3-12 BULAN
13 Oktober 2020

3 Tips Memilih Popok Kain Bayi, Jangan Salah Pilih!

Memilih bahan yang tepat juga penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat mendengar kata popok kain, apa yang ada di benak Moms? Apakah Moms membayangkan potongan kain yang kotor, bau dan basah? Lengkap dengan kotak kapas dan peniti? Jika iya, berarti Moms belum mengetahui bahwa saat ini popok kain bayi malah memiliki penggemar sendiri.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sejumlah studi ilmiah telah menemukan bahwa baik popok kain dan popok sekali pakai memiliki efek lingkungan, termasuk penggunaan bahan baku dan energi, polusi udara dan air, dan pembuangan limbah.

Saat ini, popok kain bayi memiliki banyak pilihan dan bahan untuk memastikan buah hati tetap nyaman. Selain itu ternyata, popok yang akan digunakan bayi dalam tahun pertamanya adalah sekitar 2.700 buah. Tentunya ini menjadi alasan menarik yang menyebabkan banyak Moms yang beralih ke popok kain.

Baca Juga: Bayi Alami Iritasi Kulit Akibat Popok? Intip Cara Mengatasinya!

"Ada begitu banyak pilihan. Tidak peduli jenis tubuh atau tingkat aktivitas bayi Anda, ada gaya di pasaran yang akan bekerja untuknya," kata ibu blogger Erin Odom, penulis Confessions of a Cloth Diaper Convert: A Simple, Comprehensive Guide to Cloth Diapers.

Tips Memilih Popok Kain Bayi

Tips Memilih Popok Kain untuk Bayi

Foto: shutterstock.com

Jadi, bagaimana cara memilih popok kain bayi? Yuk ikutip tiga tips jitu memilih popok kain untuk Si Kecil di bawah ini!

1. Pertimbangkan Aspek Kesehatan

Ada beberapa aspek kesehatan yang perlu dipertimbangkan. Kulit yang terlalu basah dan kontak dengan urin dan feses dapat menyebabkan ruam popok.

Karena popok kain tidak bisa menampung urin bayi sebanyak seefektif popok sekali pakai, sangat penting untuk mengganti popok kain dengan cepat setelah terasa basah atau kotor.

“Popok kain kadang-kadang disebut sebagai 'tren pengasuhan anak milenial,'. Orang tua yang memilih popok kain karena mereka ingin menghemat uang, karena mereka lebih berpikiran alami, atau karena mereka hanya ingin menghindari bahan kimia pada kulit sensitif bayi mereka,” kata Maria Moser, pemilik Change-Diapers.com, sebuah blog popok kain.

Baca Juga: Ini Pro dan Kontra Tentang Pemakaian Popok pada Bayi, Catat!

2. Perhatikan Jenis Popok Kain Bayi

Karena kini banyak pilihan yang menarik, Moms memiliki banyak pilihan.

Tips untuk memilih popok kain bayi yang tepat mempertimbangkan beragam pilihan dan menambahkan koleksi dengan mencoba berbagai gaya dan merek.

  • Popok kain all-in-one

Jika Moms mencari opsi praktis, pilih popok kain yang lengkap ini. Popok jenis ini memiliki pad penyerap yang terpasang pada lapisan luarnya, sehingga Moms dapat melepasnya dengan mudah seperti saat menggunakan popok sekali pakai dan menyimpan pad dalam mesin cuci. Tidak ada pengencang popok atau tali jenis apa pun.

  • Popok kain all-in-two

Pilihan lain adalah popok kain bayi all-in-two, yang mirip dengan popok kain all-in-one tetapi perbedaannya terletak pada pad yang bisa dilepas.

Ini akan memberi Moms banyak pilihan untuk menggantinya jika mulai lembap.

Hal ini juga dapat memberi sedikit fleksibilitas untuk mencuci, karena Moms dapat mencuci dan mengeringkan pad dan lapisan luar secara terpisah.

Plus, lapisan luar juga cenderung bertahan lama karena hanya pad dalam yang sering diganti.

  • Prefold

Ini adalah opsi popok kain bayi paling murah. Prefold adalah selembar kain persegi atau persegi panjang yang harus dilipat untuk menjadi bentuk popok agar sesuai dengan bentuk bayi.

Prefold dibentuk menjadi tiga bagian, dengan bagian tengah sebagai bagian yang paling menyerap. Popok jeni ini juga membutuhkan peniti atau pengaman untuk membuat posisi prefold terjaga lama.

  • Fitted-diaper

Sesuai dengan namanya, fitted-diaper atau popok yang pas disesuaikan dengan usia bayi. Popok ini dibuat dengan pola, bentuk dan ukuran Si Kecil, jadi ada ukuran newborn, S, M, L, dan XL. Biasanya popok ini tetap harus dilengkapi dengan pelindung di bagian luar.

Baca Juga: Ruam Popok Bayi, Ketahui Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

3. Tentukan Bahan untuk Popok Kain Bayi

Tips memilih popok kain bayi lainnya adalah dengan memilih bahan yang sesuai dan nyaman untuk bayi. Moms bisa mencari tahu dengan melihat label sebelum membeli popok kain bayi.

  • Bahan tahan air

Lapisan tahan air umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti PUL (poliuretan laminasi) dan TPU (poliuretan termoplastik).

  • Lapisan serap

Ada berbagai macam bahan yang digunakan untuk membuat lapisan serap popok kain. Di antaranya serat bambu, kapas, rami.

  • Poliester

Terbuat dari bahan kimia dan minyak bumi, biasanya polyester juga disebut dengan ‘microfiber’, ‘minky’, atau ‘zorb’.

Produk ini cukup menyerap, tetapi akan aus seiring waktu dan kehilangan kemampuan untuk menyerap dengan pemakaian yang berkelanjutan.

Microfiber sering digunakan sebagai pad karena tidak boleh digunakan secara langsung pada kulit bayi karena dapat menyebabkan iritasi.

  • Kain ‘stay dry’

Biasanya terbut dari kain katun, kain mikrofiber, dan atletik. Kain-kain ini tidak dirancang untuk menyerap cairan, jadi ketika digunakan di dalam popok karena lapisan yang paling dekat dengan kulit bayi urin melewati mereka dan masuk ke lapisan penyerap popok.

Ini membantu menjaga kelembapan kulit bayi lebih lama, membantu kulit untuk ‘tetap kering.’

Klodiz Training Pant Pink Octo-M

Rp64.000
Klodiz Training Pant Pink Octo-M

Cara Mencuci Popok Kain Bayi

Cara Mencuci Popok Kain Bayi

Foto: shutterstock.com

Sebelumnya, Moms bisa mengecek panduan dari merk popok kain yang Moms beli, biasanya panduan tersebut terdapat di website mereka.

Namun, kalau Moms masih bingung bagaimana cara mencuci popok kain bayi, simak tipsnya di bawah ini:

1. Bersihkan Terlebih Dahulu

Sebelum mencuci popok bayi, Moms harus memastikan untuk membersihkan kotorannya terlebih dahulu.

Kalau Si Kecil hanya mengonsumsi ASI, biasanya fesesnya lebih cair, sehingga mudah dibersihkan. Namun, kalau bayi minum susu formula dan sudah makan MPASI, kotorannya akan lebih padat, sehingga Moms harus membersihkannya dengan air atau spray di toilet. Tapi popok bekas pipis bayi bisa langsung dicuci.

2. Mulai Cuci Popok Kain Bayi

Moms sebaiknya mencuci popok bayi setiap hari atau maksimal 3 hari sekali. Sebab makin ditunda, noda bekas kotoran bayi akan menempel dan susah dibersihkan dari popok.

Cucilah popok kain bayi menggunakan mesin cuci dengan air dingin dan tanpa deterjen. Tahap pertama ini berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa di popok.

Tahap selanjutnya adalah kembali mencucinya dengan air panas dan deterjen yang aman untuk kulit bayi. Jangan gunakan bleach, karena akan cepat merusak kain.

Baca Juga: Begini Tanda dan Cara Mengatasi Ruam Popok Akibat Jamur

3. Jemur Popok

Cara menjemur popok kain bayi terbaik adalah di bawah sinar matahari. Matahari akan membunuh bakteri dan bisa mengurangi noda yang mungkin masih ada di popok.

Iconic Kids Soccer Hollic Man City

20% Rp101.300
Rp80.900
Iconic Kids Soccer Hollic Man City

Nah, itulah beberapa tips memilih popok kain bayi, juga cara membersihkannya. Apakah Moms tertarik untuk memilih popok kain bayi setelah melihat cara ini Moms?

Artikel Terkait