KEHAMILAN
3 Juni 2020

Tips Traveling untuk Bumil, Wajib Tahu!

Pastikan selalu terhidrasi dan pilih konsumsi makanan yang sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Hamil bukan berarti Moms tidak dapat traveling. Moms tetap bisa traveling kok. Hanya saja, Moms harus tahu kapan waktu yang tepa untuk traveling.

Pada trimester pertama, bumil biasanya tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan jarak jauh dikarenakan mual, muntah, mudah merasa lelah, dan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Sedangkan pada trimester akhir, seiring perut yang semakin membesar perjalanan bisa menjadi sesuatu yang melelahkan dan tidak nyaman.

Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists waktu terbaik untuk bepergian adalah selama trimester kedua, ketika usia janin antara 14 - 28 minggu.

Sarah Reynolds, konsultan kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Bedford NHS Trust mengungkapkan perjalanan selama kehamilan dapat menjadi masalah bagi banyak wanita.

"Akan tetapi jika kehamilan tidak memiliki komplikasi maka tidak ada alasan untuk tidak dapat bepergian dengan aman, selama ibu hamil mengambil tindakan pencegahan yang tepat," katanya.

Nah, agar traveling tetap menyenangkan dan nyaman untuk bumil, berikut adalah beberapa tips traveling saat hamil agar Moms dan bayi dalam kandungan tetap sehat dan nyaman selama perjalanan.

Baca Juga: 5 Tips Untuk Ibu Hamil yang Ingin Melakukan Traveling

Tips Traveling Ibu Hamil Menggunakan Mobil

tips traveling saat hamil

Foto: parenting.firstcry.com

  • Sebaiknya hindari perjalanan panjang, namun jika tidak dapat dihindari, pastikan untuk berhenti secara teratur dan keluar dari mobil untuk meregangkan tubuh dan bergerak.
  • Selalu kenakan sabuk pengaman, ikat sabuk pengaman di pangkuan bawah (di bawah perut) atau di atas paha. Upayakan sabuk pengaman tidak menekan perut.
  • Lakukan gerakan ringan di dalam mobil (saat tidak sedang mengemudi), seperti melenturkan dan memutar kaki dan menggoyangkan jari-jari kaki. Hal tersebut dapat menjaga darah mengalir melalui kaki dan mengurangi kekakuan dan ketidaknyamanan.
  • Jika perjalanan lebih dari 4 jam, gunakan stoking kompresi yang dapat meningkatkan aliran darah di kaki dan mencegah pembekuan darah.
  • Kenakan pakaian longgar. Minumlah banyak air agar tetap terhidrasi dan bawa camilan berupa makanan alami yang memberi energi, seperti buah dan kacang-kacangan.
  • Jika Moms mengemudi, cobalah untuk tidak mengemudi lebih dari 5 hingga 6 jam per hari. Rencanakan untuk berhenti sesering mungkin sehingga dapat bergerak dan meregangkan kaki untuk menjaga sirkulasi darah. Sebaiknya tidak bepergian sendiri, agar ada partner untuk gantian mengemudi.

Baca Juga: Mau Traveling Saat Hamil? Ikuti 5 Persiapan Berikut Agar Tetap Sehat

Tips Traveling Ibu Hamil Menggunakan Kapal

tips traveling saat hamil

Foto: cruisecritic.com

  • Periksa kebijakan kapal mengenai penumpang ibu hamil. Biasanya perusahaan kapal feri memiliki batasannya dan mungkin menolak untuk membawa wanita hamil yang besar (melebihi 32 minggu).
  • Untuk perjalanan dengan kapal yang lebih lama, seperti kapal pesiar, cari tahu fasilitas di kapal untuk menangani kehamilan dan layanan medis di pelabuhan.
  • Minta dokter obat yang aman untuk ibu hamil jika terjadi mabuk laut.
  • Lindungi diri dari infeksi, kekhawatiran bagi mereka yang bepergian dengan kapal pesiar adalah infeksi norovirus, yang dapat menyebabkan mual dan muntah yang parah. Sering-sering mencuci tangan dan mencuci buah dan sayuran yang dikonsumsi selama pelayaran untuk menghindari infeksi.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Ingin Naik Pesawat Saat Hamil

Tips Traveling Ibu Hamil Menggunakan Pesawat

tips traveling saat hamil

Foto: babycenter.in

  • Melakukan perjalanan udara tidak berbahaya bagi Moms atau bayi, akan tetapi diskusikan masalah kesehatan atau komplikasi kehamilan dengan bidan atau dokter sebelum terbang.
  • Cek regulasi maskapai, sejumlah maskapai tidak mengizinkan ibu hamil terbang menjelang masa akhir kehamilan. Pada kehamilan tunggal, kemungkinan melahirkan secara alami lebih tinggi setelah usia 37 minggu dan sekitar 32 minggu jika mengandung anak kembar.
  • Perjalanan jarak jauh (lebih dari 4 jam) terdapat risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis (DVT)). Jika Moms melakukan perjalanan menggunakan pesawat, minum banyak air dan bergerak secara teratur, setiap 30 menit atau lebih. Moms juga dapat membeli sepasang stoking atau kaus kaki kompresi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan kaki. Dokter juga biasanya meresepkan obat pengencer darah untuk Moms konsumsi.
  • Kenakan sabuk pengaman setiap saat untuk membantu Moms agar tidak terluka jika terjadi turbulensi. Kencangkan sabuk di bawah perut.
  • Pilih tempat duduk ke arah depan pesawat, yang cenderung minim getaran. Pesan pula tempat duduk di lorong sehingga Moms tidak harus melewati penumpang lain ketika harus pergi ke kamar kecil.

Itulah beberapa tips aman dan nyaman traveling saat hamil. Ketika melakukan perjalanan Moms juga dianjurkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan air minum untuk menghindari gangguan lambung dan diare.

Perlu diketahui bahwa beberapa obat untuk mengobati gangguan lambung dan diare tidak cocok selama kehamilan.

Selalu periksa apakah air keran aman untuk diminum. Jika ragu, minumlah air dalam kemasan. Jika Moms sakit, tetap hidrasi dan terus makan untuk kesehatan bayi meski Moms tidak merasa lapar. Selamat menikmati perjalanan ya Moms.

(SWN)

Artikel Terkait