TREN
7 Agustus 2017

Tips Simpel Investasi Reksadana

Ternyata berinvestasi reksadana itu tak sesulit yang kita pikirkan, lho!
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengelola uang, mulai dari menyiapkan tabungan berjangka sampai dengan sistem investasi. Mama menganggap berinvestasi selalu membutuhkan dana yang banyak? Jawabannya TIDAK.

Saat ini sudah banyak lembaga keuangan yang menawarkan investasi reksadana. Reksadana adalah kumpulan sejumlah dana yang dikelola oleh pihak profesional yang tujuan utamanya untuk membeli saham dan sejumlah instrumen keuangan lainnya. Keuntungan jika Mama bergabung dalam reksadana adalah jumlah investasi yang tidak terlalu besar seperti membeli saham.

Mama masih ragu memulainya? Berikut beberapa tips investasi reksadana yang bisa Mama coba.

1. Ketahui Produk Reksadana

Sebelum Mama memutuskan ikut investasi reksadana, pastikan Mama tahu jenis reksadana yang Mama pilih. Saat ini yang sedang tren di pasar reksadana adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Tentu tiap jenis reksadana memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Mama perlu banyak berkonsultasi dengan pengelola keuangan yang terjamin kredibilitasnya. Baca juga baik-baik apa hak dan kewajiban Mama sebagai investor.

2. Badan Reksadana yang Memiliki Izin

Jangan cepat tergiur dengan keuntungan investasi yang terbilang singkat dan dengan persentase yang tidak masuk akal. Mama perlu mengecek kembali apakah tempat Mama berinvestasi dan manajer investasi yang Mama percayai memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Jika Mama melihat tidak ada kejelasan mengenai perizinan, Mama berhak menolak berinvestasi daripada terjerat badan investasi bodong yang akan merugikan Mama.

3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Saat memilih berinvestasi Mama pasti punya tujuan jangka panjang. Apakah itu untuk keperluan masa depan anak, atau biaya pensiun di masa tua. Karena itu, Mama perlu mempertimbangkan berapa lama Mama menginvestasikan uang Mama di pasar reksadana. Pertimbangkan juga usia produktif Mama mulai dari Mama memulai investasi sampai dengan batas waktu pencairan dana investasi.

4. Modal Minim dan Rendah Risiko

Untuk pemula, Mama bisa, lho, berinvestasi dengan modal minim. Jangan terlalu terobsesi dengan keuntungan besar. Sebagai pemula, pilih dulu modal yang paling terjangkau dan waktu investasi yang singkat. Dengan demikian, Mama bisa meminimalisasi risiko dan membiasakan diri dengan flow kerja reksadana. Jika sudah merasakan keuntungannya, barulah Mama bisa menambah jumlah dan jangka waktu investasi.

Jadi, apakah Mama tertarik menginvestasikan uang melalui reksadana?

(LMF)

Artikel Terkait