3-5 TAHUN
18 Juni 2019

Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

Bagaimana penanganan usus buntu pada anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Usus buntu atau apendisitis ternyata tak hanya monopoli orang dewasa, lho, Moms. Anak-anak, termasuk Si Kecil, juga bisa kena radang usus buntu.

Moms harus waspada ketika Si Kecil mengalami sakit perut yang luar biasa di sisi kanan, dan dibarengi dengan demam, mual, dan muntah.

Usus buntu atau apendisitis sendiri merupakan organ kecil yang menempel pada usus besar di sisi kanan bawah perut. Ketika terinfeksi, pasien harus segera mendapatkan perawatan medis.

Usus buntu terjadi akibat penyumbatan yang menimbulkan infeksi. Penyebab sumbatan bisa karena feses atau kotoran lainnya. Penyumbatan akan mengundang bakteri untuk menginfeksi, dan pada akhirnya menimbulkan pembengkakan, sehingga suplai darah ke usus buntuk jadi terputus.

Jika tidak diatasi, infeksi akan semakin parah dan berakibat fatal, seperti pecahnya usus buntu (peritonitis).

Menurut Ryan J. Brogan, DO, dokter spesialis anak dari Orlando, tanda pertama apendisitis sering berupa demam ringan dan nyeri di sekitar pusar. Moms mungkin mengira anak hanya mengalami sakit perut biasa. Tetapi, jika itu adalah radang usus buntu, rasa sakit biasanya akan memburuk dan bergerak ke sisi kanan bawah perut.

Jika Moms masih belum juga yakin apakah Si Kecil patut dicurigai mengalami usus buntu, inilah tanda-tanda yang perlu Moms waspadai:

- kehilangan selera makan

- mual dan muntah

- diare disertai dengan lendir

- perut bengkak

Lalu, bagaimana penanganannya jika kondisi ini terjadi pada anak-anak? Perlukah usus buntu dioperasi? Simak ulasan mengenai perawatan usus buntu pada anak di bawah ini, Moms.

Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Tentang Flu Perut Pada Balita

Penanganan Usus Buntu pada Anak

Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi 1.jpg

Dikutip dari www.parents,com, pertama-tama, dokter mungkin akan melakukan tes darah dan pemeriksaan rontgen untuk mendiagnosis usus buntu.

Jika kondisi ini tidak cepat didiagnosis dan diobati, usus buntu yang meradang dan tersumbat dapat pecah dan menyebabkan nanah atau cairan yang terinfeksi memasuki rongga perut. Hal ini menyebabkan peritonitis, radang selaput rongga perut.

Baca Juga: Cara Mencegah dan Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Tanda Usus Buntu Anak Telah Pecah

Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi 2.jpg

Dilansir dari kidshealth.org, jika rasa sakit menyebar di perut, Moms patut curiga bahwa usus buntu telah pecah. Dan ini adalah kondisi yang serius.

Ketika infeksi menyebar ke rongga perut, Si Kecil akan sangat kesakitan dan mengalami demam yang tinggi, bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Perut Si Kecil akan tegang dan sakit bahkan meski disentuh. Ini bisa menjadi situasi yang mengancam nyawa, dan Si Kecil memerlukan operasi usus buntu segera.

Baca Juga: Disangka Pura-pura Sakit Perut, Balita Ini Ternyata Menderita Kanker Langka Mematikan

Operasi Usus Buntu pada Anak

Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi 3.jpeg

Operasi usus buntu bisa dilakukan dengan cara konvensional, yang melibatkan sayatan panjang di perut, atau menggunakan operasi laparoskopi, teknik non invasif yang menggunakan instrumen kecil dan kamera video yang dimasukkan melalui beberapa sayatan yang sangat kecil.

Pasca operasi usus buntu, anak hanya memerlukan masa pemulihan dua hingga tiga hari. Tetapi, masa pemulihan akan lebih lama jika usus buntu telah pecah.

Nah, setelah mengetahui fakta tentang usus buntu pada anak, kini Moms harus lebih waspada pada gejala dan tanda sakit perut pada Si Kecil, ya.

(VAN)

Artikel Terkait