KESEHATAN
23 Oktober 2019

5 Tips untuk Bersiap Menghadapi Puber Kedua

Harus mulai bersiap, bahkan di usia 20-an
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Menghadapi puber kedua bisa jadi hal yang meresahkan bagi wanita. Ada banyak perubahan baik fisik maupun psikis saat Moms mengalami puber kedua, yang berarti juga menjadi pertanda masa menopause akan segera tiba.

Masa ini biasanya terjadi di rentang usia 30 menuju 40 tahun, walaupun tanda perubahan secara fisik sudah mulai tampak pada usia 20-an.

Dalam sebuah artikel di Flo Health, Anna Targonskaya, MD, dokter ahli kandungan menuliskan, pada masa puber kedua di usia 30 tahun, seorang wanita akan mulai bermasalah dalam pembuahan.

Kesuburan mereka mulai berkurang di usia ini, serta siklus haid yang juga mulai kacau, bahkan mengakibatkan nyeri berlebih.

Baca Juga: 4 Perubahan Mendasar Dalam Proses Puber Kedua Wanita

Kesehatan mental pun mulai diserang, dan usia 30 tahun Moms pun dipenuhi dengan stres. Karenanya, menghadapi puber kedua haruslah dipersiapkan dengan baik, agar tak salah langkah dan tetap merasa bugar memasuki masa menopause nantinya.

Jangan khawatir, karena Dr. Anna membagikan tips untuk bersiap menghadapi puber kedua.

1. Diet Sehat

menghadapi puber kedua

Foto: pixabay.com

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menghadapi puber kedua adalah dengan melakukan diet sehat.

Untuk poin ini, Moms harus perhatian terhadap asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Buah, sayur, biji-bijian dan tepung, lemak baik, dan protein tanpa lemak merupakan kandungan yang disarankan dalam makanan.

Makanan sehat dapat mencegah penambahan berat badan dan osteoporosis. Selain itu, mood pun bisa meningkat, dan usus menjadi lebih sehat.

Dengan diet sehat, Moms bisa lebih sehat secara mental, dan punya otot serta tulang yang lebih kuat. Bonusnya, kulit menjadi lebih sehat dan itu akan berpengaruh pada penampilan tentunya.

2. Banyak Olahraga

Tips untuk Bersiap Menghadapi Puber Kedua 2.jpg

Foto: pexels.com/Luis Quintero

Menjelang masa menopause, Moms juga perlu menghadapi puber kedua dengan memperbanyak olahraga.

Tak usah terlalu ribet, Moms bisa melakukannya di rumah dan lingkungan sekitar, seperti jogging, dance atau zumba.

Atau jika Moms lebih suka pergi ke gym, bisa juga mencoba pilates, yoga dan lainnya. Berenang juga bisa jadi pilihan olahraga.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Puber Kedua Pada Pria?

3. Perawatan Kulit dan Rambut

Tips untuk Bersiap Menghadapi Puber Kedua 3.jpg

Foto: pexels.com/Daria Shevtsova

Akan lebih baik lagi jika Moms menghadapi puber kedua dengan lebih rajin lagi merawat kulit.

Dokter bisa memberi resep krim dengan kandungan retinoid dan emolien untuk merawat kulit yang rusak.

Sedangkan untuk rambut, Moms bisa menggunakan produk-produk yang diformulasikan untuk merangsang pertumbuhan rambut.

4. Tidur Nyenyak

Tips untuk Bersiap Menghadapi Puber Kedua 4.jpg

Foto: pexels.com/Ivan Oboleninov

Mungkin akan sulit, karena dalam menghadapi puber kedua Moms akan dihadapkan pada masalah kesehatan mental.

Namun bagaimanapun, tidur nyenyak dengan jadwal yang konsisten, serta bangun sesuai jamnya akan baik untuk Moms.

Mulailah menghindari konsumsi alkohol atau kafein sebelum tidur, agar bisa beristirahat lebih tenang.

Baca Juga: Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh Jika Kelebihan Asupan Vitamin D

5. Konsumsi Multivitamin

Tips untuk Bersiap Menghadapi Puber Kedua 5.jpg

Foto: pixabay.com

Moms bisa konsultasikan dengan dokter, apakah harus mengonsumsi multivitamin atau tidak.

Dalam menghadapi puber kedua, multivitamin ini dapat memberi asupan nutrisi penting dalam tubuh, yang mungkin terlewatkan, terutama jika Moms mengabaikan poin diet sehat di atas.

Kandungan dalam buah, sayur, dan makanan sehat lainnya biasanya bisa didapat dari multivitamin juga.

"Tubuh manusia terus-menerus mengalami perubahan yang terkadang membingungkan dan membuat kita lengah. Salah satu perubahan itu adalah puber kedua. Itu bisa terjadi pada usia 20-an, 30-an, atau 40-an. Mengetahui apa yang harus dilakukan, dapat membantu menghadapi puber kedua dengan jauh lebih mudah. Dokter juga dapat membantu meringankan kekhawatiran dan mengobati masalah apapun," pungkas Dr. Targonskaya.

(DEW)

Artikel Terkait