PERNIKAHAN & SEKS
7 Februari 2019

3 Tips Ampuh Agar Suami Mau Ikut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Lakukan dengan cara ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Saat menikah, Moms dan pasangan baiknya menjadi dua individu yang saling melengkapi dan mengerti, termasuk dalam hal mengerjakan pekerjaan rumah.

Membersihkan rumah mungkin menjadi hal tidak dipikirkan sebelum menikah. Hal ini memang sepele dan kerap terlupakan. Namun, bisa menjadi sumber masalah.

Biasanya para suami yang malas dan enggan ikut mengerjakan pekerjaan rumah karena berpikir bahwa itu pekerjaan seorang istri.

Di sisi lain, Moms juga disibukkan dengan mengasuh anak yang mengharapkan suami ikut mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan rumah.

Maka, perencanaan yang sudah dilakukan sejak sebelum menikah menjadi penting untuk pernikahan termasuk soal kebersihan rumah.

Entah Moms memutuskan untuk menyewa asisten rumah tangga atau mengerjakannya sendiri dengan bantuan suami.

Ada baiknya memang jika itu sudah dibicarakan sehingga Moms dan pasangan tidak meributkan hal yang kecil.

Lalu jika sekarang hal itu jadi masalah, berikut beberapa cara yang Moms bisa lakukan agar para suami ikut mengerjakan pekerjaan rumah!

Baca Juga: Kenali Metode ‘I Message’, Agar Suami Membantu Kita Tanpa Perlu Disuruh

1. Komunikasikan Pada Pasangan

Saat menikah komunikasi menjadi hal yang utama dan penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Moms juga boleh komunikasikan mengenai pembagian tugas soal kebersihan dan pekerjaan di rumah kepada suami.

Jangan berpikir bahwa pasangan Moms bisa memahami apa yang diinginkan.

Moms harus tetap membicarakannya dengan suami. Jangan hanya melemparkan kode karena hal tersebut justru memicu pertengkaran.

Cari waktu dan suasana yang tepat dan baik untuk berbicara.

Bersikaplah terbuka dan jujur tentang apa yang Moms pikirkan, khususnya beberapa hal yang tidak bisa Moms kerjakan dan pikirkan sendiri. Moms boleh dan harus berbicara kepada suami.

2. Buat Pembagian Pekerjaan

Setelah komunikasi berjalan lancar, lanjutkan dengan membuat daftar pekerjaan rumah dengan suami. Biarkan suami punya tanggung jawab lain selain pekerjaannya di kantor atau hal lainnya di luar rumah.

Dengan memiliki daftar tugas dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan maka hal ini bisa menjadi bahan diskusi satu sama lain.

Moms bisa mengingatkan kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Begitu pula suami juga dapat mengingatkan jika Moms tidak melakukan pekerjaan yang sesuai.

Untuk pembagian tugas, Moms bisa meminta suami melakukan hal yang memang sulit Moms lakukan. Misalnya membersihkan bagian atas rumah.

Jangan lupa untuk memintanya sangat sedang punya waktu luang agar tak ganggu aktivitasnya. Jangan minta suami ikut mengerjakan pekerjaan rumah di setiap akhir pekan. Ingat bahwa suami juga membutuhkan waktu istirahat, begitu pula dengan Moms.

Baca Juga: Pernikahan Bermasalah, Perlukah Ikut Konseling Pernikahan?

3. Lakukan Bersama-sama

Menjadwalkan waktu bersama tak melulu soal liburan yang jauh keluar rumah.

Moms bisa melakukan pekerjaan rumah tangga bersama dengan suami. Hal ini bisa menjaga keharmonisan keluarga sambil menyelesaikan pekerjaan rumah.

Jadikan hal kecil menjadi berarti dilakukan bersama pasangan Moms.

Setelah mengerjakan pekerjaan rumah, berikan hadiah seperti memasak makanan kesukaannya. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih sebab suami akan sangat merasa dihargai.

Penghargaan terhadap suami ikut mengerjakan pekerjaan rumah adalah tetap menghargai apapun yang dilakukan.

Percayalah bahwa pasangan Moms akan melakukan hal di luar dari keinginan Moms karena memang mungkin tidak terbiasa untuk melakukannya.

Jangan membuat peraturan yang ketat sehingga suami tidak nyaman dalam melakukannya. Biarkan dia berkreasi dan buat suasana menjadi menyenangkan saat bersih-bersih.

Nah, apakah Moms pernah mengalami masalah ketika meminta suami ikut mengerjakan pekerjaan rumah? Apa yang waktu itu Moms lakukan?

(GSA)

Artikel Terkait