KELUARGA
6 September 2019

Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah Mengalami PTSDS?

Tak semua hal bisa dihadapi dengan mudah
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Berpisah dengan pasangan bisa menjadi momen tersulit dalam hidup seseorang.

Perceraian, contohnya, meningkatkan risiko gangguan psikologi yang cukup membuat hidup seseorang menjadi stres.

Menurut Social Readjustment Rating Scale (SRSS), perpisahan dengan pasangan bisa menjadi salah satu faktor stres terbesar dalam hidup seseorang.

Baca Juga : Apa yang Harus Dilakukan Pasca Perceraian?

Bahkan, jika perpisahan yang terjadi dilatar belakangi oleh serangkaian peristiwa traumatis, hal ini bisa menuntun perceraian pada gangguan mental bernama PTSDS atau Post-Traumatic Stress Divorce Syndrome.

Jika Moms sedang dalam proses perceraian atau baru saja bercerai, kenali tanda-tanda PTSDS.

Apa Itu PTSDS?

Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah 1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

PTSDS merupakan salah satu bentuk dari PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder.

Pada umumnya, gangguan ini adalah sebuah kecemasan dan kegelisahan akut yang disebabkan oleh trauma psikologi yang mendalam.

Biasanya para tentara yang pulang dari perang mengalami PTSD karena mengalami trauma.

Tapi, tak hanya tentara yang bisa mengalami hal ini. Perceraian pun juga bisa menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah PTSDS.

Baca Juga : Perceraian Bukanlah Akhir dari Segalanya, Setidaknya Moms Terlepas dari 3 Hal Ini

Apa Tanda PTSDS?

Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah 2.jpg

Foto: parents.com

Insomnia, emosi yang meluap, kemarahan, depresi dan mengurung diri adalah salah beberapa tanda PTSDS.

Jika berkelanjutan, hal-hal ini bisa mengakibatkan menurunnya kondisi fisik dan menyebabkan sakit punggung dan kepala yang akut.

Dalam beberapa kasus perceraian yang parah, beberapa orang akan mengalami ketidakmampuan untuk mengatur karier dan kebutuhan sehari-hari mereka sehingga membutuhkan bantuan dari profesional.

Menurut Sheela Raja, Ph.D., psikolog klinis berlisensi dan pengarang buku “Overcoming Trauma and PTSD”, sebagaimana dikutip dari verywellmind.com, menyatakan bahwa PTSD juga bisa disebabkan oleh sesuatu yang mengancam nyawa atau hal yang fatal.

Hubungan yang sangat abusif bisa menjadi salah satu faktor yang memicu PTSD.

Bagaimana Cara Mengatasi PTSDS?

Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah 3.jpg

Foto: nbcnews.com

Semua masalah pasti ada solusinya. Dengan niat yang teguh dan konsistensi untuk move on, PTSDS bisa diatasi setelah perceraian.

Ada kehidupan baru yang menanti dan tak akan ada lagi trauma yang akan menghampiri.

Memang, sembuh dari PTSD tak mudah. Tapi meminta bantuan psikolog pun juga tak ada salahnya karena kita akan benar-benar dipandu hingga mengetahui apa saja yang membuat diri kita lebih baik.

Fokus pada hal-hal yang membuatmu bahagia. Lakukan hal-hal positif yang dulu dilarang pasangan, karena sekarang Moms sudah bebas dan tak ada lagi yang mengekang.

Perceraian memang bukan hal yang mudah ya, Moms? Nah, Moms sekarang para single moms bisa berdiskusi dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Orami sebagai komunitas ibu dan anak, menawarkan wadah berupa WhatsApp Group khusus para single moms, yang akan mempertemukan kita dengan ibu tunggal lainnya.

Bersama kita dapat berbagi pengalaman menjadi seorang ibu tunggal dan membagaikan solusi atas permasalahan masing-masing. Semua dapat saling menguatkan, sehingga menjadi seorang ibu tunggal tidak lagi terasa berat.

orami wag

Manfaat lainnya bergabung dalam WhatsApp Group Orami ini adalah ada banyak event gratis juga yang dibuat sebagai sarana berkumpul para single moms, promo-promo menarik dari Orami untuk ibu dan anak, kuliah Whatsapp (kulwap) gratis bersama para pakar, dan masih banyak lagi.

Jika tertarik, Moms bisa lansung bergabung ke WhatsApp Group tersebut dengan klik di sini. Yuk Moms segera bergabung dan rasakan berbagai manfaatnya!

(SN/CAR)

Artikel Terkait