PERNIKAHAN & SEKS
28 September 2020

14 Tips Hubungan Suami Istri yang Baik agar Tetap Langgeng

Mau tahu tips hubungan suami istri yang baik dari para pakar hubungan? Simak di bawah ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, tentu mau dong punya hubungan pernikahan yang awet dan langgeng sampai maut memisahkan? Tentunya, hubungan itu harus senantiasa dirawat setiap hari layaknya tanaman. Hal ini pun diperkuat dengan ujaran seorang psikologis klinis dari Philadelphia, Seth J. Gillihan, PhD.

“Kebanyakan dari kita baru ‘bekerja’ ketika hubungan sudah masuk crisis mode, memberikan perhatian tulus hanya ketika ada masalah yang perlu diperbaiki. Nyatanya, hubungan itu seperti taman: Bahkan saat taman terlihat baik-baik saja, hama bisa bertumbuh dan merusaknya,” kata Gillihan.

Tips Menjaga Hubungan Suami Istri yang Baik

Lantas, bagaimana tips hubungan suami istri yang baik agar selalu langgeng sampai maut memisahkan? Simak 5 saran dari konselor Gillihan di bawah ini.

1. Selalu Asumsikan yang Terbaik

4 Cara Tetap Semangat dan Harmonis dengan Pasangan di Tengah Beratnya Program Hamil 03.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tips hubungan suami istri yang baik pertama adalah selalu berpikiran positif. Tapi, terlepas dari apakah Moms seorang yang berpikiran positif atau tidak, terkadang ada saja sikap pasangan yang membuat kita sakit hati atau tersinggung. Padahal, suami Moms pun belum tentu punya niat untuk membuat Moms sakit hati.

“Apalagi kalau kita sudah dalam keadaan jengkel, hal setipis rambut saja bisa kita anggap salah dan buruk,” ucap Gillihan.

Jadi, Gillihan menyarankan, cobalah pada pagi hari katakan pada diri Moms sendiri bahwa, “Hari ini saya akan berusaha bersikap seramah mungkin terhadap apapun yang saya hadapi.”

Menurut Gillihan, mentalitas iini bisa memberi Moms kebebasan untuk mengatasi diri sendiri dan bisa memberi contoh pada pasangan untuk melakukan hal yang sama.

Baca Juga: 5 Tanda Seseorang Belum Siap untuk Menikah

2. Stop Menggunakan Kata “Harusnya”

Menurut Gillihan, kata “seharusnya” bisa jadi adalah kata terburuk dalam hal hubungan. “Ini menciptakan rasa ketidakadilan, bahwa sesuatu harus berbeda dari apa adanya,” ujar Gillihan.

Sebab, biasanya kata “seharusnya” ini mengikuti kata-kata yang sesuai keinginan pribadi dan terkesan egois, bukan kebenaran yang sesungguhnya.

Daripada melontarkan kata-kata, “Kamu seharusnya pulang lebih cepat, dong!” kenapa tidak menggunakan kata-kata, “Aku berharap kamu bisa pulang lebih awal supaya kita bisa berduaan lebih lama.”

Daripada melontarkan kata-kata, “Kamu seharusnya membuang sampah! Lihat tuh, sudah menumpuk.” gunakan saja kata-kata, “Bisakah kamu menolongku untuk membuang sampah?”

Lebih enak didengar bukan, Moms?

3. Mendengarkan

pasangan korea cinlok-6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin selama ini Moms sudah merasa mendengarkan pasangan, tapi apakah Moms benar-benar sudah mendengarkan dan mengerti?

Mendengarkan di sini bukanlah perkara “yang satu berbicara dan yang satu tidak.”

Mendengarkan di sini adalah proses di mana Moms bisa diam dan mendengarkan bagaimana perasaan pasangan kemudian mencoba mengerti dan tetap membuatnya nyaman.

Dilansir dari Planned Parenthood, ungkapkan perasaan kita pada pasangan. Berikan pertanyaan dan dengarkan jawabannya. Kalau kita sedang kesal, beri tahu pada suami, jangan sampai suami menebak-nebak sendiri.

Berbicara mengenai masalah berfungsi untuk membangun kepercayaan dan membuat hubungan suami istri yang baik dan lebih kuat.

Tidak hanya berkomunikasi mengenai masalah, jangan lupa sampaikan pada suami kalau dia melakukan sesuatu yang membuat Moms bahagia.

4. Jadi Partner dalam Kehidupan Sehari-hari

Terkadang, karena banyak sekali kegiatan, Moms dan pasangan sering lupa memerankan peran “suami-istri.” Misalnya saja, karena Dads kelelahan dan lupa mengecup Moms saat pulang. Atau saat Moms kewalahan dengan mengurus anak-anak, jadi lupa menyiapkan makan siang Dads.

Saat Moms dan Dads tahu keadaan akan menjadi sibuk, sebaiknya beri tahu satu sama lain, Misalnya, saat Dads ada banyak pekerjaan di kantor, Dads bisa memberi tahu Moms sebelumnya. “Aku akan sangat sibuk semingguan ini di kantor, kira-kira apa yang bisa aku bantu saat ini?”

Dengan memberi tahu lebih dulu, Moms dan Dads jadi bisa mengatur ulang jadwal untuk menghabiskan waktu bersama.

Misalnya dengan sarapan bareng karena sudah pasti tidak bisa makan malam bersama. Cara ini akan membuat hubungan suami istri yang baik dan akan menjadi lebih hangat serta penuh pengertian.

5. Selalu Mengecek Keadaan Pasangan

3 Cara Anticanggung Berbicara Seks dengan Pasangan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Percayalah Moms, sebaik apapun Moms mengenal pasangan, tidak pernah ada yang tahu apa isi hati seseorang. Begitu juga dengan Dads.

“Jadi jangan berharap kalau pasangan tahu segalanya tentang isi hati kita. Suami istri tidak akan melewati banyak drama apabila kita bisa menyuarakan pikiran kita pada pasangan,” ucap dr. Chloe Charmichael, PhD, psikolog klinis di New York City.

Baca Juga: Suami Depresi Bisa Mempersulit Peluang Istri untuk Hamil

6. Saling Menghormati Satu Sama Lain

Saling menghormati adalah ilar pernikahan yang bahagia. Bahkan saat Moms marah, ekspresikan diri kita melalui prisma rasa hormat. Rasa hormat memungkinkan kita untuk menghindari situasi di mana salah satu pasangan merasa bahwa separuh lainnya memanipulasi dan menekan mereka.

7. Jangan Membanding-bandingkan Pasangan

4 Alasan untuk Tak Perlu Tahu Isi Handphone Pasangan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jangan membandingkan pasangan kita dengan suami dan istri orang lain, terutama seseorang di situs jejaring sosial seperti Instagram atau Facebook. Ini berlaku dalam pikiran kita dan dengan lantang.

Ingatlah bahwa orang sering kali memilih untuk tidak menunjukkan realitas mereka tetapi gambaran kehidupan dan hubungan yang mereka inginkan. Jadi, ketika suami lain menghujani wanita mereka dengan karangan bunga, membawa mereka ke restoran mahal, atau membelikan mereka hadiah, kemungkinan besar itu salah. Sekalipun demikian, itu tidak berarti bahwa pasangan tersebut bahagia.

8. Tetap Bugar, dan Jaga Diri Kita

Jagalah selalu diri Moms sendiri. Pernikahan yang bahagia adalah tentang seks yang baik. Orang suka melihat apa yang menarik, termasuk suami kita. Jadi Moms harus tetap bugar dan sehat. Pikirkan tentang penampilan kita saat berada di depan pasangan, bahkan di rumah.

Celana jogging tua dan kaos oversized dilarang. Tubuh tegap dan loungewear yang nyaman namun seksi? Itu ya yang benar. Aturan ini berlaku untuk pria dan wanita ya, Moms.

9. Memaafkan Satu Sama Lain

hubungan suami istri yang baik

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti membuat kesalahan. Hubungan apa pun pasti akan membawa kesalahpahaman dan luka di antara pasangan. Jika pasangan tidak bisa saling memaafkan satu sama lain, maka seiring waktu, hubungan itu akan runtuh di bawah beban keluhan yang menumpuk.

10. Hindari Kata-kata Kasar, Terutama "Perceraian".

Cobalah untuk menghindari frasa seperti "Jika ini terus terjasi, lebih baik kita berpisah." Dan jangan pernah mengucapkan kata "perceraian". Jika Moms akan mengatakannya, bersiaplah untuk pergi dan menemui pengacara. Jangan menarik kembali kata-kata yang sudah dikeluarkan sebelumnya dengan kata-kata, "Saya tidak serius." Mengapa? Karena bisa jadi karena emosi, suami pun mengiyakan kata-kata yang kita keluarkan.

Ungkapan seperti itu, yang sering diucapkan dalam kemarahan, tidak dilupakan. Bahkan setelah Moms berbaikan, itu hanya akan meningkatkan kemungkinan perceraian yang sebenarnya.

Baca Juga: Pernikahan Bahagia Bikin Panjang Umur, Kok Bisa?

11. Kontrol Emosi Masing-masing

hubungan suami istri yang baik

Foto: Orami Photo Stock

Membuat hubungan suami istri yang baik, Moms bisa mencoba katakan pada diri sendiri "Berhenti!" kapan pun kita ingin menghina orang yang kita cintai. Jika Moms merasa tidak bisa mengendalikan diri, diamlah sebentar, tarik napas dalam-dalam, dan coba pergi jalan-jalan.

Hanya saja, jangan menggunakannya untuk menghukum pasangan kita dengan isolasi. Beri tahu mereka bahwa kita butuh waktu dan akan kembali membicarakan semuanya setelah kita sudah tenang.

12. Jangan Membicarakan tentang Masalah Rumah Tangga Kita

Jangan pernah mengatakan hal-hal buruk tentang pasangan kita kepada orang lain. Bahkan pada ibumu. Tidak juga pada teman dekat kita.

Setelah pertengkaran kita, Moms akan melupakan segalanya dan saling memaafkan, tetapi ibu dan pacar mungkin merasa lain. Saat itulah pasangan kita akan tetap berada dalam pandangan negatif untuk mereka, dan mereka akan memperlakukannya dengan buruk.

Ketika segala sesuatunya benar-benar sulit, pertama-tama bicarakanlah dari hati ke hati dengan pasangan. Jika benar-benar harus berbagi dengan orang lain, hubungi psikolog keluarga.

13. Cari Tahu Love Language Masing-masing dari Kita

Mengenal 5 Love Languages Agar Lebih Mengerti Pasangan 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setiap orang memiliki bahasa cinta mereka sendiri. Bahasa kita mungkin berbeda dari bahasa cinta pasangan. Untuk berbicara tentang cinta, dia dapat mewujudkannya dengan kata-kata dukungan dan pujian, mungkin dengan sentuhan dan perhatian, atau bahkan dengan hal-hal materi seperti hadiah.

Masing-masing dari kita memiliki bahasa cinta. Apa pun bahasa cinta pasangan kita, pelajari dan gunakan.

14. Sediakan Waktu untuk Berkencan

Habiskan waktu berduaan untuk menyalakan kembali keintiman dan romantisme dalam hubungan pernikahan kita. Ini akan membantu Moms mengingat apa yang menyatukan kita sejak awal. Penting untuk "menyediakan" waktu untuk menyendiri bersama, karena kita tidak mungkin, terutama dengan tuntutan unik gaya hidup militer, hanya untuk "menemukannya".

Sekali seminggu atau sebulan sekali, jadwalkan jenis kencan yang kita jalani ketika masih lajang atau sebelum memulai keluarga. Setuju untuk tidak membahas anak, mertua, atau keuangan. Berdandan dan pergi makan malam layaknya orang berpacaran, menonton film, atau menghabiskan malam yang "berkualitas" di rumah dengan telepon dimatikan.

Rencanakan aktivitas yang akan kita lakukan bersama secara bergiliran. Jika Moms ingin mempertahankan gairah dan hubungan, romansa harus menjadi bagian yang berkelanjutan dari hubungan kita, bukan sesuatu yang terbatas pada ulang tahun dan hari jadi saja.

Baca Juga: Ternyata Ini Pentingnya Tetap Rutin Berkencan Setelah Menikah dengan Suami

Moms, itulah beberapa saran dari konselor untuk menjalin hubungan suami istri yang baik dan bagaimana tips hubungan suami istri yang baik di atas? Semoga Moms dan Dads bisa menerapkannya dan hubungan jadi lebih langgeng lagi, ya!

Artikel Terkait