KESEHATAN
23 Juli 2020

Apa itu Tinea Versicolor? Ini Dia Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Tinea versicolor merupakan infeksi jamur kulit yang seringkali menyerupai vitiligo.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Tinea versicolor adalah infeksi jamur pada kulit yang masalahnya cukup umum. Jamur ini mengganggu pigmentasi normal kulit, lalu menyebabkan bercak-bercak kecil dan berwarna.

Menurut mayoclinic.com, bercak kecil ini mungkin lebih terang atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya dan paling umum memengaruhi batang dan bahu.

Tinea versicolor paling sering terjadi pada remaja dan dewasa muda. Paparan sinar matahari bisa membuat tinea versicolor lebih jelas.

Tinea versicolor juga disebut pityriasis versicolor, yang tidak menyakitkan atau menular. Tetapi, kondisi ini bisa menyebabkan tekanan emosional atau kesadaran diri.

Krim antijamur, lotion atau sampo dapat membantu mengobati tinea versicolor. Tetapi setelah perawatan berhasil, warna kulit mungkin tetap tidak merata selama beberapa minggu atau bulan. Bahkan kondisi ini bisa kambuh ketika cuaca hangat dan lembab.

Baca Juga: Penyebab Infeksi Jamur Candida Pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Penyebab Tinea Versicolor

tinea versikolor (1).jpeg

Foto: shutterstock.com

Tinea versicolor terjadi ketika jamur malassezia tumbuh dengan cepat di permukaan kulit. Malassezia, jamur lipofilik dimorfik, juga dikenal sebagai Pityrosporum.

Sebenarnya, jamur ini adalah flora yang biasa terdapat pada kulit normal. Malassezia terdapat di kulit yang sehat, dan paling umum di daerah berminyak seperti wajah, kulit kepala, dan punggung.

Namun, Malassezia dapat menyebabkan tinea versicolor ketika berubah menjadi bentuk patogen atau merusak.

Faktor-faktor yang menyebabkan jamur ini menjadi patogen di antaranya adalah kecenderungan genetik, kondisi lingkungan seperti panas dan kelembaban, defisiensi imun, kehamilan, kulit berminyak, dan penggunaan lotion dan krim berminyak.

Dikutip dari Journal de Mycologie Médicale, hingga saat ini, 14 spesies Malassezia penyebab tinea versicolor telah diidentifikasi.

Spesies utama jamur penyebab tinea versicolor adalah Malassezia furfur, Malassezia globosa, dan Malassezia sympodialis.

Berikut ini adalah faktor risiko penyebab tinea versicolor.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

Cuaca Panas dan Lembab

Tinea versicolor dilaporkan terjadi di seluruh dunia, tetapi lebih sering terjadi pada kondisi hangat dan lembab. Prevalensinya setinggi 50% di negara tropis dan serendah 1,1% di daerah beriklim dingin seperti Swedia.

Kulit Berminyak

Pityriasis versicolor terjadi lebih sering pada remaja dan dewasa muda mungkin karena peningkatan produksi sebum yang memungkinkan lingkungan yang lebih kaya lemak atau minyak di mana Malassezia dapat tumbuh.

Keringat berlebih

Jamur menyukai kulit yang lembab. Keringat yang berlebih mendukung pertumbuhan jamur tinea versicolor.

Sistem Kekebalan yang Melemah

Current Opinion in Pediatrics meninjau imunodefisiensi menjadi penyebab berbagai peningkatan infeksi jamur superfisial dan invasif.

Infeksi jamur yang ditemukan peneliti bisa terjadi karena kesalahan gen bawaan tunggal dari imunitas.

Di dalam jurnal tersebut, peneliti menemukanya bahwa infeksi jamur lain juga dapat terjadi dari kesalahan kekebalan bawaan yang belum diketahui sampai saat ini, setidaknya pada beberapa pasien tanpa faktor risiko yang diketahui.

Baca Juga: Waspadai Gejala Lupus, Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Perubahan hormon

Beberapa hormon, terutama hormon seks, meningkatkan sekresi minyak sehingga meningkatkan risiko tinea versicolor.

Tinea versicolor juga bisa terjadi pada orang-orang dari semua latar belakang etnis, tapi lebih umum pada remaja dan dewasa muda. Orang dewasa lebih mungkin mengembangkan tinea versicolor jika mereka mengunjungi suatu daerah dengan iklim subtropis.

Baca Juga: Waspada Tinea Captitis, Infeksi Jamur di Kulit Kepala Anak

Gejala Tinea Versicolor

tinea versikolor (2).jpeg

Foto: shutterstock.com

Pertumbuhan jamur pada kulit bisa menyebabkan warna area kulit yang terinfeksi berbeda dari kulit di sekitarnya.

Adapun tanda dan gejala infeksi tinea versicolor yang dilansir oleh webmd.com meliputi:

  1. Bercak kulit, bisa berwarna putih, merah muda, merah atau cokelat. Bahkan bercaknya bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.
  2. Bekas tinea versicolor biasanya lebih terlihat dengan di kulit berwarna gelap.
  3. Bintik-bintik bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tapi paling sering terlihat di leher, dada, punggung dan lengan.
  4. Bintik-bintik dapat menghilang selama cuaca dingin dan menjadi lebih buruk selama cuaca hangat dan lembab.
  5. Bercak kulit ini kering, bersisik, gatal dan terasa sakit.

Bercak kulit yang berubah warna adalah gejala tinea versikolor yang paling nyata, dan bercak ini biasanya muncul di lengan, dada, leher, atau punggung. Tambalan ini mungkin:

Tinea versikolor yang berkembang pada orang dengan kulit gelap dapat menyebabkan bercak-bercak kulit jadi lebih terang, sehingga dikenal sebagai hipopigmentasi. Bagi sebagian orang, kulit bisa menjadi lebih gelap, bukan cerah. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi.

Namun, beberapa orang yang terkena tinea versikolor tidak memiliki perubahan signifikan dalam warna atau penampilan kulit mereka.

Selain perubahan warna kulit Anda, Anda juga mungkin mengalami kulit gatal.

Penyakit Kulit yang Disangka Tinea Versicolor

tinea versikolor (3).jpeg

Foto: shutterstock.com

Beberapa kondisi kulit dengan gejala yang tumpang tindih seperti vitiligo sering disalahartikan sebagai tinea versicolor. Namun dilansir oleh healthline.com, vitiligo bisa berbeda dari tinea versicolor yang termasuk:

  1. Vitiligo tidak mempengaruhi tekstur kulit.
  2. Vitiligo biasanya muncul di jari, pergelangan tangan, ketiak, mulut, mata atau selangkangan.
  3. Vitiligo sering membentuk tambalan yang simetris.

Ruam yang disebabkan oleh pityriasis rosea juga mirip dengan tinea versicolor, tetapi ruam ini biasanya didahului oleh herald patch.

Herald patch satu-satunya bercak merah kulit bersisik yang muncul beberapa hari atau minggu sebelum ruam.

Belum diketahui penyebab masalah kulit ini. Tapi, seperti tinea versicolor, masalah kulit ini tidak berbahaya atau menular.

Baca Juga: Mengenal Masalah Kulit Vitiligo, Gejala, Komplikasi dan Efek Psikologisnya!

Mengobati Tinea Versicolor

Tinea Versicolor

Foto: Orami Photo Stocks

Dikutip dari jurnal PubMed, obat oles bisa digunakan sebagai pengobatan pertama untuk tinea versicolor.

Obat oles yang bisa digunakan di antaranya agen antijamur nonspesifik (sulfur ditambah asam salisilat, selenium sulfida 2,5%, dan seng-pyrithione) yang menghilangkan jaringan mati dan mencegah invasi lebih lanjut

Kedua, bisa menggunakan obat antijamur spesifik, yang memiliki efek fungisida atau fungistatik.

Obat antijamur yang biasa digunakan termasuk imidazol (clotrimazole 1%, ketoconazole 2%, econazole, isoconazole, miconazole), ciclopirox olamine 1%, dan allylamine (terbinafine 1%).

Obat luar berbentuk semprotan atau larutan berbusa dalam sampo lebih disukai daripada krim karena krim lebih berminyak dan lebih sulit untuk diaplikasikan, terutama di daerah yang luas.

Ketoconazole adalah pengobatan topikal yang paling umum digunakan untuk mengobati tinea versicolor. Ini dapat diaplikasikan sebagai krim (dua kali sehari selama 15 hari) atau dalam larutan berbusa (dosis tunggal).

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

Itulah penjelasan tentang tinea versicolor. Semoga Moms terhindar dari penyakit ini, ya!

Artikel Terkait