TRIMESTER 1
25 Maret 2020

Tes Toleransi Glukosa Saat Hamil, Ketahui Tujuan dan Risikonya!

Uji toleransi glukosa perlu dilakukan untuk mengetahui apakah Moms mengalami diabetes gestasional
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Intan Aprilia

Tes toleransi glukosa adalah tes darah untuk mendiagnosis diabetes mellitus, juga dikenal sebagai diabetes. Tes ini menunjukkan bagaimana tubuh bereaksi terhadap glukosa.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diabetes adalah penyebab utama ketujuh kematian di Amerika Serikat.

Diagnosis dini dapat menjadi kunci pengobatan yang efektif dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Jenis yang paling umum adalah Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) atau tes toleransi glukosa.

Tujuan Tes Toleransi Glukosa dan Prosedurnya

Uji Toleransi Glukosa Saat Hamil, Ketahui Tujuan dan Risikonya.jpg

Foto: folio.ca

Tes toleransi glukosa saat hamil dapat membantu mendiagnosis diabetes dan mengukur kadar glukosa dalam tubuh.

Menurut Mayo Clinic, tes toleransi glukosa juga mengidentifikasi kelainan dalam cara tubuh menangani glukosa setelah makan, seringkali sebelum kadar glukosa darah puasa menjadi tidak normal.

Prosedur tes toleransi glukosa ini dimulai dari, penyedia layanan kesehatan akan mengukur dan membandingkan kadar glukosa darah seseorang sebelum dan sesudah minum gula.

Dikarenakan seseorang melakukan tes lebih dari 2 jam, itu dapat menunjukkan kepada dokter bagaimana tubuh memproses glukosa.

Pada orang yang sehat, kadar glukosa darah akan naik setelah makan makanan manis dan kembali normal setelah tubuh menyerap glukosa. Pada orang dengan diabetes, kadar gula darah mungkin tetap tinggi.

Baca Juga: 3 Fakta tentang Diabetes Gestasional, Bumil Wajib Tahu!

Risiko Tes Toleransi Glukosa Saat Hamil

Uji Toleransi Glukosa Saat Hamil, Ketahui Tujuan dan Risikonya 2.jpg

Foto: massageceumonkey.com

Tes-tes ini tidak memiliki risiko serius. Jika Moms dites untuk diabetes gestasional, tes ini tidak memiliki risiko serius bagi Moms atau bayi. Setelah darah diambil hanya berisiko infeksi.

Perhatikan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan dan pembengkakan di sekitar lokasi tusukan, dan demam.

Dalam beberapa kasus juga mungkin merasa pingsan atau pusing karena tidak makan. Maka disarankan untuk makan setelah tes dilakukan.

Usahakan untuk menghindari minuman yang memiliki kadar gula lebih tinggi. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi risiko seperti, mual, perut yang tidak nyaman, diare, dan sembelit.

Baca Juga: Hamil dengan Diabetes, Ini 4 Mitos dan Faktanya

Hasil Tes Toleransi Glukosa Saat Hamil

Uji Toleransi Glukosa Saat Hamil, Ketahui Tujuan dan Risikonya 3.jpg

Foto: shutterstock.com

Dokter mengobati diabetes kehamilan dengan diet dan aktivitas, dan dokter biasanya akan menambahkan obat untuk perawatan Moms jika membutuhkannya.

Dokter juga akan meminta kita untuk memonitor kadar gula darah setiap hari untuk memastikan dalam kondisi yang stabil.

Jika Moms memiliki diabetes gestasional, maka Moms harus segera memulai perawatan.

Menurut Healthline, diabetes yang tidak terkelola dapat menyebabkan bayi berukuran lebih besar, yang menyebabkan komplikasi selama persalinan, kelahiran prematur, dan komplikasi lainnya, seperti preeklamsia.

Dokter tentunya akan bekerja dengan Moms dalam mengembangkan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga: Program Hamil Penderita Diabetes Tipe 1, Seperti Apa Aturannya?

Pola hidup sehat memang perlu kita terapkan, terlepas dari kita dalam kondisi sakit ataupun tidak.

Apalagi jika kondisi kita sedang hamil, bukan berarti kita bisa memakan berbagai makanan tanpa terkontrol, tetap terapkan pola hidup sehat ini ya Moms.

Artikel Terkait