FASHION & BEAUTY
28 Februari 2018

6 Tips Mudah Memilih Baju Hamil yang Pas dan Nyaman di Tubuh

Supaya tetap nyaman dan membuat gerak jadi leluasa, bagaimana cara memilih baju hamil yang tepat?
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Menjadi calon ibu merupakan momen yang mendebarkan. Ada kebahagiaan dan semangat yang luar biasa dalam menyambutnya meski si kecil belum lahir.

Menjadi seorang ibu serasa menjadi orang lain yang berubah dalam membagi waktu, tenaga, kasih sayang dan pengorbanan.

Demi perubahan-perubahan tersebut, calon ibu perlu belajar mengatur waktu dengan tepat, serta mempersiapkan mental dan emosi untuk menyambut seorang anggota keluarga baru.

Demikian juga dengan perubahan fisik yang sangat mencolok, ada beberapa hal yang mau tidak mau berubah dengan sendirinya sehingga mengharuskan kita menyesuaikan semuanya, termasuk cara berpakaian.

Simpan dahulu baju-baju kesayangan di lemari terpisah, lalu beralih sejenak selama 9 bulan atau lebih pada baju hamil.

Jika ini kehamilan pertama, tentunya kita akan banyak berpikir baju hamil apa saja yang perlu dibeli, bagaimana model baju hamil yang pas untuk segala suasana, dan sebagainya.

Ada beberapa tips supaya kita bisa mendapatkan baju hamil yang tepat, yang pasti diperlukan dan tidak membuat pengeluaran bulanan kita membengkak.

1. Belilah saat baju tidak muat

aaiabadgaaaaaqaaaaaaaauiaaaajgi5mze0zwmwltnin2etndiyni1hmdvilta3ndaxodi3nzrkzq

Jika kita berencana untuk memiliki baju hamil, belilah saat baju-baju lama sudah tidak muat lagi.

Kalau masih muat, tetap mengenakannya tidak jadi masalah bukan?

Hal ini untuk menghindari kemungkinan bahwa baju hamil yang telah dibeli tidak terpakai.

Pada umumnya wanita hamil akan memerlukan baju khusus saat kehamilan menginjak usia 3 atau 4 bulan.

Terutama jika yang dikandung adalah bayi kembar, perubahan ukuran perut akan lebih cepat dari mengandung satu bayi.

2. Pilih ukuran yang pas

Meskipun wanita hamil perlu memilih baju hamil yang bentuknya lebih besar dari biasanya, umumnya ukuran baju hamil tidak jauh dari ukuran normal kita sebelum hamil.

Misalnya kita biasa menggunakan pakaian berukuran M, ukuran baju hamil pun tidak jauh atau bahkan tetap M, hanya area perut yang akan diperbesar desainnya.

3. Sirkulasi udara

1200 pregnant woman sitting

Ibu hamil akan sering merasakan masalah keringat berlebih.

Pilihlah baju hamil dengan bahan kain yang mudah menyerap keringat dan memungkinkan sirkulasi udara berjalan lancar.

Hal ini akan menghindarkan kita dari keringat yang menempel lama di permukaan kulit, karena udara yang bisa keluar masuk menembus baju hamil tersebut dapat membantu menghilangkan keringat dan rasa gerah.

4. Baju berlapis-lapis

Karena perubahan hormon dan pengaruhnya pada ukuran badan yang tidak dapat diprediksi akan seberapa besar, pakaian dengan model lapis-lapis akan membantu kita mengatasi pertambahan ukuran badan tersebut.

Baju model layer ini juga nyaman digunakan saat bekerja atau sekedar jalan-jalan dengan suami.

Baju hamil tersebut juga bisa digunakan saat udara dingin atau panas. Praktis bukan?

5. Bahan melar

nintchdbpict0003605399651

Baik baju hamil maupun celana hamil, hendaknya berbahan melar karena dapat mengikuti bentuk tubuh yang terus berubah.

Contohnya kain katun yang sangat nyaman digunakan, oleh sebab itu banyak sekali baju hamil yang berbahan dasar katun.

6. Setelah melahirkan

Jangan terburu-buru menyimpan baju hamil di gudang setelah melahirkan.

Baju hamil tersebut masih dapat digunakan sampai 2 hingga 3 bulan setelah melahirkan,mengingat ukuran tubuh kita belum kembali normal dan kadang masih tampak seperti sedang mengandung.

Setelah 4 bulan, kita bisa terbebas dari baju hamil dan kembali mengenakan pakaian lama.

(DINI)

Artikel Terkait