KELUARGA
21 Maret 2020

Takut Berinvestasi? Begini Tips Investasi untuk Ibu Rumah Tangga

Kenali dan pahami profil risiko dan return investasi yang diinginkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Ketika menerima gaji, Moms mungkin langsung mengalokasikan uang tersebut untuk ditabung, ketimbang melakukan investasi karena mengetahui adanya risiko yang mungkin dirasa merugikan.

Banyak wanita yang enggan atau ragu memulai investasi, dan cenderung menunggu untuk berinvestasi sampai merasa kondisi keuangan stabil dan merasa berani mengambil risiko untuk kehilangan uang.

Padahal, ada banyak jenis investasi untuk ibu rumah tangga yang tersedia, dan bisa disesuaikan dengan profil risiko atau keuntungan yang ingin Moms dapatkan.

Seorang mom influencer, Rahne Putri, dalam acara KoinWorks: "Peran Wanita Sebagai Pengelola Keuangan Keluarga di Era Digital", Kamis (26/9/2019) di Lewiss & Carroll Tea, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memaparkan jenis investasi apa yang cocok bagi seorang ibu rumah tangga.

Baca Juga: 7 Jenis Investasi yang Cocok untuk Keluarga Muda

Hal Penting dalam Memilih Jenis Investasi Ibu Rumah Tangga

investasi ibu rumah tangga-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip situs Edward Jones, firma jasa keuangan di Amerika Serikat, jangan sampai Moms terintimidasi oleh sedikitnya hasil yang didapatkan, karena jumlah sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali. Buat rencana untuk berinvestasi secara teratur, dan patuhi rencana tersebut.

"Sebenarnya bagi setiap orang atau ibu rumah tangga punya profil risiko yang berbeda. Ada yang berani ambil risiko, ada juga yang lebih memilih aman-aman saja," jelas Rahne.

Ia melanjutkan, "Jadi, dalam memilih jenis investasi, kenali dulu dan pahami, mau return berapa dan profil risikonya seperti apa."

Bagi Rahne, dua hal ini penting diketahui sebagai kenyamanan seorang ibu rumah tangga dalam memilih jenis investasi yang cocok.

Karenanya, disarankan Moms menyisihkan setidaknya 10 persen dari jumlah pendapatan untuk investasi. Sebelum dipakai untuk pemenuhan kebutuhan yang lain.

"Sebenarnya, yang benar itu pada saat menerima uang, 10 persen disisihkan untuk investasi, baru uang dipakai untuk keperluan lain, dan jika masih ada sisa, bisa ditambahkan untuk investasi lagi," jelas Frecy Ferry Daswaty, VP of Marketing KoinWorks.

Baca Juga: Ketahuilah Risiko Investasi Anda

Berani Mencoba Untuk Mulai Investasi

investasi ibu rumah tangga-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, bagi Rahne, apa yang paling penting sebagai tips investasi bagi ibu rumah tangga adalah berani mencoba dan memulai untuk berinvestasi. Tidak apa bila nilainya masih kecil.

"Bagi saya, paling penting itu berani mencoba dulu, karena dulu saya sibuk mencari tahu, belajar, tapi enggak pernah memulai," kata Rahne.

"Untuk ibu rumah tangga, jangan takut mulai berinvestasi, enggak apa-apa nilai investasinya kecil-kecil dulu, but at least you try. Karena kalau tidak mencoba, kesempatan belajarnya jadi hilang," lanjutnya lagi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Frecy, bahwa ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih.

"Intinya kita sudah harus berani coba. Instrumen investasi ada banyak, dan setiap jenis investasi punya risikonya masing-masing. Ada saham, emas, deposito," terang Frecy.

"Semua ini kembali ke risk appetite masing-masing, dan ini semua bisa disesuaikan. Karena, kalau cuma menabung, pasti akan kalah dengan inflasi tiap tahunnya," tutup Frecy.

Nah, itu dia Moms tips investasi bagi ibu rumah tangga yang bisa dicontoh. Selamat mencoba.

Baca Juga: Cara Menyalurkan Passion untuk Ibu Rumah Tangga

Artikel Terkait