NEWBORN
4 April 2019

Transient Tachypnea of Newborn (TTN): Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ini merupakan penyebab bayi baru lahir bernapas dengan sangat cepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Transient Tachypnea of Newborn (TTN) adalah istilah untuk masalah pernapasan ringan pada bayi baru lahir. Kondisi ini umumnya berlangsung sekitar tiga hari setelah bayi lahir.

Istilah lain untuk TTN adalah paru-paru basah atau sindrom gangguan pernapasan tipe II. Transient berarti sementara dan Takipnea artinya laju pernapasan cepat.

Apa Penyebab TTN?

transient tachypnea of newborn (ttn) 1

foto: smartmama.com

Menurut Stanford Children’s Health, penyerapan cairan yang lambat di paru-paru janin diperkirakan menjadi penyebab TTN. Cairan ini menyebabkan pengambilan oksigen lebih sulit dan sebagai gantinya bayi harus bernapas lebih cepat.

Siapa yang Berisiko terhadap TTN?

Hanya sebagian kecil dari semua bayi baru lahir yang mengembangkan TTN. Kondisi ini lebih mungkin untuk berkembang pada bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar karena cairan di paru-parunya tidak “diperas” seperti yang terjadi pada bayi yang lahir secara vaginal.

Baca Juga: Terapi Kesehatan untuk Pernapasan Si Kecil

Bagaimana Gejala TTN?

transient tachypnea of newborn (ttn) 2

foto: verywellfamily.com

Berikut ini adalah gejala takipnea transien yang paling umum ditemukan pada bayi baru lahir. Namun, setiap bayi dapat mengalami gejala yang berbeda. Adapun gejala-gejala tersebut yaitu:

  • Bernafas dengan sangat cepat, lebih dari 60 tarikan napas per menit.
  • Mengeluarkan suara seperti mendengus saat bernapas.
  • Lubang hidung membesar.
  • Retraksi atau menarik tulang rusuk saat bernapas.

Gejala-gejala TTN mungkin menyerupai kondisi atau masalah medis lain. Oleh karena itu, selalu konsultasikan gejala yang ditunjukkan bayi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat.

Bagaimana Mendiagnosis TTN?

transient tachypnea of newborn (ttn) 3

foto: oohsncoos.com

Melansir American Academy of Pediatrics (AAP), diagnosis TTN didasarkan pada temuan klinis dan radiologis. Ini sering kali merupakan diagnosis pengecualian dari kondisi lain seperti RDS, pneumonia, dan pneumotoraks.

TTN biasanya muncul dalam beberapa jam setelah bayi lahir dengan adanya gejala seperti takipnea, retraksi, mendengus, dan lain sebagainya.

Termasuk juga kecepatan pernapasan yang sering kali berada dalam kisaran lebih dari 60 kali tarikan napas per menit, 80 kali tarikan napas per menit, dan terkadang lebih tinggi dari 100 kali tarikan napas per menit.

Karena banyak bayi mengalami takipnea untuk periode waktu setelah kelahiran, periode takipnea yang lebih pendek umumnya disebut sebagai “penundaan transisional”.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Adakah Pengobatan yang Disarankan untuk TTN?

transient tachypnea of newborn (ttn) 4

foto: momjunction

Perawatan spesifik untuk TTN akan ditentukan oleh dokter bayi berdasarkan:

  • Usia kehamilan saat bayi dilahirkan, kondisi kesehatan menyeluruh, dan riwayat medis.
  • Toleransi bayi terhadap pengobatan, prosedur, atau terapi tertentu.
  • Kondisi TTN.
  • Harapan terhadap kondisi bayi.
  • Pendapat atau preferensi orang tua.

Sementara perawatan atau pengobatan yang disarankan dapat meliputi:

  • Oksigen tambahan yang diberikan menggunakan masker oksigen di wajah bayi atau dengan meletakkan bayi di bawah tudung oksigen.
  • Tes darah untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
  • Tekanan jalan napas positif terus menerus menggunakan mesin pernapasan mekanis yang mendorong aliran udara atau oksigen ke saluran udara untuk menjaga saluran udata kecil di paru-paru bayi tetap terbuka.
  • Pemberian makanan melalui infus juga mungkin diperlukan jika tingkat pernapasan bayi terlalu tinggi, karena risiko aspirasi makanan.

Setelah TTN hilang, bayi biasanya pulih dengan cepat dan tidak memiliki peningkatan risiko untuk masalah pernapasan tambahan atau kondisi kronis lainnya.

(RGW/AND)

Artikel Terkait