2-3 TAHUN
15 Oktober 2020

9 Tips Memberikan Makanan untuk Anak Diare, Simak di Sini

Moms harus selalu siapkan oralit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Si Kecil dapat mengalami diare dari berbagai penyebab, seperti komplikasi gigi, virus, reaksi terhadap obat-obatan atau bahkan keracunan makanan.

Moms perlu tahu seperti apa tips memberikan makanan untuk anak diare.

Diare biasanya akan membuat anak jadi tampak lemas karena kekurangan banyak cairan, bahkan terkadang tidak mau minum.

Hal ini tentu membuat Moms khawatir karena takut anak mengalami kekurangan zat gizi.

Bahkan berdasarkan jurnal dalam U.S. National Library of Medicine, lebih dari 750.000 kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, disebabkan oleh diare menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika Moms menghadapi anak yang sedang diare, dua tujuan utama dalam merawat Si Kecil yang sedang sakit adalah membantu mengembalikan sistem pencernaannya dengan cara yang sehat dan memastikan ia tidak mengalami dehidrasi.

Diet khusus dapat membantu membuat sistem pencernaan anak lebih sehat, dan mengonsumsi banyak air atau minuman olahraga juga dapat membantu tubuh terhidrasi dengan baik.

Apa yang sebaiknya Moms berikan pada anak saat diare? Yuk simak di bawah ini Moms.

Baca Juga: Mengenal Gastroenteritis pada Anak, Penyakit Diare Akut yang Berbahaya

Makanan untuk Anak Diare dan Muntah

Membantu Si Kecil agar sistem pencernaannya membaik saat sedang diare, berikut makanan untuk anak diare menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

1. Siapkan Cairan Oralit

makanan untuk anak yang diare

Foto: starberita.com

Jika Si Kecil sedang mengalami diare, Moms wajib siapkan larutan oralit untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh Si Kecil. Hal ini bertujuan untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.

Bila anak sudah mengalami dehidrasi berat, maka ia akan semakin malas minum yang mengakibatkan tubuhnya semakin lemas. Jadi Moms harus mencegah dengan memberikan oralit sekitar 10 mL/kg berat badan.

Jika Si Kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Ini Gejala Dehidrasi saat Hamil, Moms Wajib Tahu!

2. Berikan Zinc

Makanan untuk anak diare juga bisa dengan memberikan kandungan zinc. Beberapa sumber zinc seperti daging merah, kacang-kacangan, jenis makanan laut tertentu (seperti kepiting dan lobster), sereal, dan produk susu.

Cara ini dilakukan untuk mengembalikan gizi yang hilang pada anak dan melindunginya dari diare. Zinc dapat menurunkan risiko munculnya diare kembali sebesar 20%.

3. Lanjutkan dengan Memberi ASI

makanan untuk anak yang diare

Foto: time.com

Setelah memberikan anak oralit, bisa dilanjutkan dengan pemberian ASI ya Moms sebagai makanan untuk anak diare. Air susu ibu memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare.

Ini karena kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah.

Pemberian susu formula bebas laktosa saat sedang diare memang masih kontroversial, meski beberapa penelitian menunjukkan manfaat mengganti susu formula ke bebas laktosa saat sedang diare.

Baca Juga: Diare pada Bayi, Bagaimana Cirinya dan Cara Mengatasinya?

4. Sajikan Makanan yang Lunak

Setelah anak tidak muntah lagi selama kurang lebih 8 jam, makanan untuk anak diare bisa diberikan makanan padat secara perlahan. Tapi jangan memaksakan makanan apa pun.

Anak akan memberi tahu saat dia lapar. Moms bisa coba berikan makanan yang lunak, seperti biskuit asin, roti bakar, kentang tumbuk, sup ringan atau bubur untuk memulai.

5. Asupi Anak dengan Makanan yang Mengandung Banyak Cairan

makanan untuk anak yang diare

Foto: Orami Photo Stock

Makanan yang mengandung banyak cairan juga bisa Moms berikan pada Si Kecil yang sedang diare. Moms bisa memberikan anak makanan padat yang mengandung banyak air, seperti sup, yogurt, atau air kelapa.

Namun memberikan anak buah segar atau jus buah tidak disarankan ya, karena mengandung sukrosa, fruktosa, dan sorbitol yang menyebabkan peningkatan osmolalitas.

Akan tetapi makanan yang mengandung tinggi kalium, seperti pisang juga bisa menjadi pilihan lho.

6. Tingkatkan Asupan Serat

Mengutip Healthline, asupan serat dapat menjadi makanan untuk anak diare. Lebih banyak serat sebenarnya dapat membantu memadatkan tinja.

Pilih sereal dan roti gandum utuh, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran segar. Tambahkan sedikit lebih banyak lemak ke dalam makanan juga dapat membantu.

Jika Si Kecil tidak kelebihan berat badan, maka sedikit lemak ekstra seharusnya tidak masalah.

Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter jika ini sesuai untuk anak. Jika ingin menambahkan lemak, pilihlah lemak sehat seperti susu, alpukat, minyak zaitun, atau telur.

Baca Juga: 3 Makanan yang Mengandung Kalium bagi Ibu Hamil, Penting untuk Moms Ketahui

7. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil, Tapi Sering

makanan untuk anak yang diare

Foto: alphamom.com

Ketika diare menyerang, nafsu makan anak mungkin akan menurun. Karena itu, asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan ya Moms. Si Kecil mungkin akan merasa mual atau malah muntah.

Sebagai solusinya, berikan anak makanan dalam porsi kecil namun sering, misalnya setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan zat gizi Si Kecil selama diare, sehingga akan lebih mudah diterima anak.

8. Makanan Bertepung

Pada Summit Medical Group, Moms bisa memiliki makanan bertepung sebagai makanan untuk anak diare. Ini karena makanan bertepung paling baik dicerna.

Contoh makanan tersebut adalah sereal kering, biji-bijian, roti, biskuit, nasi, pasta, dan kentang tumbuk.

Pretzel atau biskuit asin dapat membantu memenuhi kebutuhan natrium anak, dan telur setengah matang serta yogurt mudah dicerna dan menyediakan protein.

9. Pilih Makanan yang Mengandung Banyak Energi

oralit4.jpg

Foto: fowlersrelief.ca

Sudah menjadi hal umum bahwa anak yang sedang diare pasti akan mengalami penurunan berat badan secara drastis karena asupan yang kurang atau dehidrasi.

Bila diare pada anak sudah baikan, berikan makanan untuk anak diare yang mengandung energi tinggi untuk mengganti kekurangan asupan makanan, dan juga agar pertumbuhan anak tetap terjaga saat masa penyembuhan.

Baca Juga: 4 Penyebab Anak Muntah dan Penanganannya, Jangan Langsung Panik!

Tanda-tanda Diare pada Anak Berbahaya

tanda diare pada anak berbahaya

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui apa saja makanan untuk anak diare, Moms juga harus tahu makanan yang sebaikanya dihindari ketika Si Kecil sedang diare.

Melansir Medline Plus, Si Kecil sebaiknya menghindari jenis makanan tertentu saat mengalami diare, termasuk gorengan, makanan berminyak, makanan olahan atau cepat saji, kue kering, donat, dan sosis.

Hindari memberikan jus apel dan jus buah kepada anak-anak, karena dapat melonggarkan tinja.

Minta anak membatasi atau menghentikan susu dan produk olahan susu lainnya jika diare semakin parah atau menyebabkan gas dan kembung. Ini juga termasuk minuman bersoda.

Si Kecil juga harus menghindari buah dan sayuran yang dapat menyebabkan gas, seperti brokoli, paprika, buncis, kacang polong, beri, plum, buncis, sayuran berdaun hijau, dan jagung.

Dalam jurnal American Academy of Family Physicians (AAFP), dijelaskan bahwa muntah dan diare bisa disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, makanan yang sulit dicerna (seperti terlalu banyak permen) dan lain-lain.

Muntah dan diare bisa berbahaya bagi anak-anak karena bisa menyebabkan dehidrasi. Moms perlu menghubungi dokter jika Si Kecil mengalami kondisi berikut:

  • Usia Si Kecil lebih muda dari enam bulan.
  • Berusia lebih dari enam bulan dan mengalami demam lebih tinggi dari 38° Celcius.
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi.
  • Muntah lebih dari delapan jam atau muntah dengan sangat kuat.
  • Memiliki tinja yang berlumuran darah atau berlendir.
  • Ada darah atau lendir hijau di muntahan.
  • Belum buang air kecil dalam delapan jam.
  • Bisa saja menelan sesuatu yang bisa menjadi racun.
  • Memiliki leher yang kaku.
  • Lesu atau mengantuk luar biasa.
  • Telah mengalami sakit perut lebih dari dua jam.

Itu dia Moms beberapa tips untuk memberi makan Si Kecil yang sedang terserang diare. Ingat untuk menjaga agar jangan sampai anak mengalami dehidrasi ya, Moms.

Artikel Terkait