PROGRAM HAMIL
10 Maret 2020

Tipe-tipe KB Spiral yang Perlu Moms Ketahui

Sebelum memutuskan mau pakai KB apa, cari tahu dulu yuk tipe-tipe spiral KB
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Orami

Moms, apakah saat ini Moms sedang memutuskan mau menggunakan KB spiral?

Dilansir dari Planned Parenthood, KB spiral atau IUD (Intra Uterine Device) adalah alat kecil berbahan plastik fleksibel yang dimasukkan ke uterus untuk mencegah kehamilan. KB spiral adalah salah satu kontrasepsi yang paling efektif.

Sebelum pergi ke dokter, Moms perlu tahu dulu ini ternyata KB spiral punya beberapa tipe, lho. Moms perlu cari tahu dulu, tipe KB spiral seperti apa yang paling nyaman buat Moms.

Sebelumnya, Moms juga harus tahu bahwa ada banyak sekali mitos-mitos seputar pemasangan spiral ini.

Misalnya saja ada yang bilang kalau mitos bisa berpindah ke bagian tubuh lain, padahal faktanya spiral tidak akan pindah ke jantung, paru-paru atau organ lain. Hanya terkadang, dalam kasus yang sangat jarang, spiral bisa lepas.

Ada juga yang mengatakan kalau spiral mempengaruhi kesuburan. Nyatanya, spiral sangat aman, bahkan Moms yang baru saja melepas spiral setelah 10 tahun pemakaian juga bisa langsung hamil.

Baca Juga: Apa Dampak Darah Tinggi Pada Ibu Hamil dan Janin?

“Wanita selalu peduli dengan kesuburan mereka di masa depan. Butuh waktu lama untuk membuat IUD dianggap sebagai alat kontrasepsi yang lebih aman," kata dr. Alyssa Dweck, ginekolog yang berbasis di New York City.

Terlepas dari banyaknya mitos dan fakta yang beredar seputar spiral, cari tahu dulu yuk tipe KB spiral seperti apa sih yang cocok dan nyaman buat Moms.

Tipe-tipe KB Spiral

tipe tipe spiral.jpg

Spiral atau IUD dianggap sebagai alat kontrasepsi yang bisa mencegah kehamilan dalam waktu sangat lama, yakni bertahun-tahun.

Namun, walaupun spiral mencegah kehamilan dalam waktu lama, Moms yang baru saja melepaskannya bisa langsung hamil. Hal ini tentu saja karena spiral tidak memiliki dampak apapun terhadap ketidaksuburan.

Berikut ini tipe KB spiral yang perlu Moms ketahui:

1. IUD Hormonal

IUD hormonal melepaskan progestin, yang merupakan versi sintetis dari hormon progesteron. Progestin mengentalkan lendir di leher rahim, sehingga hampir mustahil sperma bisa mencapai sel telur.

Progestin juga menipiskan lapisan rahim. Jika sperma tidak dapat melakukan perjalanan ke sel telur, lapisan tipis ini membuat telur sulit untuk ditanamkan di rahim dan menyebabkan kehamilan.

Ada empat merek IUD hormonal yang ada di pasaran:

  • Mirena, mencegah kehamilan hingga 6 tahun
  • Kyleena, mencegah kehamilan hingga 5 tahun
  • Liletta, mencegah kehamilan hingga 4 tahun
  • Skyla, mencegah kehamilan hingga 3 tahun

Nah, IUD hormonal juga punya efek samping yang mirip dengan pil KB, Moms. Misalnya nyeri payudara, sakit kepala, mual, perubahan mood, penambahan berat badan, atau jerawat.

Baca Juga: 10 Inspirasi Nama Anak Perempuan yang Terinspirasi dari Alam Semesta

2. IUD Nonhormonal atau Tembaga

IUD tembaga tidak menggunakan hormon, tetapi menggunakan tembaga untuk merusak sperma agar tidak sampai ke sel telur.

Tipe KB spiral ini juga menciptakan respons kekebalan yang menghentikan perkembangan telur yang sehat dan menghancurkan semua telur yang berkembang. Ketika diletakkan dalam rahim, IUD tembaga bisa bertahan hingga 10 tahun.

Jika Moms menggunakan IUD tembaga, kemungkinan Moms akan mengalami pendarahan lebih banyak dan kram lebih sering saat menstruasi.

Namun, rasa sakit dan banyaknya darah akan berkurang setelah beberapa bulan menggunakan IUD tembaga.

Adapun beberapa efek samping ketika menggunakan IUD tembaga:

  • Anemia
  • Sakit punggung
  • Bercak di luar periode menstruasi
  • Keputihan
  • Rasa sakit saat berhubungan seks

Baca Juga: Ini Jenis dan Gejala Kista Ovarium yang Patut Diwaspadai

Cara Kerja dan Harga KB Spiral

Apa IUD Bisa Berpindah Tempat 1.jpg

IUD tembaga dan hormonal sudah dibuktikan 99% efektif. Hanya 1 dari 100 orang yang akan hamil tiap tahunnya.

Untuk harga, KB spiral memang lebih mahal dibandingkan KB suntik dan pil. Tetapi, biaya yang dikeluarkan ini hanya sekali saja untuk pemakaian 5-10 tahun.

Di rumah sakit, harga IUD di atas Rp500.000, belum dengan biaya dokter. Sementara pemasangan IUD di bidan atau puskesmas bisa lebih murah bahkan gratis, tergantung kebijakan pemerintah daerah bersangkutan.

Moms, itulah tipe-tipe KB spiral yang perlu Moms ketahui. Perlu diingat, pemakaian alat kontrasepsi adalah keputusan pribadi. Pilih alat KB yang memang nyaman untuk Moms dan jangan lupa konsultasikan juga dengan Dads, ya.

(SR/ERW)

Artikel Terkait