2-3 TAHUN
23 September 2020

Eksim pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kunci perawatan eksim pada anak adalah kulit bersih dan lembab
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms memperhatikan ruam di lengan, kaki, tangan, atau wajah anak? Jika iya, bisa jadi itu eksim pada anak. Penyakit eksim pada anak ini juga dikenal sebagai "dermatitis atopik".

Eksim pada anak, atau dermatitis atopik (DA), adalah keluhan ruam kulit dengan rasa gatal, berulang hilang timbul jika terpajan faktor pencetus.

Menurut National Eczema Association, penyebab utama eksim pada anak adalah dermatitis atopik, yang bisa kambuh karena udara dingin, kulit kering, serta alergen lain seperti makanan atau debu.

“Dermatitis atopik memiliki predisposisi genetik, artinya kerentanan kulit ini bersifat diturunkan,” tutur dr. Suksmagita Pratidina, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Menurut dr. Suksmagita, kelainan utama dari DA adalah defects barrier kulit, di mana kulit cenderung kering sehingga berkurang kemampuannya dalam memproteksi kulit terhadap paparan lingkungan.

Baca Juga: Mengapa Eksim pada Anak Bisa Terjadi? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Setidaknya satu dari 10 anak menderita eksim (juga disebut dermatitis atopik), masalah kulit berkelanjutan yang menyebabkan kulit kering, merah, dan gatal.

Anak-anak penderita eksim memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang lain. Ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua tentang kondisi eksim pada anak ini lebih lanjut.

Penyebab Eksim pada Anak

eksim pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Eksim pada anak disebabkan oleh masalah pada pelindung kulit. Banyak anak penderita eksim tidak memiliki cukup protein khusus yang disebut "filaggrin" di lapisan luar kulit. Filaggrin membantu kulit membentuk penghalang yang kuat antara tubuh dan lingkungan.

Kulit dengan terlalu sedikit protein ini akan sulit menahannya air dan mencegah bakteri dan iritasi lingkungan.

Baik gen seseorang dan lingkungannya berperan dalam eksim pada anak. Ini sering terjadi dalam keluarga dan cenderung terjadi dengan kondisi alergi lain seperti asma dan rinitis alergi (demam dan alergi musiman).

Banyak anak penderita eksim juga memiliki alergi makanan, tetapi makanan itu sendiri tidak menyebabkan eksim pada anak.

Anak yang menderita eksim juga mungkin menderita asma dan beberapa jenis alergi, seperti demam. Eksim, asma, dan alergi serbuk bunga dikenal sebagai kondisi "atopik". Ini mempengaruhi orang-orang yang terlalu sensitif terhadap alergen di lingkungan.

Bagi sebagian anak, alergi bulu binatang, debu, serbuk sari atau hal lain mungkin bisa jadi pemicunya.

Gejala Eksim pada Anak

gejala eksim pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Gejala eksim pada anak di antaranya adalah kulit kering disertai gatal, dengan ruam merah, dan kulit retak-retak yang terkadang disertai luka akibat garukan. Lesi akut (baru timbul) biasanya lebih basah disertai keropeng, namun jika sudah kronis (berulang, menahun) terlihat lebih tebal, kasar, dan gelap.

Lokasi timbulnya ruam biasanya berhubungan dengan onset waktu atau kapan timbulnya gejala.

Baca Juga: 7 Produk di Rumah yang Memicu Ruam Kulit pada Bayi, Tak Diduga

“Misalnya ketika fase bayi biasanya ruam terletak di pipi, fase anak-anak biasanya di tungkai dan lengan tempat banyak gesekan, dan fase dewasa sering di area lipatan siku, lipat lutut, hingga leher,” jelas dr. Suksmagita.

Mengobati Eksim pada Anak

mengobati eksim pada si kecil

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada obat pasti untuk eksim pada anak, meskipun biasanya dapat dikontrol dengan perawatan kulit yang baik. Selalu berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang penting sehingga mereka dapat melihat apakah obat yang diresepkan bekerja dengan baik.

Namun ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi eksim pada anak dengan cara yang aman, seperti berikut ini.

1. Mandikan Anak dengan Tepat

Cara mengobati eksim pada anak yang pertama adalah mandikan anak dengan tepat. Untuk beberapa anak, membatasi mandi satu sampai tiga kali seminggu sangat membantu. Mandi terlalu sering bisa "mengeringkan" kulit dan memperparah gatal pada kulit.

Untuk anak-anak dengan alergi lingkungan seperti serbuk sari dan bulu binatang, mandi lebih sering, terutama setelah kontak dengan alergen yang diketahui, dapat membantu.

Dokter Si Kecil akan membantu Moms memutuskan pendekatan mana yang terbaik untuk anak selama mengalami eksim pada anak. Namun beberapa hal ini perlu diperhatikan:

  • Gunakan pembersih lembut non-sabun seperti sabun batang.
  • Batasi waktu mandi anak menjadi 5 hingga 10 menit atau kurang dari itu.
  • Mandi air hangat akan semakin mengeringkan kulit Si Kecil.
  • Jangan gunakan waslap, air panas atau bak mandi busa.
  • Tepuk-tepuk kulit anak hingga kering dengan handuk. Jangan digosok karena bisa menimbulkan iritasi.
  • Oleskan obat atau pelembap topikal sesuai anjuran, segera setelah mandi saat kulit masih lembap.

2. Oleskan Obat Topikal (Kulit)

Cara mengobati eksim pada anak yang selanjutnya adalah oleskan obat topikal. Dokter mungkin meresepkan steroid topikal atau krim atau salep lain untuk mengobati eksim anak.

Oleskan sedikit obat ke area yang terkena eksim hingga dua kali sehari sesuai kebutuhan untuk mengendalikan eksim. Anak mungkin tidak perlu menggunakan obat ini setiap hari.

Selalu gunakan obat topikal sebelum menggunakan pelembap. Coba tunggu minimal 30 menit sebelum mengoleskan pelembap pada kulit.

Jika eksim anak kambuh, Moms mungkin perlu menggunakan steroid topikal yang lebih kuat untuk waktu yang singkat. Gunakan steroid ini dua kali sehari atau seperti yang diinstruksikan oleh dokter.

Baca Juga: 5 Makanan yang Cocok Dikonsumsi Anak Penderita Dermatitis Atopik

Hubungi dokter jika area eksim pada anak tidak membaik setelah tujuh hari. Saat eksim membaik, Moms harus menggunakan obat topikal lebih jarang, idealnya dua hingga tiga kali seminggu atau kurang, untuk menjaga kulit anak tetap bersih.

Jangan terlalu sering menggunakan atau menyalahgunakan steroid topikal. Hal tersebut dapat membahayakan kulit anak, seperti menimbulkan stretch mark dan spider veins.

3. Pelembap Kulit akan Membantu

Cara mengobati eksim pada anak yang selanjutnya adalah gunakan pelembap. Penting untuk melembabkan dari dalam, jadi mintalah anak untuk minum banyak air putih setiap harinya.

Oleskan pelembab tebal 30 menit setelah Moms mengoleskan obat topikal apa pun. Ini akan memberikan waktu agar obat diserap ke dalam kulit. Pelembap kemudian akan menyegel obat yang dioleskan.

Secara umum, salep atau krim lebih disukai daripada losion. Jangan gunakan pelembap yang tersedia dalam botol pompa, karena ini biasanya lotion. Beberapa anak menganggap salep terlalu berminyak untuk digunakan di musim panas. Hal ini membuat mereka tidak nyaman saat berkeringat. Jadi pilihlah produk yang tepat ya, Moms.

4. Gunakan Antihistamin

Cara mengobati eksim pada anak yang selanjutnya adalah gujnakan antihistamin. Antihistamin adalah sejenis obat alergi. Mereka juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa gatal. Obat ini paling membantu bila diberikan sebelum tidur, karena dapat membuat anak mengantuk.

Beberapa anak dengan alergi lingkungan dan rinitis alergi (gatal, mata berair dan hidung tersumbat) mungkin juga perlu minum antihistamin non-penenang setiap hari seperti cetirizine (Zyrtec), loratadine (Claritin) atau fexofenadine (Allegra) di pagi hari untuk mengontrol gejala alergi mereka.

Tips Perawatan Eksim pada Wajah Anak

5 Tips Perawatan Eczema Pada Kulit Wajah Balita 2.jpg

Foto: Baby.lovetoknow.com

Karena itulah, melakukan rutinitas perawatan eksim pada kulit wajah balita sangat penting supaya wajah Si Kecil tetap bersih dan ia bisa tetap beraktivitas dengan nyaman tanpa diganggu rasa gatal.

Yuk Moms, simak dulu beberapa tips perawatan eksim pada wajah balita yang sudah kami rangkum berikut.

Baca Juga: Cara Mengatasi Eczema Pada Anak

1. Selalu Gunakan Pelembab

Tips perawatan eksim pada wajah anak yang pertama adalah selalu gunakan pelembab. Pada kulit wajah balita yang sehat, lapisan terluar kulit menjadi pelindung yang mencegah kelembaban menguap sekaligus mencegah zat alergen menimbulkan iritasi.

Namun pada kulit balita yang eksim, lapisan pelindung sudah hilang atau rusak sehingga harus rutin dioleskan pelembab agar tidak mudah kering dan gatal.

Pelembab bisa dioleskan setelah pemakaian krim khusus untuk eksim yang mengandung kortikosteroid.

Untuk perlindungan maksimal, gunakan pelembab pada wajah secara rutin dalam rentang waktu tiga menit setelah mandi pagi, setelah membersihkan wajah sehabis makan, sepulang preschool atau setelah bepergian, dan sebelum tidur.

Pelembab terbaik untuk perawatan eksim pada kulit wajah balita adalah yang mengandung kadar minyak tinggi, seperti petroleum jelly dan minyak mineral.

Pastikan juga Si Kecil hanya menggunakan sabun dan sampo yang bebas bahan kimia maupun pewangi ya, Moms.

2. Bersihkan Wajah setelah Makan

Tips perawatan eksim pada wajah anak yang selanjutnya adalah membersihkan wajah setelah makan. Mengutip informasi dari situs TruKid.com, membersihkan wajah balita setelah makan juga penting dalam perawatan eksim lho, Moms.

Selain karena sisa makanan yang mengotori pipi dan bagian wajah lain, kandungan dalam makanan tertentu juga bisa membuat eksim Si Kecil kambuh.

Saat wajah Si Kecil kotor karena terkena makanan, segera bersihkan dengan kain atau handuk lembut yang sudah dibasahi dengan sedikit air.

Setelah selesai makan, bersihkan wajah dengan air lalu keringkan dengan cara menepuknya perlahan menggunakan kain atau handuk lembut. Selanjutnya oleskan kembali pelembab supaya kulit wajah tidak kering.

3. Hindari Makanan yang Memicu Alergi

Tips perawatan eksim pada wajah anak yang selanjutnya adalah hindari makanan yang memicu alergi. Alergi dan sensitivitas pada makanan tertentu juga bisa memicu kambuhnya eczema pada kulit wajah balita.

Pada umumnya, makanan yang harus dihindari oleh balita penderita eczema adalah yang mengandung kacang-kacangan, telur, kedelai, dan susu.

Untuk mengetahui makanan yang harus dihindari, perhatikan bahan yang digunakan dalam masakan serta reaksi yang mungkin timbul pada wajah Si Kecil setelahnya ya, Moms.

Baca Juga: Mengenal Eczema, Penyakit Kulit Yang Sering Diderita Balita

4. Bersihkan Wajah sebelum Tidur

Tips perawatan eksim pada wajah anak yang selanjutnya adalah bersihkan wajah sebelum tidur. Setelah seharian beraktivitas, wajah Si Kecil perlu dibersihkan dari kotoran yang bisa memicu kambuhnya eczema saat tidur.

Apalagi di malam hari kadar hormon kortisol pada tubuh balita mulai berkurang sehingga kulit wajah yang eksim mudah terasa gatal.

Untuk perawatan eczema di kulit wajah balita sebelum tidur, bersihkan wajahnya dengan air lalu keringkan dengan cara menepuk perlahan wajah dengan handuk atau kain lembut.

Setelah itu oleskan pelembab secara merata pada area wajah dan leher 20 menit sebelum waktu tidur. Bila perlu, Moms bisa pakaikan sarung tangan khusus untuk mencegah Si Kecil menggaruk wajahnya secara tidak sengaja saat sedang tidur.

5. Rutin Ganti Sprei dan Sarung Bantal

Tips perawatan eksim pada wajah anak yang selanjutnya adalah rutin ganti sprei dan sarung bantal. Penggunaan sprei dan sarung bantal yang bersih juga tidak kalah penting dalam perawatan eczema, karena akan menempel pada kulit wajah balita dalam waktu lama saat tidur di malam hari.

Selain dengan membersihkan tempat tidur dan semua perlengkapan tidur sebelum beranjak tidur, Moms juga perlu rutin mengganti sprei dan sarung bantal seminggu sekali untuk menghindari debu dan kotoran yang bisa memicu kambuhnya eczema pada wajah balita.

Oh ya Moms, sebaiknya gunakan sprei dan sarung bantal yang terbuat dari katun atau kain bambu karena lebih lembut, tidak bikin gerah, dan tidak membuat kulit Si Kecil iritasi.

Baca Juga: 5 Makanan Yang Dapat Memicu Eczema Pada Balita

Mencegah Eksim pada Anak

5 Tips Perawatan Eczema Pada Kulit Wajah Balita 1.jpg

Foto: Babycenter.com

Karena kerentanan kulit pada DA bersifat secara genetik, langkah pencegahan adalah hal terpenting. Jaga kesehatan kulit dan jangan biarkan kulit kering kasar berkepanjangan.

Baca Juga: 3 Tips Memilih Sabun dan Sampo Bayi yang Aman

“Gunakan sabun lembut tanpa banyak deterjen, pengawet, zat pewangi, serta hindari penggunaan antiseptik secara berlebihan,” terang dr. Suksmagita.

Lanjutkan dengan penggunaan pelembap secara rutin, 2-3 kali sehari sebelum timbulnya kering, bukan setelah telanjur kering. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan, niscaya kulit akan lebih sehat dan lembap, sehingga ruam gatal dapat dikurangi kekambuhannya.

Jika kulit sudah dirawat dengan baik namun ruam masih tetap tidak berkurang, segeralah berdiskusi dengan dokter. Eksim pada anak membutuhkan penanganan individual, satu individu dengan individu yang lain memiliki faktor pencetus yang tidak sama.

Itulah hal mengenai eksim pada anak yang perlu Moms ketahui. Moms juga bisa melakukan langkah pencegahan akan tidak terjadi eksim pada anak. Selamat mencoba!

Artikel Terkait