BALITA DAN ANAK
29 Mei 2020

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Polusi Udara di Dalam Maupun Luar Rumah

Polusi udara di dalam dan di luar ruangan berbeda penanganannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Dina Vionetta

Tinggal di kota besar dengan padat penduduk, boleh jadi Moms dan anak lebih berisiko terpapar polusi udara.

Melindungi anak dari bahaya polusi udara sangat penting, Moms.

Karena sejumlah penyakit siap menyerang, jika anak sudah terpapar polusi sejak bayi.

Seperti di antaranya sakit paru, pernapasan, iritasi mata, dan banyak lagi.

Prof Mireille Toledano, seorang ahli kesehatan anak-anak di Imperial College London bahkan menyebutkan polusi udara bisa mengakibatkan kematian pada bayi.

Dia mengatakan studi terbaru menunjukkan pada tingkat polusi rata-rata di daerah yang relatif besar, semakin banyak bayi yang sakit.

Studi ini di luar kondisi cuaca tertentu, tempat yang dihuni ibu selama hamil anak tersebut, dan kebiasaan ibu merokok.

"Ini menunjukkan ada beberapa jenis risiko tambahan dari polusi udara pada kematian bayi dalam analisis yang cukup kasar," kata Toledano, seperti dilansir The Guardian.

Dr Penny Woods, kepala eksekutif British Lung Foundation, dalam laman yang sama menunjukkan studi keduam yang menemukan bahwa paparan polusi udara, dari lalu lintas selama kehamilan, dan kehidupan awal anak-anak dikaitkan dengan fungsi paru-paru,

"Kedua studi ini berkonsentrasi pada kerusakan yang disebabkan oleh polusi udara pada beberapa anggota masyarakat kita yang paling rentan – terutama yang berusia sangat muda," katanya.

Baca Juga: Polusi Udara Dapat Mengurangi Fertilitas

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Polusi Udara Indoor

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Polusi Udara

Foto: Orami Photo Stock

Jadi Moms, berikut ini, lima cara untuk melindungi anak dari polusi udara, yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir WHO, berikut ini cara yang efektif untuk membantu melindungi anak-anak kita dari polusi udara dalam ruangan.

  1. Jangan merokok di dalam ruangan atau di dekat anak-anak
  2. Gunakan bahan bakar dan teknologi yang lebih bersih untuk memasak. Misalnya dalam memanaskan dan menerangi rumah, pilih listrik, gas alam, gas minyak cair, biogas, kompor tenaga surya, atau oven
  3. Selalu memasak di area yang berventilasi baik, atau di luar jika sulit untuk ventilasi dapur atau area memasak Anda
  4. Hindari menggunakan lampu minyak tanah atau kompor untuk memasak atau penerangan
  5. Jangan membakar lilin atau menggunakan penyegar udara, yang menambahkan bahan kimia beracun ke udara

Baca Juga: Ngeri! Bahaya Polusi Udara Juga Mengintai di Apartemen

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Polusi Udara Outdoor

Tips Melindungi Anak dari Bahaya Polusi Udara

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini masih rekomendasi WHO tentang lima cara untuk membantu melindungi anak-anak dari polusi udara luar

1. Hentikan Pembakaran Sampah

Daripada membakar daun dan sampah kering, lebih baik dikompos saja.

Saat ini, banyak lho Moms layanan kompos, atau memiliki komposter sederhana untuk sampah-sampah organik atau yang bisa didaur ulang.

2. Tekan Emisi Gas Buang Kendaraan

Moms mungkin bisa menghindarkan anak dari ruas jalan-jalan yang sibuk dengan kepadatan kendaraan, saat bersama anak.

Mengambil jalan yang relatif sepi ketika berkendara, sangat dianjurkan.

Bagaimana jika sedang berjalan kaki di trotoar dengan anak?

Gendonglah anak, sehingga mereka tidak memiliki ketinggian yang sama dengan emisi gas buang kendaraan.

3. Jaga Kesehatan Anak

Tinggal di kota besar, padat, dan sibuk, maka anak-anak pun harus ekstra diawasi kesehatannya.

Pastikan imunisasinya lengkap dan tepat waktu, berikan makanan sehat dan bergizi, serta pastikan ia banyak kesempatan untuk bermain dan aktif secara fisik

4. Pantau Tingkat Polusi Udara

Melalui ragam aplikasi di smartphone, atau melalui situs terpercaya, perhatikan pemantauan kualitas udara di sekitar Moms.

Jika kondisi sedang memburuk, putuskan anak tetap tinggal di dalam ruangan.

5. Tingkatkan Kesadaran

Aktiflah untuk menyuarakan kesadaran di antara masyarakat, bisa dengan sesama warga kompleks perumahan misalnya.

Bangkitkan kesadaran tentang dampak kesehatan dari polusi udara, dan mendorong petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan otoritas terkait untuk mempromosikan kebijakan yang mengurangi polusi udara dan melindungi kesehatan anak.

Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Masih Buruk, Ketahui Dampak Pada Tubuh dan Cara Mencegahnya

Artikel Terkait