PROGRAM HAMIL
11 Desember 2019

Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung, Ibu Hamil Wajib Pahami Dulu 5 Hal Ini

Kenali program bayi tabung untuk pasangan suami istri berikut ini!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Berkat kemajuan teknologi khususnya di bidang kedokteran membawa banyak hal positif yang sangat membantu kehidupan manusia.

Salah satunya adalah program bayi tabung atau disebut dengan In Vitro Fertilization (IVF). Namun, sebelum lanjut, kita kenalan dulu dengan IVF, program kehamilan yang membantu pasangan suami istri untuk memiliki keturunan.

Bagi Moms dan Dads yang tertarik untuk mencoba program bayi tabung ini, ketahui dulu hal-hal dasar tentang programnya.

Pengertian Program Bayi Tabung atau IVF

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: dramstime.com

Menurut jurnal ilmiah dari Academic Medical Center, Amerika Serikat, IVF merupakan kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh. Selama prosesnya, telur matang dikumpulkan dari ovarium dan dibuahi oleh sperma di laboratorium.

Setelah itu, sel telur yang dibuahi (embrio) atau telur (embrio) baru dipindahkan ke rahim. Satu siklus penuh IVF memakan waktu sekitar tiga minggu. Terkadang langkah-langkah ini dibagi menjadi beberapa tahap dan prosesnya bisa lebih lama.

Baca Juga : Berapa Biaya Program Bayi Tabung?

Prosedur Bayi Tabung

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: huffpost.com

Mendengar istilah bayi tabung tentu Moms sudah terbayang kalau proses pembuahan dilakukan di luar tubuh. Hal tersebut memang benar, program bayi tabung biasanya dilakukan apabila pasangan suami istri yang sudah mengonsumsi obat-obatan, tindakan bedah, atau intensuminasi, tetapi tidak kunjung mengatasi masalah ketidaksuburan.

Ini beberapa prosedur bayi tabung, di antaranya adalah:

  • Calon ibu diberikan suntikan hormon untuk meningkatkan produksi produksi sel telur.
  • Setelah itu, dilakukan pengujian (tes darah) untuk mengetahui apakah sel telur pada calon ibu sudah siap diambil.
  • Usai dinyatakan matang, dokter akan menggunakan jarum khusus untuk mengambil sel telur..
  • Tidak hanya sel telur yang diambil dari calon ibu, pada waktu yang bersamaan sperma juga harus diambil dari calon ayah.
  • Kemudian sel telur dan sperma akan disimpan dalam wadah yang sama hingga dianggap sudah matang.
  • Setelah proses penyatuan sel telur dan sperma dinyatakan matang dan sudah berhasil menjadi embrio maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Embrio akan dimasukkan ke dalam rahim melalui alat bantu (kateter) yang dimasukkan ke dalam vagina calon ibu.
  • Terakhir, sekitar dua minggu setelah proses embrio dimasukkan ke dalam rahim, calon ibu melakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah proses pembuahan atau program bayi tabung tersebut berhasil.

Baca Juga : Tak Mau Buang Waktu, Makin Banyak Pasangan Muda Ikut Program Bayi Tabung

Kondisi yang Perlu Dibantu Dengan Program Bayi Tabung

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: veryanxiousmommy.com

Pasti banyak Moms dan Dads yang kebingungan kapan harus memulai program bayi tabung. Sebelum memutuskan mengambil langkah ini, pastikan dulu Moms dan Dads memahami prosedur bayi tabung dengan seksama. Ini dia daftar kondisi yang perlu dibantu prosedur bayi tabung.

  • Moms yang sudah berusia di atas 40 tahun.
  • Adanya gangguan pada rahim (kerusakan).
  • Mom yang mengalami gangguan ovulasi sehingga produksi sel telur minim.
  • Dads yang memiliki kuantitas sperma rendah atau sperma lemah.
  • Masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.

Baca Juga : Keberhasilan Program Bayi Tabung Berdasarkan Usia

Risiko Bayi Tabung

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: parents.com

Bayi tabung memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh calon ibu dan ayah, di antaranya risiko infeksi. Risiko infeksi yang bisa disebabkan dari prosedur pengambilan sel telur itu memungkinkan terjadinya pendarahan atau kerusakan organ lain.

Selain itu, obat-obatan yang dikonsumsi selama proses bayi tabung juga bisa menimbulkan efek samping, seperti kembung, kram, sembelit, atau penambahan berat badan.

Keberhasilan Program Bayi Tabung Tidak 100%

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: ccrmivf.com

Walau prosedur telah dilakukan dengan tepat, program bayi tabung tetap tidak bisa dipastikan keberhasilannya 100%. Umumnya, keberhasilan bayi tabung akan lebih tinggi saat calon ibu berusia 37 tahun atau lebih muda.

NA/KM

Artikel Terkait