BALITA DAN ANAK
26 Oktober 2019

Tidak Selalu karena Infeksi, Ternyata Ini Penyebab Diare pada Balita

Cari tahu penyebabnya agar Moms dapat memahami cara mencegah serta mengatasinya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Salah satu masalah pencernaan yang sering dialami anak balita adalah diare. Saking seringnya terjadi, Moms mungkin bertanya-tanya tentang penyebab diare pada balita ini.

Para dokter bahkan membuat julukan khusus untuk kasus diare yang sering diderita balita, yakni “diare balita”.

“Diare balita” berbeda dengan penyakit diare yang umumnya disebabkan oleh parasit, bakteri, atau virus, terutama rotavirus.

Dikutip dari lembar fakta yang diterbitkan oleh North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (NASPGHAN), “diare balita” adalah tipe diare nonspesifik kronis yang lazim diderita oleh bayi mulai dari usia 6 bulan hingga anak usia 5 tahun.

Baca Juga: Cara Mengatasi Diare Pada Balita

Disebabkan Konsumsi Terlalu Banyak Cairan dan Gula

Hati-hati! Ini penyebab paling umum penyakit diare pada balita (1).jpeg

Foto: cdnparenting.com

Menurut Marsha H. Kay, M.D., dokter spesialis gastroenterolog anak dan kepala endoskopi anak di Cleveland Clinic Children’s Hospital di Cleveland, Ohio, penyebab diare pada balita adalah karena anak terlalu banyak mengonsumsi minuman manis.

Karena terlalu banyak mengonsumsi minuman berkadar gula tinggi, sistem pencernaan Si Kecil jadi “kebanjiran” cairan dan gula sehingga memicu diare.

Anak yang menderita “diare balita” anak mengeluarkan BAB encer sebanyak 3−10 kali dalam sehari. Keinginan untuk BAB biasanya muncul pada siang hari saat Si Kecil sedang beraktivitas atau tiap kali setelah ia selesai makan.

Meski demikian, anak yang menderita “diare balita” tidak akan mengalami penurunan berat badan, tetap aktif, dan memiliki nafsu makan seperti biasa.

Menurut dr Kay, pencegahan “diare balita” sangat mudah, yaitu orang tua hanya perlu membatasi atau bahkan menghentikan asupan minuman bergula tinggi pada anak.

Moms juga sebaiknya tidak langsung memberikan obat “anti-diare” kepada anak, kecuali memang direkomendasikan oleh dokter.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik yang Bisa Diberikan Saat Balita Diare

Tanda Diare karena Infeksi

Hati-hati! Ini penyebab paling umum penyakit diare pada balita (2).jpg

Foto: verywellhealth.com

Namun, bila diare yang diderita Si Kecil dibarengi dengan rasa nyeri atau sakit di perut, kemungkinan itu bukan “diare balita”, melainkan tanda adanya infeksi.

Penyebab diare pada balita di luar minuman bergula tinggi adalah:

  • Sensitivitas terhadap makanan tertentu
  • Alergi terhadap makanan tertentu
  • Kondisi kesehatan khusus, seperti menderita celiac disease (tidak dapat mengonsumsi gluten) atau radang usus
  • Gangguan penyerapan nutrisi dan cairan secara memadai dari makanan

Pastikan Ada Asupan Cairan untuk Menghindari Dehidrasi

Hati-hati! Ini penyebab paling umum penyakit diare pada balita (1).jpg

Foto: baby.be

Bila Si Kecil diare, Moms perlu memastikan ia mendapat asupan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi. Anak yang dehidrasi akan memperlihatkan tanda-tanda seperti berikut:

  • Tubuhnya tidak memproduksi urine, atau hanya dalam jumlah sedikit dan berwarna gelap
  • Merasa sangat haus
  • Menangis, tetapi tidak mengeluarkan air mata
  • Mulut dan kulitnya terlihat kering

Baca Juga: Moms, Lakukan 5 Hal Ini untuk Mencegah Balita Terkena Diare

Bila Moms melihat ada darah pada tinja anak diare, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Dengan memahami penyebab diare pada balita, Moms dapat memberikan penanganan yang tepat.

(AN)

Artikel Terkait