BALITA DAN ANAK
19 September 2019

Trigger Finger pada Balita, Apa Gejala dan Penyebabnya?

Otot tegang membuat jari terjebak dalam posisi menekuk
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Meski namanya terdengar asing di telinga, kasus trigger finger pada balita sebenarnya bukan sebuah kondisi langka lho, Moms. Bila melihat data dari Children’s Hospital of Philadelphia, sekitar 3 dari 1000 anak mengalaminya.

Yang dimaksud dengan trigger finger sendiri adalah kondisi dimana salah satu jari tangan terkunci dalam posisi menekuk dan terasa sakit saat akan diluruskan atau digerakkan.

Pada balita, trigger finger yang juga dikenal dengan nama stenosing tenosynovitis atau flexor tendonitis paling sering terjadi pada jempol.

Berdasarkan dalam situs Nationwide Children’s Hospital, kondisi ini paling sering terjadi pada balita berusia 1 sampai 3 tahun.

Lalu, apa saja gejala dan penyebab trigger finger pada balita? Silakan baca informasi yang sudah kami rangkum berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Baca Juga : 6 Fakta Clinodactyly, Kondisi Jari Melengkung Pada Bayi

Gejala Trigger Finger pada Balita

Trigger Finger Pada Balita, Apa Gejala dan Penyebabnya 1.jpg

Mauricioarouesty.com

Salah satu gejala khas trigger finger pada balita adalah terdengarnya suara seperti bunyi meletup atau ‘klik’ saat jari yang bermasalah digerakkan. Selain itu gejala lain yang muncul adalah:

  • Jari yang bermasalah mendadak lurus dengan sendirinya setelah terdengar suara letupan atau klik.
  • Jari terasa kaku dan nyeri, terutama di pagi hari.
  • Muncul Notta’s nodule atau benjolan di bagian dalam telapak tangan, tepat di dasar jempol atau jari yang bermasalah.

Penyebab Trigger Finger pada Balita

Trigger Finger Pada Balita, Apa Gejala dan Penyebabnya 2.jpg

Marionchan.com.au

Trigger finger terjadi saat tenosynovium atau otot yang biasa menggerakkan jari mengalami peradangan, sehingga tidak bisa bergerak dengan mulus melalui saluran otot biasa saat akan digerakkan.

Penyebab trigger finger pada balita memang belum diketahui secara pasti, tapi para pakar kesehatan sepakat kalau kondisi ini bukan bawaan lahir dan tidak terjadi karena cedera.

Seperti dikutip dari situs Joe DiMaggio Children’s Hospital, trigger finger pada balita bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Melakukan gerakan yang sama berulang kali, seperti menggenggam stang sepeda atau meremas bola dengan kuat.
  • Kondisi medis tertentu, seperti hyperthyroidism, rheumatoid arthritis, diabetes, dan infeksi seperti tuberkulosis.

Baca Juga : Cara Memotong Kuku Bayi yang Benar Agar Tak Melukai Jarinya

Mengatasi Trigger Finger pada Balita

Trigger Finger Pada Balita, Apa Gejala dan Penyebabnya 3.jpg

Healthline.com

Sebagian besar kasus trigger finger pada balita berusia dibawah 1 tahun akan hilang dengan sendirinya tanpa diberikan tindakan apapun.

Bila tidak kunjung membaik, dokter biasanya akan meregangkan dan membelat jari balita yang bermasalah. Meski Notta’s nodule akan terasa sakit saat ditekan, tindakan ini penting dilakukan agar jari tetap lurus dan pembengkakan mereda.

Prosedur operasi biasanya jadi pilihan terakhir mengatasi trigger finger pada balita yang tak kunjung sembuh.

Operasi dilakukan dengan membuat irisan tipis di area pertemuan antara telapak tangan dan jari yang bermasalah untuk melepaskan tekanan pada otot yang tegang.

Nah, apa Moms tahu masalah lain yang sering dialami balita pada area jari dan tangan?

(WA/CAR)

Artikel Terkait