KESEHATAN
3 April 2019

Tya Ariestya Gendong Anak Saat Hamil, Berbahayakah?

Boleh dilakukan atau tidak ya? Simak penjelasannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tya Ariestya dan Irfan Ratinggang sedang berbahagia karena sedang menunggu kehadiran anak kedua mereka yang saat ini sudah berusia 33 minggu.

Saat usia jabang bayi masih 14 minggu, Tya mengaku kalau tidak akan menggendong anak pertamanya, Kanaka Ratinggang yang berusia 2 tahun. Namun kini, Tya terlihat nyaman saat menggendong Kanaka dengan balutan pakaia putih.

Lalu, apakah menggendong anak saat hamil ini diperbolehkan? Apa efeknya dan risiko yang bisa terjadi kalau sering menggendong anak saat Moms sedang hamil?

Menggendong Anak Saat Hamil

53830631 125164881923627 4517339896624885599 n

Menurut dr. Mary Polan dari Stanford University School of Medicine mengatakan kalau menggendong anak selama Moms hamil sebenarnya tidak masalah, khususnya di awal-awal kehamilan.

Dari banyak kasus yang pernah ada, Moms yang sedang hamil bisa mengangkat anak balita hingga 13 kg sampai terasa tidak nyaman lagi, biasanya ini terjadi pada periode kehamilan di bulan keempat dan kelima, lanjut dr. Polan.

Namun memang, tidak semua kondisi Moms yang sedang hamil diperbolehkan menggendong Si Kecil, seperti saat Moms sudah memasuki trimester akhir di mana perut sudah terlihat membesar.

Baca Juga: Cara Menggendong Bayi yang Tepat sesuai Usianya

 

Risiko Menggendong Anak Saat Hamil

Di beberapa studi menunjukkan kalau Moms sering menggendong anak saat hamil dapat meningkatkan risiko Moms mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Selain itu, studi lain juga mengatakan kalau selama masa awal kehamilan dan Moms mengangkat beban lebih dari 7 kg, maka dapat meningkatkan risiko preeklampsia.

Cara Aman Menggendong Anak Saat Hamil

Untuk bisa menggendong anak saat hamil, sebaiknya Moms mengetahui tips cara aman dalam menggendong, yakni:

• Mengenali tubuh Moms sendiri dengan baik. Misalnya jika merasa sesak napas, pusing, dan terlalu lelah, sebaiknya berhenti menggendong dan beristirahat
• Mencari gendongan yang nyaman bagi tubuh Mom
• Menyesuaikan posisi menggendong yang paling nyaman
• Menentukan durasi menggendong Si Kecil
• Menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin
• Hindari menggendong dengan gerakan mendadak saat tubuh belum siap
• Angkat tubuh Si Kecil dengan benar

Menurut dr. Laurie C. Zephyrin, MD, seorang dokter kebidanan dan kandungan di New York, Moms harus menjaga bagian punggung tetap lurus ketika menggendong anak saat hamil.

Baca Juga: Gendongan Kain vs Gendongan Modern, Mana yang Lebih Baik Untuk Bayi?

Namun, yang terpenting adalah Moms harus lebih berhati-hati saat menyadari kalau memiliki komplikasi kehamilan, misalnya kontraksi atau pendarahan. Moms perlu membicarakan masalah ini kepada dokter untuk tindakan yang harus dilakukan apakah boleh menggendong anak saat hamil atau tidak.

Nah, sudah tahu kan Moms apakah boleh atau tidak menggendong Si Kecil saat Moms tengah hamil.

(IRN/AND)

Foto: instagram.com/tya_ariestya

Artikel Terkait