KESEHATAN
14 Juni 2020

Trikomoniasis, Penyakit Menular Seksual yang Umum Terjadi pada Wanita

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual akibat bakteri yang umum di kalangan wanita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis, sejenis organisme bersel tunggal atau protozon.

Dilansir dari Self.com, Michael Cackovic , MD, seorang ob-gyn di Ohio State Wexner Medical Center, mengatakan seseorang hanya bisa melihat wujud parasit yang berkembang biak di organ intim ini menggunakan mikroskop.

Karena itu, banyak orang tidak mengetahui keberadaannya dan tidak ada cara untuk menghentikan penyebarannya.

Meskipun trikomoniasis sangat umum, tapi kondisi ini tidak dilaporkan sebagai penyakit menular seksual.

Artinya, penularan trikomoniasis juga tidak dicegah seperti jenis infeksi menular seksual lainnya.

Dr. Cackovic mengatakan belum memiliki banyak data mengenai trikomoniasis dan belum banyak mengenal penyakit menular seksual tersebut.

Penyebab Trikomoniasis

Mengenal Trikomoniasis - penyebab.jpg

Foto: shutterstock.com

Sebenarnya penularan trikomoniasis ini tidak melibatkan cairan pada organ intim.

Tetapi, penyakit ini bisa menular dengan mudah melalui hubungan seksual dan kontak genital, baik dari vagina ke penis, penis ke vagina dan vagina ke vagina.

Parasit penyebab trikomoniasis ini juga tumbuh subur di lingkungan yang lembab, terutama uretra, vagina dan vulva.

Selain itu, penggunaan kondom juga tidak sepenuhnya melindungi diri dari penularan trikomoniasis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan trikomoniasis lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Sama halnya dengan infeksi saluran kemih (ISK) dan banyak masalah kesehatan lainnya, anatomi wanita membuat mereka lebih rentan terhadap trikomoniasis.

Tapi, belum ada penelitian yang bisa mencari tahu penyebab parasit trikomoniasis lebih rentan berkembang di vagina daripada penis.

Satu hal yang membedakan adalah saluran genital wanita terletak lebih rendah. Adapun saluran genital yang dimaksud adalah vulva, vagina, leher rahim dan uretra.

Baca Juga: 5 Mitos tentang Penyakit Menular Seksual

Berbeda dengan anatomi pria, CDC mengatakan bahwa parasit trikomoniasis ini hanya menginfeksi bagian uretra pria.

Dr. Cackovic juga mengatakan trikomoniasis dan bakteri vaginosis seringkali terjadi bersamaan. Bahkan Moms lebih berisiko menderita trikomoniasis bila sudah memiliki bakteri vaginosis.

Gejala Trikomoniasis

Mengenal Trikomoniasis - gejala - 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Sebenarnya trikomoniasis seringkali tidak menunjukkan gejala. CDC melaporkan hanya 30 persen orang dengan trikomoniasis yang mengalami gejala.

Sebuah studi terhadap 85 persen wanita yang memiliki trikomoniasis mengaku tidak mengalami gejala apa pun.

Biasanya orang akan merasakan gejala muncul pada 5 hingga 28 hari setelah terinfeksi.

Adapun gejala trikomoniasis yang paling umum di antara wanita, seperti keputihan yang bisa berwarna putih, abu-abu, kuning atau hijau dan biasanya berbusa dengan bau busuk.

Lalu, ada pula gejala trikomoniasis lainnya pada wanita, antara lain:

  1. Bercak atau pendarahan vagina.
  2. Pembakaran genital atau gatal-gatal.
  3. Kemerahan atau pembengkakan genital.
  4. Sering ingin buang air kecil.
  5. Rasa sakit saat berhubungan seksual dan buang air kecil.

Baca Juga: Ketahui 8 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Gejala trikomoniasis yang paling umum pada pria adalah:

  1. Rasa terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi.
  2. Keinginan untuk sering buang air kecil.

Pencegahan Trikomoniasis

Mengenal Trikomoniasis - pencegahan.jpg

Foto: pixabay.com

Satu-satunya cara menghindari trikomoniasis adalah tidak melakukan hubungan seks vaginal.

Dilansir oleh WebMD, Moms bisa mengambil langkah lain untuk menurunkan risikonya melalui:

1. Selalu Gunakan Kondom Lateks

Karena Moms bisa mendapatkan atau menyebarkan trikomoniasis melalui hubungan seksual saja, jadi pastikan untuk memakai kondom lebih awal sebelum menyentuh vagina.

2. Hindari Douching

Vagina memiliki keseimbangan alami bakteri untuk membuatnya tetap sehat.

Ketika Moms melakukan douche, itu akan menghilangkan beberapa bakteri penyebab penyakit menular seksual.

Moms juga harus bicara secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat seksual dan potensi risiko infeksi.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Menular Seksual? Kenali Penyebab Umum Penyakit Ini!

Artikel Terkait