua, mempertimbangkan semua dampak lingkungan selain sampah, tote bag dari kapas atau kertas mungkin lebih buruk bagi lingkungan daripada dampak plastik.

Baca Juga: Terlihat Sepele, Namun 5 Hal Ini Melatih Anak Menjaga Lingkungan Sejak Kecil

Tentang Tote Bag

tote bag

Foto: earth.com

Ternyata, tote bag kanvas atau katun kurang ramah lingkungan daripada tas plastik karena sering terbuat dari kapas, yang membutuhkan lebih banyak energi dan air untuk dihasilkan.

Menurut sebuah penelitian pada 2011, jejak karbon tas katun adalah 598,6 pon CO2, dibandingkan dengan 3,48 pon untuk kantong plastik standar yang terbuat dari polietilen densitas tinggi.

Para peneliti menyimpulkan bahwa mungkin sebenarnya lebih baik untuk menggunakan kembali kantong plastik yang didapatkan dari supermarket, kemudian mendaur ulangnya setelah tidak layak lagi.

Baca Juga: Yuk Ajarkan Anak Peduli Lingkungan Dengan 4 Aktivitas Sederhana Ini

Gunakan Tote Bag dan Kantong Plastik Secara Berulang

tote bag

Foto: flyingketchup.ph

Terlepas dari tas mana yang akan dipilih, yang paling penting adalah mengubah gaya hidup Moms secara keseluruhan.

Moms dapat makan lebih sedikit daging, bersepeda atau berjalan ke toko, dan membeli produk-produk bahan makanan buatan lokal.

Jadi selain perdebatan antara kantong plastik dan tote bag, kebiasaan-kebiasaan itu cenderung membuat perbedaan yang lebih besar dalam menurunkan kontribusi pribadi terhadap masalah lingkungan.

Apapun yang dimiliki di rumah Moms sekarang, baik tumpukan tote bag katun atau setumpuk kantong plastik, jangan dibuang. Tetap gunakan sampai benar-benar rusak.

Gunakan itu sebagai kantong sampah setelah tidak dapat menggunakannya lagi untuk keperluan lain. Dan cobalah untuk tidak membeli kantong yang baru, dengan begitu sampah pun tidak akan menumpuk.

(FAR)

Artikel Terkait