TRIMESTER 1
28 September 2020

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan?

Intip pembagian usia kehamilan berapa minggu yang diperbolehkan untuk berhubungan seks
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya, pada usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks dengan Dads? Biasanya, pertanyaan ini sering muncul karena Moms yang mengkhawatirkan janin yang sedang berkembang di dalam rahim, namun tetap memiliki gairah seksual dan ingin memuaskan Dads.

Sebenarnya, sangat aman bagi seorang perempuan untuk terus berhubungan seks selama kehamilan, kecuali jika dokter memberi tahu sebaliknya. Faktanya, dorongan seks perempuan dapat meningkat pada tahap tertentu dalam kehamilan dan seks bahkan dapat memiliki beberapa manfaat.

Umumnya, sebelum Moms bertanya usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan, dokter akan terlebih dahulu menjelaskannya. Tapi, jika Moms khawatir, tidak ada salahnya mengajukan pertanyaan usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan di hari pertama kontrok ke dokter kandungan.

Baca Juga: Bisakah Moms Mendeteksi Ciri-ciri Hamil 1 Minggu?

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan?

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan -1

Foto: Orami Photo Stock

Selain pertanyaan usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan, Moms juga pasti memiliki pertanyaan apakah berhubungan selama kehamilan aman.

Moms, jangan khawatir. Bayi dilindungi oleh otot rahim yang kuat, cairan ketuban, dan sumbat lendir yang berkembang di sekitar serviks, menurut Mayo Clinic.

Beberapa orang percaya bahwa aktivitas seksual atau orgasme dapat mengganggu perkembangan bayi, meningkatkan kemungkinan keguguran, atau menyebabkan persalinan dini.

Namun dalam kehamilan yang sehat, tidak ada satu pun dari hal tersebut yang benar. Canadian Medical Association Journal mencatat, keinginan berhubungan seks selama kehamilan itu adalah hal yang normal.

Larangan Berhubungan Seks saat Hamil

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan -2

Foto: Orami Photo Stock

Untuk beberapa kondisi kehamilan, jangankan memikirkan usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks, berhubungan seks saja tidak diperbolehkan. Hal ini bisa terjadi untuk kaus kehamilan berisiko.

Dokter mungkin menyarankan ibu hamil untuk menghindari hubungan seks selama kehamilan jika pernah mengalami:

  • Masalah dengan serviks yang dapat meningkatkan kemungkinan keguguran atau persalinan dini.
  • Hamil anak kembar.
  • Plasenta previa, saat plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan masuk ke serviks.
  • Inkompetensi serviks, yakni serviks terbuka sebelum waktunya.
  • Riwayat persalinan prematur.
  • Kehilangan banyak darah atau perdarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan.
  • Cairan ketuban bocor.
  • Air ketuban pecah, yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga: Apakah Boleh Menggunakan Alat Bantu Seks Saat Hamil?

Manfaat Seks Saat Hamil

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan -3

Foto: OramiPhotoStock

Terlepas dari usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks, Moms juga perlu tahu manfaat hubungan seks saat hamil. Berhubungan seks selama kehamilan dapat memberikan beberapa manfaat bagi ibu hamil dan pasangannya. Manfaat tersebut mungkin juga termasuk:

  • Orgasme yang lebih baik. Peningkatan aliran darah ke alat kelamin bisa berarti peningkatan jumlah orgasme yang lebih kuat bagi perempuan hamil.
  • Tetap bugar. Berhubungan seks dapat membakar kalori dan membantu menjaga kebugaran kedua pasangan.
  • Memperkuat ikatan suami istri. Beberapa pasangan menemukan bahwa aktivitas seksual selama kehamilan membuat keduanya lebih dekat.
  • Sebuah dorongan untuk sistem kekebalan. Sebuah studi tahun2004 yang dipublikasikan di Sage Journals yang merupakan antibodi yang membantu mencegah masuknya pilek dan infeksi lain.
  • Meningkatnya kebahagiaan. Orgasme melepaskan endorfin yang dapat membantu ibu dan bayi merasa bahagia dan rileks.
  • Membantu memicu kontraksi. Moms, memasukin usia kehamilan 36 minggu, dokter biasanya menyarankan Moms dan Dads untuk rutin berhubungan. Bukan tanpa sebab. Konon sperma bisa membantu memicu kontraksi. Ini juga kerap disebut sebagai induksi alami.

Baca Juga: Fakta Menarik dan Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Seks Saat Hamil

Usia Kehamilan dan Hubungan Seks

Usia Kehamilan Berapa Minggu Boleh Berhubungan -4

Foto: Orami Photo Stock

Di awal kehamilan, beberapa ibu hamil merasa sangat kelelahan sehingga hampir tidak bisa melewati hari-hari dan melupakan romansa bersama Dads. Namun yang lain menemukan bahwa dirinya tiba-tiba tidak pernah puas dan selalu ketagihan.

Sementara itu, trimester kedua seringkali membawa energi yang luar biasa yang bisa disalurkan di tempat kerja, berolahraga, dan bahkan di balik selimut. Pada trimester ketiga, tantangan saat berhubungan seks adalah bentuk perut dan menemukan cara baru untuk mendapatkan posisi yang nyaman dan memuaskan.

Berikut adalah semua yang perlu Moms ketahui tentang seks selama ketiga trimester kehamilan sehingga Moms akan merasa aman. Ini juga akan menjawab kebingungan Moms tentang usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks.

1. Hubungan Seks pada Trimester Pertama

Menjawab pertanyaan tentang usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks, sepertinya ini akan tergantung kondisi Moms karena sebenarnya bisa dilakukan kapanpun, bahkan di awal kehamilan.

Mual adalah keluhan yang sangat umum, terutama pada trimester pertama ketika tiga perempat perempuan mengalami apa yang disebut morning sickness. Ini mungkin karena tubuh bereaksi terhadap hormon kehamilan hCG. Estrogen dan progesteron juga dapat berperan dengan memperlambat proses pencernaan.

Mual muntah yang menyebabkan kelelahan tentu menjadi alasan Moms tidak siap berhubungan seks dengan Dads. Berita bagusnya, morning sickness biasanya berakhir pada minggu ke 12 sampai 14. Jadi jika Moms merasa lebih lelah daripada bersemangat, bertahanlah dan cobalah bersabar.

Mual hanya sebuah keluhan kecil. Sebab sebenarnya perubahan kehamilan cenderung berdampak kuat pada libido perempuan. Beberapa perempuan mengembangkan dorongan seks yang sangat besar, sementara yang lain menemukan bahwa libidonya sedikit menurun.

Jika Moms memiliki dorongan seksual bahkan di trimester pertama, berterima kasihlah kepada hormon kehamilan. Ditambah dengan aliran darah tambahan ke labia, klitoris dan vagina, yang membuat Moms merasa sangat geli dan dapat menyebabkan orgasme yang lebih sering atau intens.

Moms mungkin merasa bersemangat dengan perubahan pada tubuh dan berhubungan dengan bebas karena tidak perlu lagi mengkhawatirkan kontrasepsi. Tidak usah lagi sibuk mencari kondom yang malah akan mematikan mood!

Berhubungan seks aman dilakukan selama kehamilan, termasuk 12 minggu pertama setelah pembuahan. Tidak perlu khawatir jika Moms meminum pil KB sebelum menyadari kehamilan. Ini juga tidak terkait dengan keguguran, menurut American College of Obstetrician and Gynecologist.

Apakah malah Dads merasa takut berhubungan seks akan melukai janin? Ini adalah kekhawatiran yang banyak terjadi. Yakinkan Dads bahwa bayi aman dan nyaman di rahim, jauh dari jangkauan penisnya.

Selama Dads bisa mengambil isyarat dari Moms dan dokter telah memberi Anda lampu hijau, lakukanlah tanpa khawatir.

2. Hubungan Seks pada Trimester Kedua

Jika Moms ragu berhubungan seks di trimester pertama karena masih mengalami mual muntah, trimester kedua bisa jadi jawaban usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks. Selama dokter memperbolehkan, ada banyak posisi yang aman untuk dicoba.

Sepanjang tiga trimester, seks adalah tentang coba-coba. Apa yang terasa luar biasa di satu minggu, mungkin terasa canggung di minggu berikutnya. Berikut beberapa posisi seks kehamilan yang aman dan bisa dicoba:

  • Posisi menyamping. Apakah dengan bertatap muka atau menyendok, pose samping bekerja dengan baik karena perut ditopang dengan nyaman dan Moms tidak terlentang. Selain itu, penetrasi cenderung kurang dalam dari sudut ini.
  • Posisi misionaris. Jika Moms lebih suka Dads di atas, pastikan Dads menopang beban sepenuhnya dengan lengan. Lakukan dengan kilat setelah bulan keempat, karena Moms tidak boleh menghabiskan banyak waktu terlentang.
  • Doggy style. Posisi ini mungkin tidak bisa dilakukan pada kehamilan akhir, tetapi ini bekerja dengan baik pada trimester pertama dan kedua. Keunggulan dari pose ini adalah Moms dapat mengontrol aksinya.

Jika Moms bertanya-tanya tentang seks anal, sebernarnya ini tidak akan membahayakan bayi, tetapi mungkin tidak nyaman jika Moms menderita wasir bahkan saat hamil. Ada beberapa tindakan pencegahan untuk mencegah infeksi saat melakukan hal ini.

Dads tidak boleh langsung berpindah dari posisi anal ke vagina tanpa mandi terlebih dahulu. Jika tidak, ini dapat memindahkan bakteri ke dalam vagina, dikutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Seks oral juga aman dilakukan saat ini. Namun pastikan selama melakukannya, Dads tidak menghembuskan udara ke dalam vagina. Hal ini dapat menyebabkan emboli udara menyumbat pembuluh darah dan dapat mengancam nyawa.

Merasa sedikit kram saat mencapai klimaks bukanlah pertanda ada sesuatu yang berbahaya. Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke daerah panggul selama kehamilan, dikombinasikan dengan gerakan normal pada organ seksual saat berhubungan seks, dan kontraksi normal rahim setelah berhubungan seks.

Baca Juga: Ini 4 Posisi Seks yang Aman dan Nyaman Saat Hamil

3. Hubungan Seks pada Trimester Ketiga

Pada trimester ketiga ini, banyak Moms yang mengeluhkan keluarnya air susu saat berhubungan seks. Sebenarnya yang keluar saat itu adalah kolostrum, premilk yang mulai diproduksi beberapa perempuan pada trimester ketiga.

Stimulasi seksual terkadang dapat mendorong payudara untuk melepaskannya. Tetesan ini mungkin akan mengejutkan untuk pertama kali, tetapi itu hanya bagian normal dari tubuh yang sedang mempersiapkan diri untuk bayi.

Ambil handuk jika sudah merasa lebih nyaman, lalu segera nikmati setiap momen sensual bersama Dads.

Selain itu, tidak usah panik jika melihat bercak darah setelah berhubungan seks. Leher rahim akan lunak dan membengkak selama kehamilan. Jadi, bercak darah adalah hal yang normal, terutama dengan penetrasi yang dalam.

Bagaimana dengan semua perempuan yang melewati tanggal jatuh prediksi kelahiran? Apakah berhubungan seks akan cepat memberi kontraksi? Kemungkinan itu terjadi karena leher rahim dan rahim belum siap untuk bekerja.

Meski begitu, jika Moms melewati batas waktu dan dokter meresepkan seks, Moms dapat mencobanya. Setidaknya, itu akan mengalihkan pikiran Moms dari menunggu Si Kecil.

Tidak peduli usia kehamilan berapa minggu, yakinlah bahwa berhubungan seks itu sehat dan akan membuat bahagia. Selama dokter memberikan persetujuan, Moms bebas melakukan apa yang membuat nyaman.Jangan sampai dipusingkan dengan keraguan usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan seks ya Moms.

Artikel Terkait