3-12 BULAN
28 Maret 2020

4 Tips Memilih Deterjen yang Aman untuk Bayi

Kulit bayi masih lemah sehingga perlu deterjen dengan kandungan ringan
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Perawatan kulit bayi perlu perhatian khusus, mengingat kulit bayi yang masih sangat lembut dan sensitif. Karenanya, Moms perlu cermat dalam memilih deterjen yang aman untuk bayi.

"Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif, terutama karena kulit dan sistem kekebalannya belum sepenuhnya matang. Kulit mereka dapat bereaksi terhadap berbagai bahan kimia yang ada dalam deterjen," kata Dr. Zain Husain, MD, pendiri New Jersey Dermatology and Aesthetics Center, mengutip Baby List.

Hal ini karena residu dari deterjen cucian dapat terperangkap di dalam serat pakaian bayi, yang akan selalu bersentuhan dengan kulitnya.

Ketika pakaian lembap, residu ini kembali aktif dan memicu reaksi alergi pada kulit bayi. Karena itu, sangat penting memilih deterjen untuk bayi dengan kandungan ringan dan minimal.

Baca Juga: Pastikan Keamanan Si Kecil, Perhatikan 5 Simbol Ini Pada Produk Bayi!

Deterjen yang Aman untuk Bayi

Dalam jurnal Advances in Wound Care, fungsi penghalang kulit bayi masih berkembang, membuat kulit Si Kecil lebih rentan terhadap iritasi kimia dan infeksi lokal dibandingkan orang dewasa.

Jika Moms ingin membeli deterjen untuk Si Kecil, ada beberapa tips dalam memilih deterjen yang aman untuk kulit bayi, sehingga kulit Si Kecil tetap aman dan terbebas dari iritasi.

1. Pilih Tanpa Zat Pewangi (Fragrance-Free)

deterjen bayi-1.jpg

Tips pertama dalam memilih deterjen aman untuk bayi adalah bebas dari bahan pewangi buatan. Ini tidak sama dengan tanpa aroma wangi (unscented). Bebas pewangi berarti deterjen bayi tersebut bebas dari semua zat pewangi.

Sementara, deterjen yang tidak wangi bisa jadi wewangian tersebut telah ditutup. Namun, bila Moms lebih suka aroma ringan dan kulit bayi tidak mengalami iritasi, silakan saja.

"Klaim fragrance-free tidak sama dengan unscented. Deterjen unscented berarti wewangiannya telah ditutup, tetapi masih ada di deterjen," jelas Dr. Husain.

2. Bebas Bahan Kimia atau Deterjen Berbasis Tanaman (Plant-based)

deterjen bayi-2.jpg

Walaupun deterjen bayi alami mungkin memberikan ketidaknyamanan pada bayi, tetapi deterjen jenis ini lebih aman untuk Si Kecil ketimbang deterjen dengan bahan kimia.

Selain itu, produk deterjen berbasis tanaman atau nabati juga tidak akan mencemari lingkungan. Karenanya, perhatikan kandungan bahan saat memilih deterjen untuk bayi.

Baca Juga: Bisa Karena Banyak Hal, Ketahui 5 Penyebab Kulit Gatal pada Bayi

3. Tidak Ada Bahan Pencerah

deterjen bayi-3.jpeg

Berbeda dengan zat pemutih (bleaching), bahan kimia pencerah ini membuat warna pakaian tampak lebih cerah. Sebaiknya, hindari produk ini jika ingin membeli deterjen yang aman untuk bayi ya, Moms.

Deterjen dengan bahan pencerah tidak benar-benar membersihkan pakaian dengan baik, tetapi jika menempel lama-lama di kain dan dapat menyebabkan reaksi pada kulit.

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

4. Pilih Produk dengan Klaim "Hypoallergenic"

deterjen bayi-4.jpg

Label "hypoallergenic" berarti pabrik mengklaim deterjen tersebut kecil kemungkinan memberikan reaksi alergi pada bayi daripada yang tidak menggunakan label.

Tetapi, karena FDA tidak mengatur penggunaan istilah "hypoallergenic," sehingga tidak ada jaminan deterjen ini aman digunakan untuk bayi dengan kulit sensitif.

Mengutip Healthy Children, Moms bisa membeli deterjen bayi yang lebih ringan, atau deterjen dewasa yang hypoallergenic atau bebas pewangi jika bayi mengalami tanda-tanda iritasi kulit.

Itu dia Moms, tips memilih deterjen yang aman untuk bayi agar kulitnya tetap nyaman dan tidak menimbulkan reaksi alergi.

Artikel Terkait