FASHION & BEAUTY
27 April 2019

Tips Memilih Pakaian Anak Sesuai dengan Cuaca

Sesuaikan pakaian Si Kecil agar dia leluasa bergerak dan tetap nyaman
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Anak memiliki energi yang luar biasa, dia akan tetap aktif di segala cuaca.

Tak peduli di luar panas atau dingin, hujan atau angin, mereka tetap akan mengeksplor lingkungan di sekitarnya.

Namun kadang kita lupa menyesuaikan pakaian Si Kecil agar mereka tetap nyaman saat beraktifitas.

Satu aturan praktis yang perlu diingat: Setelah bayi Moms menjadi balita, sesuaikan pakaiannya dengan Moms. Itu berarti jika Moms nyaman dengan T-shirt, Si Kecil juga.

Baca Juga : 5 Ide Memakai Baju Kembar Dengan Anak

Jika Moms kedinginan saat hanya mengenakan kaos, saatnya untuk menambahkan lapisan pakaian ekstra untuk Moms berdua.

Tenang saja, Moms akan tetap bisa mix and match dengan tetap membuat Si Kecil merasa nyaman. Yuk intip tipsnya dikutip dari whattoexpect.com dan reima.com.

Cara Berpakaian Saat Dingin

tips memilih pakaian si kecil sesuai dengan cuaca 1
Foto: Bluemaize.com

Pakaian musim dingin harus membuatnya tetap nyaman dan memungkinkan untuk bergerak. Pilihlah kaos all-cotton yang akan terasa cocok di kulit anak Moms yang masih sensitif.

Jauhi sweater tebal, dan pastikan kaos kakinya tidak terlalu tebal agar mereka tetap bisa memakai sepatu bot saljunya.

Pilih jaket tahan angin dan air berbahan nilon, dan bahan penghangat di bagian dalam, seperti down atau Polartec. Dan manset harus pas di pergelangan kaki dan pergelangan tangan agar salju tidak masuk.

Pilih sarung tangan yang lebih mudah untuk diselipkan. Seperti halnya pakaian salju, sarung tangan harus memiliki lapisan dalam yang hangat dan tahan cuaca.

Topi hangat jangan Moms lupakan. Sebagian besar panas tubuh hilang di kepala, jadi topi adalah barang vital saat musim dingin.

Cara Berpakaian Saat Panas

tips memilih pakaian si kecil sesuai dengan cuaca 2
Foto: Aliexpress.com

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ketika suhu di atas 23 derajat celcius, anak Moms harus merasa nyaman dalam baju yang tipis.

Ketika matahari bersinar, Si Kecil harus selalu memakai topi matahari dengan pinggiran lebar untuk melindungi kulit sensitifnya dari matahari.

Oleskan tabir surya spektrum penuh dengan setidaknya 15 SPF, 15 hingga 30 menit sebelum menuju ke luar, dan aplikasikan kembali setiap beberapa jam.

Jika matahari cerah, balut anak Moms dengan pakaian tertutup yang tipis sebagai perlindungan dari cahaya matahari.

Baca Juga : Tips Memilih Baju Anak yang Modis

Cara Berpakaian Saat Angin dan Hujan

tips memilih pakaian si kecil sesuai dengan cuaca 3
Foto: Theindependent.com

Baju tahan angin dan tahan air harus dipilih untuk lapisan terluar. Dalam cuaca yang berubah-ubah, adalah ide bagus untuk mengenakan pakaian fungsional. Alas kaki dan sarung tangan juga harus tahan air.

Pakaian lapisan tengah juga harus memberikan kehangatan pada hari yang lebih berangin.

Jangan lupa bahwa anak-anak harus memiliki kaus kaki fungsional yang mengandung banyak serat sintetis yang memindahkan kelembapan jika mereka mengenakan alas kaki tahan air.

Angin membuat suhu di luar ruangan terasa jauh lebih rendah. Kepala dan telinga harus dilindungi dari angin sepoi-sepoi yang bisa terasa dingin bahkan di cuaca cerah.

Pilihan topi juga akan menentukan kenyamanan Anak. Jika hujan, Moms dapat memilih pakaian yang dilapisi dengan jaket. Topi hujan akan membuat kepala tetap kering.

Tanda Terlalu Panas atau Dingin

tips memilih pakaian si kecil sesuai dengan cuaca 4
Foto: Cpcmg.net

Cara termudah untuk mengetahui apakah anak Moms terlalu panas atau terlalu dingin adalah dengan merasakan suhu di tengkuknya, serta jari-jari tangan dan kakinya untuk melihat apakah Si Kecil kedinginan.

Jika anak Moms banyak berkeringat, itu adalah indikasi bahwa sudah saatnya untuk mulai membuka pakaian luarnya. Jika Si Kecil demam, kenakan lebih sedikit pakaian.

Terlepas dari suhu di luar, waspada terhadap panas berlebih. Setelah anak Moms masuk dari kedinginan, lepaskan lapisan pakaiannya.

Pada musim panas, jika anak terlihat memerah atau berkeringat, dia mungkin merasa kepanasan dan harus masuk ke dalam rumah untuk mendinginkannya.

Cari juga tanda-tanda mudah tersinggung atau gelisah, haus, kram otot, pusing, mual dan menolak makanan.

Hipertermia biasanya terjadi segera setelah terlalu panas. Gejalanya meliputi demam yang sangat tinggi, diare, lesu, kebingungan, kejang-kejang dan kehilangan kesadaran.

Jika Moms melihat salah satu dari gejala-gejala ini, bungkus balita Moms dengan selimut besar yang dibasahi air dingin, dan langsung menuju UGD.

Dalam cuaca yang sangat dingin, jika anak terlihat canggung atau tidak responsif dan memiliki suhu badan di bawah tingkat normal, ini mungkin merupakan tanda hipotermia.

Dalam kasus yang parah, dia bisa menggigil dan kesadaran bisa menurun. Segera hubungi pihak kesehatan atau menuju UGD.

Balita Moms mungkin tidak menyadari bahwa dia terlalu panas atau terlalu dingin karena terlalu sibuk bersenang-senang.

Moms harus tetap menjaganya terhidrasi, beristirahat dan mengetahui tanda-tanda di atas, Moms dapat melindunginya dalam kondisi cuaca apa pun.

(FAR/CAR)

Artikel Terkait