PROGRAM HAMIL
16 April 2019

Tips Merencanakan Kehamilan Bagi Penderita Lupus

Penyakit lupus bukan halangan untuk bisa memiliki momongan
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang bagian-bagian tubuh. Disebut kronis karena gejalanya biasanya bertahan lebih dari enam minggu–sering kali bahkan bertahun-tahun. Penyakit ini banyak ditemukan pada perempuan usia subur.

Pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuhnya bermasalah karena tidak bisa membedakan antara serangan zat asing berbahaya (virus, bakteri, kuman) dengan jaringan sehat tubuh.

Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut antibodi untuk melawan serangan berbagai zat asing itu.

Namun, pada penderita lupus, tubuhnya justru menghasilkan antibodi yang menyerang dan menghancurkan jaringan yang sehat.

Antibodi tersebut dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan pada organ tubuh seperti kulit, sendi, maupun organ lain.

Baca Juga: 6 Cara Memberitahu Keluarga dan Sahabat Saat Kita Menderita Penyakit Keras

maternity nature ocean 132730

Pada masa lalu, perempuan yang menderita lupus disarankan untuk tidak hamil karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan ibu yang mengandung maupun janin di kandungannya.

Namun, sekarang penderita lupus hamil bukanlah hal yang mustahil. Banyak perempuan dengan lupus dapat menjalani kehamilan yang sehat dan aman serta melahirkan bayi dengan selamat.

Ignacio Sanz, M.D., ahli reumatologi di University of Rochester Medical Center di Rochester, New York, menerangkan bahwa walaupun banyak kehamilan oleh penderita lupus yang berjalan dengan baik dan aman, namun, kehamilan tersebut tetap tergolong berisiko terhadap komplikasi.

“Pada kehamilan dengan lupus tetap ada risiko keguguran dan bayi lahir prematur. Sementara, pada ibu yang mengandung terdapat risiko komplikasi ginjal, termasuk gagal ginjal, bila kehamilan terjadi saat penyakit ginjal sedang aktif,” ujar Sanz yang juga ketua komite penelitian di Lupus Foundation of America.

Baca Juga: Waspadai Gejala Lupus, Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Merencanakan Kehamilan Sehat dan Aman Bagi Penderita Lupus

adult affection baby 259363

Sanz mengatakan, penderita lupus yang berencana untuk hamil wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ia juga membagi sejumlah tips hamil untuk penderita lupus.

Menurut Sanz, dokter akan menyarankan Moms untuk tidak hamil dulu bila lupusnya sedang aktif.

“Ini terutama penting bila kondisi tersebut memengaruhi fungsi ginjal atau sistem saraf pusat. Kami akan menyarankan calon bumil untuk menunggu hingga lupusnya dalam kondisi terkendali (remisi) selama sekitar enam bulan sebelum mulai hamil,” ujar Sanz.

Dikutip dari Lupus Foundation of America, dalam kunjungan ke dokter sebelum hamil–saat kondisi remisi–dokter juga akan menganjurkan Moms penderita lupus untuk menghentikan konsumsi obat tertentu.

Setelah Moms dengan lupus positif hamil, Moms harus menjalani tes antifoslopid dan anti-Roantibodi.

Selama hamil, Moms tetap perlu berkonsultasi dengan dokter yang menangani lupus, selain berkonsultasi dengan dokter kandungan yang berpengalaman menangani kehamilan berisiko tinggi. Dokter akan memantau agar selama kehamilan penyakit lupus tidak kambuh.

Proses yang harus dilalui penderita lupus dalam merencanakan maupun nantinya saat menjalani kehamilan memang lebih kompleks dibandingkan ibu hamil lainnya.

Namun, dengan perencanaan yang baik, serta pengawasan dari dokter yang ahli di bidangnya, penderita lupus hamil dapat menjalani kehamilan dengan aman hingga saat persalinan.

(AN/INT)

Artikel Terkait