KESEHATAN
20 Desember 2019

Nyeri Saat Haid, Kenali Tipe Dismenore

Ada dismenore primer dan sekunder
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms pasti sudah cukup akrab dengan dismenore. Nyeri saat haid tersebut seringkali bikin Moms tidak dapat beraktivitas normal.

Biasanya, nyeri hair terjadi pada saat hari pertama menstruasi, kemudian mereda pada hari kedua dan ketiga.

Meskipun mengalami dismenore adalah sesuatu yang normal, bagi sekitar 10 persen perempuan rasa sakit yang dialami cukup parah. Nah, tahukah Moms kalau dismenore terbagi atas dua tipe?

JoAnn V. Pinkerton , MD dari University of Virginia Health System, seperti dikutip dari MSD Manual menyebutkan, dismenore terbagi atas dismenore primer dan dismenore sekunder.

Baca Juga: Nyeri Saat Menstruasi? Konsumsi 5 Makanan yang Bisa Menenangkan Perut Ini!

Dismenore, Nyeri Saat Haid

Untuk lebih memahami tentang dismenori dan nyeri yang Moms rasakan ketika sedang haid, simak ulasan di bawah ini.

1. Dismenore Primer

sanescohealth.com.jpg

Dismenore primer merupakan nyeri haid yang bukan diakibatkan kelainan ginekologis. Hal tersebut merupakan proses menstruasi yang normal.

Nyeri haid ini diduga dikarenakan kontraksi rahim dan kurangnya aliran darah ke sejumlah organ tubuh.

Rasa sakit biasanya dimulai ketika menstruasi mulai (atau sebelum) dan berlanjut selama 1-2 hari pertama.

Rasa sakitnya berupa nyeri perut bagian bawah yang dapat menjalar ke punggung atau paha. Ada kemungkinan pula mengalami kelelahan, mual, muntah, diare, nyeri pinggang, atau sakit kepala.

Dismenore primer adalah jenis dismenore yang paling umum, dialami lebih dari 50 persen perempuan.

Pada sekitar 5 -15 persen perempuan mengalami dismenore primer dengan gejala kram cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Biasanya dismenore primer dialami oleh remaja dan perempuan di usia 20-an awal.

Saat beranjak dewasa, khususnya setelah kehamilan, rasa nyeri akibat dismenore primer cenderung berkurang.

Dilansir dari Department of Health & Human Services, Victoria, Australia, berikut beberapa cara mengatasi dismenore primer:

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol
  • Rajin olahraga dan menjaga gaya hidupp sehat
  • Memberi kehangatan pada bagian yang nyeri dengan kompres atau botol berisi air hangat
  • Bed rest dalam satu atau dua hari pertama menstruasi

Baca Juga: Migrain Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

2. Dismenore Sekunder

2 Ovulasi dan Menstruasi.jpg

Dismenore sekunder adalah nyeri haid yang berkaitan dengan kelainan ginekologis.

HealthEngine menyebutkan dismenore sekunder biasa terjadi pada perempuan di atas 30 tahun. Rasa nyerinya bahkan berlangsung 3-4 hari sebelum haid, dan semakin parah saat haid berlangsung.

Beberapa gejala dismenore sekunder lainnya adalah nyeri saat berhubungan seksual, siklus menstruasi tidak teratur, darah yang berlebihan, dan berdarah saat berhubungan seks.

Dismenore sekunder dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, di antaranya:

  • Adanya fibroid atau tumor jinak yang berkembang atau menempel di dalam dinding rahim
  • Adenomyosis atau jaringan yang melapisi rahim mulai tumbuh di dalam dinding ototnya
  • Endometriosis atau fragmen dari lapisan endometrium yang ditemukan pada organ panggul lainnya
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Kista atau tumor ovarium
  • Penggunaan alat kontrasepsi (IUD)

Baca Juga: Menstruasi Moms Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

Sebagian besar gangguan ini dapat diatasi dengan pengobatan atau operasi. Jika Moms mengalami dismenore dengan nyeri haid berlebih ada baiknya untuk periksakan ke dokter untuk mengetahui jenis dismenore yang dialami dan penanganan yang tepat ya.

(SWN)

Artikel Terkait