BALITA DAN ANAK
25 April 2020

Ini Tips Berjemur Matahari Pagi untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Pastikan dilakukan sebelum jam 10.00 pagi ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Menjaga daya tahan tubuh adalah salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko tubuh terpapar penyakit. Apalagi, di tengah pandemi virus COVID-19 yang masih terjadi di Indonesia.

Selain vitamin C, vitamin lain untuk menjaga imunitas tubuh yaitu vitamin D, yang bisa didapatkan secara alami dari sinar matahari. Karena itu, ketahui seperti apa tips berjemur matahari pagi yang baik untuk anak berikut ini.

Baca Juga: 5 Tips Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari Menurut Dermatolog

Pentingnya Vitamin D untuk Kesehatan Tubuh

tips berjemur matahari pagi-1.jpg

Foto: myparentalstyle.com

Sinar matahari pagi bermanfaat untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh anak. Lewat kegiatan berjemur, anak-anak dapat merasakan manfaat untuk kesehatannya.

Dalam acara virtual "Ayo #BerjemurAsyik Sambil Bereksplorasi dengan Virtual Gym" pada Selasa (21/4), dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, fM.Sc, bahwa sinar (UVB) yang membentuk vitamin D dapat tingkatkan daya tahan tubuh, penyerapan kalsium, dan pertumbuhan tulang.

"Bentuk vitamin D yang aktif (1,25-dihydroxyvitamin D) berperan dalam mengatur metabolisme kalsium dan fosfat untuk menjaga kesehatan tulang, serta mengatur produksi dan kinerja sel-sel daya tahan tubuh," jelas dr. Caessar.

Tidak hanya mengatur daya tahan tubuh, pada Journal of Investigative Medicine, dijelaskan vitamin D bahkan telah digunakan untuk mengobati infeksi seperti TBC, sebelum ada antibiotik efektif untuk mengobati kondisi ini.

Baca Juga: Benarkah Vitamin D Dapat Menambah Kesuburan?

Tips Berjemur Matahari Pagi untuk Anak

tips berjemur matahari pagi-2.jpg

Foto: businessinsider.com

Untuk merasakan manfaat yang optimal dari kegiatan berjemur matahari pagi, penting mengetahui seperti apa durasi, waktu, dan langkah-langkah lain yang perlu diperhatikan.

1. Waktu Berjemur

Menurut dr. Caessar, aktivitas berjemur pada anak sebaiknya dilakukan sebelum jam 10.00 agar memberikan manfaat pada tubuh. Berjemur di atas jam 10.00 hingga 14.00 bisa berisiko bagi kulit dan tubuh.

"Di atas pukul 10.00, indeks UV semakin tinggi, bahkan memberikan 300 persen dari yang dibutuhkan tubuh. Bila berjemur terlalu siang, kulit akan terbakar, sebabkan keganasan kulit (kanker kulit), dan justru mengalami penurunan imunitas," jelasnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Melindungi Kulit Bayi dari Sinar Matahari?

2. Durasi Berjemur

Selain itu, dr. Caessar juga memberikan tips berjemur matahari pagi untuk anak agar dilakukan selama 5-15 menit secara bertahap.

"Untuk durasi berjemurnya dapat dinaikkan bertahap, dari 5 menit sampai 15 menit. Aktivitas berjemur bisa dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu," sarannya.

Sebagai catatan, National Health Service menjelaskan bahwa tubuh tidak dapat membuat vitamin D jika berjemur dilakukan di dalam ruangan dekat jendela, karena sinar ultraviolet B yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan vitamin D tidak dapat menembus kaca.

3. Bagian Tubuh yang Perlu Mendapat Sinar Matahari

Selain mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berjemur serta durasinya, ada beberapa bagian tubuh yang perlu dipastikan mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari.

"Anak-anak perlu memaksimalkan untuk berjemur pada kedua bagian lengan dan tungkai. Selain itu, waktu berjemur berlaku untuk semua wilayah di Indonesia," tambah dr. Caessar.

Untuk perlindungan yang optimal sekaligus tips kala berjemur matahari pagi, Si Kecil dapat menggunakan tabir surya, atau topi untuk melindungi bagian kepala dan lehernya.

Itu dia Moms, beberapa tips berjemur matahari pagi untuk anak yang bisa dilakukan agar mendapat asupan vitamin D yang bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Artikel Terkait