TRIMESTER 1
6 September 2020

Puasa Bagi Ibu Hamil, Ini yang Harus Diperhatikan

Pastikan ibu hamil mendapat cairan yang cukup selama berpuasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam konteks berpuasa di bulan Ramadan, meskipun ibu hamil masuk dalam pengecualian untuk berpuasa, tetapi ada beberapa dari mereka yang ingin tetap berpuasa.

Dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, puasa Ramadan tidak berdampak buruk pada berat lahir, meskipun tidak ada cukup bukti mengenai efek potensial pada hasil perinatal lainnya.

Bila hendak melakukan puasa bagi ibu hamil, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan juga mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Selain itu, jangan juga memaksakan diri untuk tetap berpuasa.

Yuk, cari tahu tentang tips berpuasa bagi Moms yang tengah hamil berikut ini.

Baca Juga: Ibu Hamil Harus Berhenti Berpuasa Jika 4 Tanda Ini Terjadi

Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Muda

Air menjadi salah satu zat yang berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Organ-organ penting dalam tubuh seperti ginjal, otak, dan otot, mengandung 70-80 persen air.

Oleh karena itu, memenuhi cairan dalam tubuh saat puasa bagi ibu hamil menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Terlebih lagi pada ibu hamil yang sedang puasa, asupan air yang masuk ke dalam tubuh tentu harus lebih banyak Moms.

Pada ibu hamil, air dibutuhkan bukan hanya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh ibu saja, tetapi juga janin yang ada di dalam perut. Penting untuk Moms yang sedang hamil mengetahui bahwa dehidrasi selama kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Agar ibu hamil dapat terhidrasi dengan baik, yuk kita simak tips-tips sederhana berikut ini.

1. Minum Air Putih Lebih Banyak

ibu hamil terhidrasi dengan baik, cegah dehidrasi pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Ibu yang sedang hamil tetap perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Menurut dr. Nurul Ratna, Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran UI, kebutuhan air putih untuk ibu hamil adalah 8 gelas per hari.

Sebagai tips puasa bagi ibu hamil, Moms bisa menentukan pembagiannya seperti ini:

Saat bangun tidur untuk sahur, sebaiknya kita langsung minum satu gelas air putih. Lalu setelah menyantap hidangan sayur, penuhi lagi tubuh dengan 1 gelas air putih lagi.

Nah, setelah berpuasa seharian, ibu wajib berbuka dengan 1 atau 2 gelas air putih dan minuman manis untuk meningkatkan kadar gula yang rendah selama puasa.

Setelahnya sembari menyantap makan malam, minum lagi 2 gelas air putih hingga sebelum tarawih.

Sepulang dari tarawih, minum lagi air putih. Begitu juga sebelum tidur, ibu bisa mengonsumsi air putih satu gelas lagi. Dengan begitu, kebutuhan 8 gelas air putih ibu pun terpenuhi.

2. Kenakan Pakaian yang Nyaman

ibu hamil terhidrasi dengan baik, cegah dehidrasi pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Meski Moms hanya beraktivitas di rumah saja, mengenakan pakaian yang nyaman juga membantu kita menjaga asupan air di dalam tubuh. Ini menjadi tips menjalankan puasa bagi ibu hamil selanjutnya.

Jika merasa rileks dan nyaman, tubuh tidak akan memproduksi banyak keringat yang bisa menyebabkan dehidrasi.

Namun bila Moms berada di luar ruangan pada siang hari, baju yang longgar dan berwarna terang adalah pilihan yang tepat karena tidak akan menyerap panas.

Baca Juga: Ini Gejala Dehidrasi saat Hamil, Moms Wajib Tahu!

3. Makan Buah-buahan Segar

ibu hamil terhidrasi dengan baik, cegah dehidrasi pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Saat puasa bagi ibu hamil memang membutuhkan banyak asupan air. Jika sudah memenuhi kebutuhan air putih harian, Moms bisa mengonsumsi lagi buah-buahan yang memang mengandung banyak cairan.

Dilansir dari laporan Water Content of Fruits and Vegetables yang disusun oleh Fakultas Pertanian di University of Kentucky, ada beberapa buah dengan persentase kandungan air yang tinggi.

Buah-buahan tersebut yaitu apel, pir: 84 persen ; blueberry, plum: 85 persen; aprikot: 86 persen; jeruk, nanas, raspberry: 87 persen; peach: 88 persen; melon: 90 persen, dan stroberi, semangka: 92 persen.

4. Ganti Air Putih dengan Jus

ibu hamil terhidrasi dengan baik, cegah dehidrasi pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Mengganti air putih dengan jus menjadi tips puasa bagi ibu hamil yang bisa Moms lakukan jika sudah mulai merasa bosan hanya minum air putih saja.

Sebagai selingan, kita bisa membuat jus buah yang terbuat dari buah asli, bila perlu jangan ditambahkan gula atau hal lainnya agar khasiatnya lebih manjur.

5. Selalu Seimbangkan Energi yang Masuk dan Keluar

ibu hamil terhidrasi dengan baik, cegah dehidrasi pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Nurul, cara paling mudah yang bisa Moms lakukan agar tidak mengalami dehidrasi adalah dengan memperhatikan keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar.

Misalnya sehabis menyantap makanan, Moms harus minum segelas air putih.

Setelah buang air kecil, penuhi asupan air yang keluar melalui urin dengan satu gelas air putih lagi. Dengan begitu, ibu hamil terhidrasi dengan baik.

Dengan meminum air secara teratur, tentu ibu hamil bisa terbantu dalam menghilangkan gejala-gejala morning sickness. Selain itu, Moms juga tidak akan mengalami kekurangan air ketuban yang penting.

Baca Juga: 6 Makanan Buka Puasa yang Baik untuk Ibu Hamil

Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua

Trimester ketiga adalah periode kehamilan saat bayi menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Selama periode ini, bayi butuh lebih banyak nutrisi dan lebih banyak mineral dan vitamin untuk mempertahankan akselerasi pertumbuhannya.

Mengutip Parenting First Cry, beberapa penelitian menunjukkan bahwa selain kemungkinan efek buruk pada kecepatan pertumbuhan, puasa selama kehamilan pada trimester ketiga pada umumnya aman.

Jika ingin puasa bagi ibu hamil, dianjurkan agar mencari saran medis yang tepat sebelum membuat keputusan untuk berpuasa. Dokter akan memeriksa komplikasi yang mungkin timbul jika Moms tidak makan selama beberapa waktu.

Dalam Iranian Journal of Pediatrics, diketahui bahwa puasa dalam konteks puasa ibadah Ramadan, tidak memengaruhi berat waktu lahir, tinggi badan, dan lingkar kepala.

Selain itu, pada wanita sehat dengan nutrisi yang sesuai, puasa Ramadan tidak memiliki efek yang tidak tepat terhadap pertumbuhan intrauterin dan indeks waktu kelahiran.

Sementara itu, tidak ditemukan kelainan kongenital pada ibu yang berpuasa dalam penelitian ini.

Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan untuk kejadian neonatus dengan berat badan rendah pada waktu lahir antara kelompok yang berpuasa dan dengan wanita yang tidak berpuasa, namun risiko relatif berat lahir rendah ada sebanyak 1,5 kali pada ibu yang berpuasa pada trimester pertama dibandingkan dengan ibu yang tidak berpuasa.

Lalu, apa saja yang harus Moms lakukan agar puasa bagi ibu hamil tua berjalan lancar dan kehamilan tetap sehat selama kehamilan? Yuk, intip tipsnya berikut ini.

1. Konsultasikan dengan Dokter Kandungan Terlebih Dahulu

konsultasikan ke dokter kandungan

Foto: Orami Photo Stock

Jika ingin melakukan puasa pada ibu hamil, bicaralah dengan dokter kandungan terlebih dahulu, agar dapat memeriksa kesiapan untuk berpuasa dan mempertimbangkan kemungkinan komplikasi.

Selain itu, Moms juga bisa meminta tips agar puasa tetap terjaga selama hamil. Ibu hamil mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih sering selama puasa untuk memantau kadar gula darah.

Puasa tidak dianggap aman untuk dilakukan, jika Moms menderita diabetes dan sedang hamil.

2. Jangan Lupa Istirahat Cukup dan Minum yang Banyak

puasa bagi ibu hamil-minum air

Foto: Orami Photo Stock

Karena puasa bagi ibu hamil dapat membuat tubuh lelah dan mudah berada di bawah tekanan, penting bagi Moms untuk membuat segalanya mudah selama puasa.

Moms bisa melakukan banyak istirahat dan menghindari aktivitas atau situasi yang berat di mana kita mungkin mengalami dehidrasi.

Berhati-hatilah jika Moms memilih untuk berpuasa dalam tiga bulan terakhir kehamilan, ini karena biasanya Moms akan membutuhkan sebanyak 200 kalori tambahan.

Baca Juga: Minum Air Putih Hangat Setiap Pagi Ternyata Punya 7 Manfaat Menakjubkan untuk Tubuh

3. Hindari Makanan yang Mengandung Gula

puasa bagi ibu hamil-istirahat cukup

Foto: Orami Photo Stock

Saat berbuka puasa bagi ibu hamil, Moms perlu menghindari makanan bergula yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, yang mengarah pada kehancuran energi nantinya.

Sebaliknya konsumsi makanan yang banyak mengandung gandum dan makanan berserat tinggi seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah kering, ditambah banyak protein dari daging, telur dan kacang-kacangan.

Selain itu, coba minum 1,5 hingga 2 liter air di luar periode puasa, tetapi hindari konsumsi kafein, karena sifat diuretik dan dapat membuat Moms dehidrasi. Ingat juga untuk mengonsumsi suplemen asam folat dan vitamin D.

4. Makan Makanan yang Sehat Saat Sahur dan Berbuka

puasa bagi ibu hamil-makanan bergii

Foto: Orami Photo Stock

Tentunya, puasa mengurangi asupan makanan yang masuk dibanding hari biasa. Moms bisa memilih makanan yang lebih sehat sebagai tips puasa bagi ibu hamil.

Salah satunya, secara berkala, makanlah buah-buahan atau makanan kaya nutrisi lainnya yang diperbolehkan dalam puasa.

Berpuasa dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan, anemia, keasaman, dan sakit kepala, yang selanjutnya dapat mengganggu kesejahteraan janin di dalam kandungan.

5. Jangan Lupa Konsumsi Garam

puasa bagi ibu hamil-konsumsi garam

Foto: Orami Photo Stock

Garam merupakan hal yang sangat penting. Ada orang yang memilih berpuasa tanpa garam, tetapi bagi wanita hamil, tidak mengonsumsi garam sepenuhnya dapat menyebabkan kelemahan.

Saat berbuka puasa, Moms wajib mengonsumsi makanan yang mengandung garam, hal ini untuk menghindari efek buruk pada Moms atau kesehatan janin dalam kandungan.

6. Perhatikan Makanan Saat Berbuka Puasa

puasa bagi ibu hamil-makanan berbuka puasa

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya penting untuk memerhatikan menu sahur untuk puasa bagi ibu hamil, tetapi Moms juga perlu memerhatikan makanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Mengutip Baby Centre, cobalah makan perlahan saat buka puasa. Mulailah dengan makanan ringan seperti sup. Makanan yang mengandung gula alami seperti buah dan minuman susu juga merupakan pilihan yang baik, karena akan memberikan asupan energi yang sangat dibutuhkan.

Setelah berbuka puasa, pilih makanan yang memberi keseimbangan gizi yang sehat antara makanan bertepung, buah dan sayuran, produk susu dan protein seperti daging, ikan, telur atau kacang-kacangan yang dimasak matang.

Moms dapat memilih karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian, dan makanan berserat tinggi, seperti kacang-kacangan dan buah-buahan kering. Selain itu, ketimbang Moms mengonsumsi makanan olahan berlemak tinggi, pilih opsi yang lebih sehat seperti kentang atau buncis.

Baca Juga: Hindari Anemia, Ini 3 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil

Hal yang Perlu Diperhatikan Tentang Puasa Bagi Ibu Hamil

puasa bagi ibu hamil-yang harus diperhatikan

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, puasa bagi ibu hamil sebenarnya tidak dianjurkan. Meskipun penelitian dalam jurnal Translational Research menunjukkan bahwa puasa intermittent dapat bermanfaat bagi metabolisme, menyebabkan penurunan berat badan, dan berpotensi mengurangi risiko diabetes tipe 2, dan dapat menurunkan gula darah wanita hamil terlalu banyak.

"Gula darah rendah yang dikombinasikan dengan penurunan alami tekanan darah pada wanita hamil dapat menyebabkan pusing dan pingsan," kata dr. Jennifer Wu, dokter kandungan di Lenox Hill Hospital, New York City.

Sebuah studi lebih tua dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology, yang berfokus pada puasa intermittent agama pada wanita hamil (dengan kehamilan sehat) menemukan bahwa gerakan janin lebih rendah saat ibu berpuasa.

Ini masuk akal, karena berpuasa bagi ibu hamil kadar glukosanya rendah, dan gerakan janin terkait dengan seberapa banyak glukosa (alias sumber energi bagi tubuh) yang dapat diperoleh janin dari ibunya.

"Itulah mengapa sebagian besar puasa religius memberikan pengecualian kepada wanita hamil," tambah dr. Wu.

Jadi, puasa intermittent adalah larangan bagi wanita hamil. Tapi satu-satunya jenis puasa yang mungkin aman bagi wanita yang belum terlalu lama hamil adalah puasa maksimal sekitar 12 jam.

"Tetapi, bahkan melakukan puasa bagi ibu hamil selama 12 jam tergantung pada trimesternya," jelas Nicole German Morgan, ahli diet dengan latar belakang nutrisi prenatal, mengutip Health 24.

Selama tahap awal trimester pertama, tentu saja penting untuk berfokus pada konsumsi nutrisi prenatal yang cukup, tetapi tubuh Moms mungkin tidak membutuhkan lebih banyak kalori tambahan daripada asupan normal.

"Pada trimester ketiga, dan tahap selanjutnya dari trimester kedua, puasa intermittent bagi ibu hamil mungkin tidak cocok sama sekali - banyak wanita akan membutuhkan camilan malam tambahan sebelum tidur, atau perlu makan cepat setelah bangun," jelas Morgan.

Moms perlu memastikan bahwa penting bagi ibu hamil mendapatkan cukup nutrisi penting serta kalori (banyak wanita hamil disarankan untuk menambahkan sekitar 300 kalori ekstra sehari).

Jika Moms menjalani kehamilan di trimester pertama, melakukan puasa bagi ibu hamil bisa dilakukan dengan puasa intermittent versi modifikasi, dengan berpuasa semalaman selama sekitar 12 jam yang akan menjadi satu-satunya pilihan cukup aman.

Menurut Morgan, ini akan melibatkan puasa sekitar jam 7 pagi hingga 8 malam, atau jam 7 malam hingga 8 pagi keesokan harinya, yang mungkin merupakan jadwal makan normal.

Tapi, penting diingat bahwa sebaiknya Moms jangan menjejalkan terlalu banyak kalori dalam waktu singkat, karena itu tidak sehat untuk pencernaan, atau kehilangan kalori yang diperlukan untuk janin.

Sementara, versi puasa populer lainnya seperti diet Intermittent Fasting 16: 8, di mana Moms makan dalam jendela waktu setiap delapan jam, metode 5: 2, yang melibatkan makan secara normal lima hari seminggu dan membatasi asupan kalori selama dua hari seminggu, atau puasa alternatif, semua harus dilarang, karena terlalu ekstrim untuk wanita hamil.

Jadi, jika ingin melakukan puasa bagi ibu hamil, baik itu puasa dalam agama atau puasa intermittent, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter agar tidak berdampak pada tumbuh kembang janin ya, Moms.

Artikel Terkait