DI ATAS 5 TAHUN
11 April 2018

Tips Memilih Mainan yang Aman untuk Anak

Cek 5 kriteria ini sebelum membelikan anak mainan
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Mainan selalu bisa menjadi sumber kegembiraan bayi dan anak Hanya dengan menyodorkan teddy bear kesayangannya, kita bisa 'menjinakkan' amukan si kecil. Namun, Moms perlu memastikan bahwa mainan tak hanya menghibur atau edukatif, tapi juga aman. 

National SAFE KIDS Campaign menemukan bahwa lebih dari 121.000 anak berusia di bawah 14 tahun dilarikan ke instalasi gawat darurat karena cedera yang disebabkan oleh mainan. Data tahun 1995 tersebut juga menyatakan bahwa 60 persen anak-anak yang cedera tadi berusia di bawah empat tahun. Untuk memastikan membeli mainan anak Moms aman untuk diberikan, coba cek lima kriteria berikut: 

  • Mainan yang Sesuai Usia Anak

Saat ingin membelikan mainan untuk anak, perhatikan pencantuman usia di kemasan mainan. Biasanya ada tulisan 'untuk anak di atas satu tahun', 'tiga tahun', '12 tahun', dan sebagainya. Bagi bayi berusia di bawah satu tahun, mainan umumnya didesain mudah dipegang dan tidak memiliki bagian kecil yang berisiko membuatnya tersedak.

  • Perhatikan Ukuran mainan

Untuk bayi dan batita, ukuran mainan sebaiknya besar. Paling tidak, mainan harus memiliki diameter 3 cm dan panjangnya 6 cm agar tidak bisa ditelan atau menyumbat saluran pernapasan anak. Misalnya, hindari membelikan anak di bawah tiga tahun mainan biliar yang memiliki bola-bola kecil karena berisiko dimasukkan ke telinga, hidung, atau mulut oleh anak.

Baca Juga : Seberapa Banyak Mainan yang Boleh Dimilki Anak

  • Tempat Baterai Tertutup

Untuk jenis mainan anak yang menggunakan baterai, pastikan tempat baterainya memiliki tutup yang harus dibuka dengan obeng. Tujuannya agar anak tidak bisa membuka sendiri tempat baterai dan mengeluarkannya. Baterai mainan tidak hanya bisa membuat bayi tersedak, tapi juga beracun jika bocor dan bahan kimianya bisa mengakibatkan luka bakar.

  • Mainan yang Kuat dan Lentur

Pastikan mainan bayi tidak mudah patah atau lepas dan cukup kuat jika dikunyah. Ya, dikunyah! Bayi yang sedang menjalani fase oral akan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, lalu mengunyah. Jadi, pastikan mainan tidak memiliki ujung tajam, kancing, atau mata yang mudah lepas jika ditarik, serta tali yang panjangnya lebih dari 18 cm yang bisa membuatnya terbelit.

  • Seimbang dan Keamanan

Kalau ingin membelikan anak mainan untuk ditunggangi seperti kuda-kudaan, pastikan mainan tersebut empuk dan memungkinkan anak untuk duduk tanpa harus dipegangi. Periksa juga apakah mainan dilengkapi sabuk pengaman dan kokoh seimbang, sehingga si kecil tidak mudah jatuh terjerembap saat banyak bergerak.

Membelikan mainan yang aman untuk anak akan membuat kita sebagai orang tua merasa tenang saat membiarkan anak bereksplorasi dengan mainannya. Jika Moms sedang mencari mainan yang berkualitas, saat ini Orami sedang mengadakan promo Ramadan, jadi Moms bisa mendapatkan berbagai produk bayi dan anak dengan diskon hingga 70%! 

Apakah Moms pernah mengalami kejadian yang tidak diharapkan dengan mainan bayi dan anak, Moms?

Artikel Terkait