KEHAMILAN
30 Juni 2020

Tes TORCH pada Ibu Hamil, Seperti Apa?

Dokter kandungan biasanya menawarkan tes torch pada ibu hamil dari kunjungan pertama pemeriksaannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tes TORCH pada ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi infeksi yang melanda janin. Deteksi dini ini memudahkan perawatan infeksi, dan dapat mencegah komplikasi pada bayi yang baru lahir.

Dilansir laman Healthline, dokter kandungan biasanya menawarkan tes torch pada ibu hamil dari kunjungan pertama pemeriksaannya. Peneliti University of Mosul, Anmar Altaie mengatakan, janin yang tidak terdeteksi TORCH dalam kandungan, berpotensi lahir dalam keadaan cacat.

"Tes torch pada ibu hamil memainkan peran penting. Untuk mencegah faktor risiko yang signifikan. Karena infeksi ini dapat menyebabkan kematian janin," kata Altaie, seperti dikutip dari jurnalnya yang diterbitkan Research Gate.

Cacat yang sering dialami bayi dan diketahui saat lahir adalah gangguan jantung, katarak, atau disabilitas intelektual.

Torch sendiri merupakan kepanjangan dari akronim toxoplasmosis, other, rubella, cytomegalovirus, herpes, dan sifilis. Yang termasuk kategori other atau 'lainnya' antara lain cacar air, Virus Epstein-Barr, hepatitis B dan C, HIV, campak, dan penyakit gondok.

Baca Juga: Mengenal Virus TORCH yang Ditularkan Ibu Hamil pada Janin

Tes TORCH pada Ibu Hamil untuk Deteksi Berbagai Penyakit

Berbagai penyakit yang dapat terdeteksi dalam tes torch pada ibu hamil freepik.JPG

Foto: Freepik.com

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan ketika parasit (T. gondii), yang memasuki tubuh melalui mulut. Parasit ini dapat ditemukan di kotoran kucing, daging matang, dan telur mentah.

Bayi yang terinfeksi toksoplasmosis di dalam rahim biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Janin terjangkit penyakit ini berpotensi kehilangan penglihatan, keterbelakangan mental, tuli, dan kejang.

Tes torch pada ibu hamil juga mendeteksi adanya virus Rubella, yang juga dikenal sebagai campak Jerman. Gejala rubella bisa terlihat dari mengalami ruam ketika Moms hamil. Anak bisa lahir dengan kondisi cacat jantung, masalah penglihatan, dan keterlambatan perkembangan.

Penyakit berikutnya adalah Sitomegalovirus, yang masuk dalam keluarga virus herpes. Biasanya, penyakit ini tidak menyebabkan gejala yang terlihat pada orang dewasa. Namun, CMV dapat menyebabkan gangguan pendengaran, epilepsi, dan cacat intelektual pada janin yang sedang berkembang.

Tes TORCH pada ibu hamil penting juga untuk mengetahui adanya virus herpes simpleks. Virus ini ditularkan dari ibu ke janin di jalan lahir selama persalinan. Bayi juga bisa terinfeksi saat masih dalam kandungan.

Infeksi dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada bayi, termasuk kerusakan otak, masalah pernapasan, dan kejang.

Baca Juga: Betulkah TORCH Berbahaya Untuk Kehamilan?

Bagaimana Jika Hasil Tes TORCH pada Ibu Hamil Positif?

torch1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ketika siap menjalani screening TORCH, tidak ada persiapan khusus. Ketika menjalani tes ini, dokter akan mengambil sedikit sampel darah Moms, untuk dicek di laboratorium.

Selain menunjukkan infeksi virus yang mungkin hinggap, Moms juga akan melihat, sudah berapa lama memiliki penyakit itu, dalam hasil tes. Jika hasil tes TORCH pada ibu hamil positif, dokter akan menunjukkan penyakit apa saja yang mungkin ada dalam tubuh Moms dan bayi.

Baca Juga: 6 Manfaat Tes Darah pada Ibu Hamil, Simak di Sini, Yuk

Jika hasil tesnya negatif umumnya dianggap normal. Ini berarti tidak ada antibodi yang terdeteksi, dan tidak ada infeksi saat ini atau sebelumnya.

Dokter akan melakukan tes konfirmasi lanjutan, atau menganjurkan vaksinasi untuk mencegah infeksi virus selama masa kehamilan.

Artikel Terkait