BALITA DAN ANAK
11 September 2019

Tips Melatih Balita Konsentrasi Lebih Lama

Terapkan langkah-langkah ini agar anak tak cepat bosan saat belajar
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Si Kecil mudah bosan saat mengerjakan aktivitas yang tenang seperti belajar menulis dan mewarnai. Moms jadi khawatir balita yang memiliki rentang perhatian pendek seperti ini akan tidak sabar, kurang motivasi, dan inisiatif saat belajar di sekolah kelak.

Menurut pakar perkembangan anak, durasi rentang perhatian anak bervariasi antara 2-4 menit dikalikan umurnya. Jadi, kalau anak berusia 2,5 tahun, rentang perhatiannya antara 5-10 menit.

Fokus anak akan berbeda tergantung kegiatan yang sedang ia kerjakan dan waktu kejadian. “Apakah di pagi hari atau sebelum ia tidur? Ada variasi (rentang perhatian) sepanjang hari. Rentang perhatian bersifat elastis,” kata Neal Rojas, M.D., ahli perkembangan perilaku anak di University of California, Amerika Serikat.

Moms ingin melatih balita konsentrasi saat mengerjakan sesuatu? Ini cara melatih balita konsentrasi lebih lama yang bisa Moms coba.

Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Gangguan Konsentrasi Pada Anak

1. Membatasi Gadget

1. Membatasi gadget.jpg

Foto: marymargaretdaycare.com

Cara pertama untuk melatih balita konsentrasi adalah dengan membatasi gadget. Overstimulasi dan paparan televisi, komputer, dan video game bisa mempersingkat rentang perhatian balita.

Sebuah studi di tahun 2011 yang dimuat di jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa SpongeBob SquarePants dan kartun beranimasi cepat lain memendekkan rentang perhatian anak umur empat tahun.

Solusinya, kurangi waktu anak terpapar layar. American Academy of Pediatrics merekomendasikan total tak lebih dari 1-2 jam screen time berkualitas tinggi per hari, termasuk TV, video, komputer, telepon, dan video game. Anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak terekspos screen time.

Atau, saat menonton TV, pilih tayangan yang bergerak secara lambat dan menceritakan kisah dibanding acara yang gambarnya bertempo cepat.

2. Aktivitas yang Memperpanjang Rentang Perhatian Balita

2. Aktivitas yang memperpanjang rentang perhatian balita.jpg

Foto: winudf.com

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah mengajak balita melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan rentang perhatiannya. Daripada menyalakan TV dan memberikan HP ke anak, buat mereka fokus terhadap kegiatan lain yang membantu meningkatkan rentang perhatian.

Kegiatan tenang apa yang disukai Si Kecil? Bermain puzzle, boneka, blok, atau membaca? Cobalah menghabiskan waktu 15 menit bersama anak tanpa interupsi. Selain itu, ia juga bisa membantu Moms membuat kue atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Mematikan TV dan mengobrol dengan anak saja bisa meningkatkan perhatiannya. Saat orang tua fokus terhadap anak dan mendengarkan mereka, anak meniru bagaimana caranya memperhatikan.

3. Cara Berbicara agar Pesan Lebih Dipahami Anak

3. Cara berbicara agar pesan lebih dipahami anak (1).jpg

Foto: babycouture.in

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah mengubah cara bicara. Saat menyuruh anak mengerjakan sesuatu, beri instruksi dengan kalimat yang singkat dan jelas.

Moms juga bisa meminta anak mengulang instruksi untuk memastikan ia benar-benar paham. Hal ini bisa membantu meningkatkan kemampuan mengingat dan mendengar Si Kecil.

Sejajarkan tubuh Moms dengan anak dan pandang matanya saat berbicara. Kalau perlu, berkatalah sambil menyentuh pundaknya. Cara ini membuat Si Kecil bisa fokus pada pesan yang Moms sampaikan tanpa harus terus-terusan mendongak.

Baca Juga: Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah? Ini Kebiasaan yang Baik untuk Melatih Daya Ingat

4. Hindari Multitasking pada Anak

4. Hindari multitasking pada anak.jpg

Foto: lifeunexpected.co.uk

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah menghindari multitasking. Uraikan perintah menjadi beberapa langkah. Misalnya, daripada menyuruh anak membereskan kamar, lebih Moms katakan “Legonya dimasukkan ke kotak, ya. Nanti kasih tahu Mama kalau sudah selesai.”

Setelah Lego-nya rapi, baru Moms meminta anak meletakkan bantal di tempat tidur, misalnya.

Saat belajar, minta anak fokus pada menulis dulu, baru kemudian belajar berhitung. Jadi, anak lebih paham dan menyimpan informasi dengan lebih baik.

5. Persingkat Waktu Belajar

5. Persingkat waktu belajar.jpg

Foto: futurity.org

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah persingkat waktu belajar. Anak yang memiliki rentang perhatian rendah cenderung mudah bosan. Jadi, persingkat waktu belajar, misalnya 20 menit, dan fokuslah terhadap satu tugas atau kegiatan dalam satu waktu.

Jika anak terbebani serangkaian tugas, mereka akan sulit mengatur kemampuan mengelola pikiran, mengendalikan emosi, mengingat fakta atau instruksi, dan menyelesaikan tugas.

6. Berolahraga

6. Berolahraga.jpg

Foto: demandstudios.com

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah berolahraga. Anak perlu waktu istirahat untuk bergerak bebas di antara waktu belajar.

Review penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat pada 2010 mengungkapkan bahwa anak-anak SD yang beristirahat untuk bergerak aktif di siang hari bisa berkonsentrasi lebih baik terhadap tugas di sekolah.

Moms perlu memastikan anak memiliki waktu untuk berolahraga dan bermain di luar ruang setiap hari. Misalnya, berjalan kaki, naik sepeda, atau bermain bola.

Baca Juga: 7 Alasan Anak Sulit Berkonsentrasi di Kelas

7. Beri Pujian

7. Beri pujian.jpg

Foto: timewellness.files.wordpress.com

Cara selanjutnya untuk melatih balita konsentrasi adalah memberikan pujian. Kata-kata positif dan dorongan bisa memotivasi anak untuk meningkatkan rentang perhatian mereka.

Jadi, jika Moms biasanya memuji hasil akhir, mulai sekarang akui usaha anak untuk tetap fokus dan beri penghargaan yang sesuai.

Misalnya, anak bisa menyambung titik-titik menggunakan pulpen meski hasilnya belum rapi. Reward yang bisa diberikan contohnya adalah pelukan atau es krim.

Selamat mempraktikkan cara melatih balita konsentrasi di atas, ya, Moms!

(EMA)

Artikel Terkait