KESEHATAN
20 Mei 2020

Sebelum Melakukan Diet Puasa, Perhatikan Hal Ini!

Sebelum melakukan diet puasa, sebaiknya Moms memerhatikan beberapa hal penting ini, ya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Mencapai berat badan ideal bukan saja agar menunjang penampilan lebih percaya diri tapi juga berdampak baik untuk kesehatan kita ke depannya, ya, Moms.

Terlebih lagi apabila Moms sudah mempunyai anak, tentunya menjaga kesehatan diri penting agar kualitas hidup terjaga dengan baik.

Nyatanya, kelebihan berat badan atau obesitas menjadi masalah kesehatan yang bisa menimbulkan komplikasi berbahaya.

Berbagai metode diet dilakukan untuk mencapai berat badan ideal, salah satu yang bisa Moms coba adalah intermittent fasting atau diet puasa.

Diet puasa dipopulerkan oleh jurnalis BBC, Dr. Michael Mosley pada tahun 2012 lalu. Lalu, semakin terkenal karena dijelaskan lebih mendalam oleh Dr. Jason Fung pada bukunya berjudul The Obesity Code pada tahun 2016 lalu.

Baca Juga: 5 Jenis Buah yang Sehat untuk Diet

Temukan Metode Diet Puasa yang Tepat

diet puasa (1).jpg

Foto: pexels.com

Diet puasa ini aman untuk dilakukan, selama Moms tidak sedang mengandung dan menyusui. Terlepas dari itu, sebenarnya intermittent fasting juga dibagi menjadi beberapa metode.

Dilansir dari Cleveland Clinic Journal of Medicine, berikut metode diet puasa:

  1. Metode 5:2, artinya 2 hari seminggu membatasi 500 kalori sehari, dan sisanya mempertahankan pola makan yang normal.
  2. Metode 16:8 atau 14:10, ketika Moms mengatur waktu puasa dan makan. Misalnya, Moms berpuasa selama 16 jam sehari dan 8 jam untuk makan. Metode ini paling populer di antara semuanya.
  3. Puasa 24 jam, artinya Moms harus puasa selama 24 jam penuh, yang dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu. Biasanya, orang berpuasa dari jam sarapan ke sarapan di hari berikutnya atau jam makan siang ke makan siang.

Secara garis besar, itu metode diet puasa yang bisa Moms coba. Tentunya metode ini tidak bisa disamakan karena kondisi setiap orang berbeda-beda, ya!

“Jika ingin mencoba diet puasa, temukan metode yang terbaik. Tidak ada salahnya untuk melakukan percobaan dan mengalami kegagalan terlebih dulu. Umumnya, metode 16:8 atau 14:10 paling banyak digunakan karena aman dilakukan untuk pertama kalinya,” ujar Anna Taylor, ahli diet dari London.

Menurut Anna juga, efektif atau tidak diet puasa ditentukan oleh kondisi dari setiap orang. Hal ini meliputi jam kerja, jadwal melakukan aktivitas fisik, waktu tidur, dan faktor lingkungan juga memengaruhi.

Baca Juga: 6 Tips Diet Sehat Agar Cepat Langsing Tanpa Efek Samping

Efek Samping dari Diet Puasa

diet puasa (2).jpg

Foto: stocksnap.io

Tips sukses diet puasa adalah memahami efek samping yang bisa terjadi, seperti halnya jenis diet lainnya. Misalnya saja, apabila Moms ingin melakukan puasa 24 jam dapat memiliki dampak tertentu.

“Metode diet puasa yang paling ekstrem adalah puasa 24 jam penuh. Efek sampingnya bisa tubuh merasa kelelahan, sakit kepala, mudah marah dan lapar, serta tubuh tidak berenergi,” ungkap Anna yang juga pendiri dari The Food Foundation.

Tanggapan lain diungkapkan oleh Christy Harrison, ahli gizi yang mengungkapkan bahwa membatasi pola makan saat puasa dapat mengganggu metobolisme tubuh secara keseluruhan.

Intermittent fasting bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk makan berlebihan, karena tubuh memiliki mekanisme biologis kuat yang mendorong ketika merasakan bahwa kita dalam bahaya kelaparan,” ujar Christy.

Baca Juga: 5 Manfaat Beras Merah untuk Diet Sehat

Academy of Nutrition and Dietetic mengingatkan bahwa diet puasa bisa berbahaya bagi kesehatan beberapa orang.

Oleh sebab itu, diet puasa tidak direkomendasikan bagi orang dengan diabetes, ibu hamil dan menyusui, juga orang yang pernah mengalami gangguan makan.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum Moms akan melakukan diet puasa atau jenis diet lainnya ya!

Selain itu, jangan lupa untuk tetap rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Hasilnya, tubuh semakin sehat dan berat badan ideal berhasil untuk didapatkan.

Artikel Terkait